Budaya ngabedahkeun merupakan salah satu budaya sunda yang sudah ada sejak dahulu. Menurut penuturan narasumber yang merupakan ayah kandung penulis, budaya ngabedahkeun balong khususnya di Kampung Kalapasewu, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya telah ada sejak beliau kecil atau sekitar tahun 1960-an. Budaya ngabedahkeun merupakan tradisi 6 bulanan bagi pemilik-pemilik balong (kolam) di daerah sana yang mana fungsinya adalah untuk menangkap ikan-ikan yang memang biasanya dibudidayakan di balong tersebut. Budaya ngabedahkeun juga sering dilakukan warga menjelang perayaan hari-hari besar tertentu, seperti : Munggahan (Awal Bulan Ramadhan), Hari Raya Idul Fitri, dan saat Muludan (Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW). Menurut penuturan narasumber, ngabedahkeun merupakan salah satu proses menangkap ikan dengan cara mengurangi & membuat...
Ada ungkapan yang sangat melekat dalam jiwa masyarakat dan lingkungan adat budaya bangsa di beberapa daerah di Jawa Barat, yaitu Guru Ratu Wong Atua Karo Wajib Sinembah. Artinya kepada guru, pemimpin, dan terutama orang tua kita harus selalu menghormati untuk menuju jalan bahagia dan selamat dunia akhirat. #OSKMITB2018
Silat Sera Buhun adalah salah satu aliran silat yang berada di Jawa Barat. Dari beberapa silat yang berkembang di Jawa Barat seperti silat Cimande, silat Cikalong, silat Syahbandar, dll., silat Sera Buhun adalah aliran silat yang paling sedikit praktisinya dan bahkan hampir punah. “Perguruan silat Sera di Indonesia bisa dihitung jari, itu juga termasuk yang sudah tidak aktif”, jelas Kang Asep Wahyu yang merupakan salah satu guru silat Sera di Bandung. Bahkan silat ini sempat dinyatakan punah dalam siaran televisi belanda tahun 2013 silam. Awal mulanya silat Sera ini dibuat oleh seorang panglima perang dari kerajaan Demak. Silat ini ditujukan sebagai silat untuk perang. Namun, silat ini hanya diajarkan turun temurun pada satu kalangan keluarga saja. “Namanya “Rukun wargi”, jadi hanya untuk keluarga dan saudara. Dulu itu kalau mau belajar silat Sera bakal ditanya ayahnya dan ibunya siapa, kalau tidak dikenal ya tidak boleh” tambah Kang Asep. Wal...
Kesenian tradisional di era globalisasi semakin tak dikenal, dan bahkan terancam mengalami kepunahan. Kaum pribumi lebih banyak mengenal budaya dan seni modern dibandingkan dengan kesenian tradisional. Namun tak sedikit daerah-daerah di Indonesia yang masih melestarikan kesenian tradisional daerahnya. Salah satunya kesenian surak ibra dari kabupaten Garut. Kesenian surak ibra ini berasal dari kampung Sindangsari, desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Kesenian tradisional ini juga dikenal dengan istilah boboyongan. Masyarakat kampung Sindangsari berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional daerah mereka.Setiap kesenian biasanya memiliki makna filosofi tersendiri. Menurut sejarah, kesenian surak ibra ini lahir sebagai bentuk perlawanan kaum pribumi terhadap kekejaman pemerintah kolonial Belanda serta menggambarkan kegotong-royongan serta keinginan untuk mandiri. Hal itulah yang menyebabkan kesenian ini dimainkan oleh 40 hingga 100 orang pemain. Adapu...
Sebagai sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku, bahasa serta pulau pulau yang membentuk sebuah kesatuan, negara Indonesia tentu memiliki banyak cerita yang selalu menarik untuk di bahas, baik itu cerita masa lalu maupun cerita modern yang terjadi setelah Indonesia menjadi negara merdeka. Mengingat ada banyaknya suku, bahasa dan pulau pulau yang ada di Indonesia tentu saja masing masing daerah memiliki cerita yang kadang menjadi salah satu ciri dari sebuah daerah, sebuat saja sebuah cerita tentang candi prambanan yang saat ini menjadi ikon dari masyarakat Jogjakarata, dan tentu masih banyak lagi cerita dari daerah lainnya di Indonesia, dan cerita cerita semacam itu di kenal dengan sebutan cerita rakyat dimana cerita seperti ini diasanya di ceritakan secara turun temurun. Mengenai benar atau tidaknya kejadian yang ada di dalam sebuah cerita rakyat memang terkadang masih patut di pertanyakan, namun terlepas dari semua itu, cerita rakyat biasanya sel...
Seblak adalah makanan Indonesia, umumnya adalah makan khas dari Sunda, Jawa Barat yang bercita rasa gurih dan pedas, yang terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan sayuran dan sumber protein seperti telur, ayam, boga bahari atau olahan daging sapi, dimasak dengan bumbu tertentu. Seblak adalah makanan khas Bandung, Jawa Barat. Seblak kini menjadi makanan jajanan jalanan yang digemari berbagai kalangan masyarakat terutama di daerah Jawa Barat dan Jabodetabek. Seblak disajikan di rumah makan dan warung, serta dijajakan di gerobak pedagang keliling. Makanan yang bertekstur kenyal ini memiliki rasa yang pedas dan menyegarkan, serta memiliki beberapa variasi, baik rasa maupun bahan tambahan juga kemasan. Namun beberapa sumber menyebutkan seblak berasal dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, karena seblak sangat mirip dengan makanan rakyat kecil dari Sumpiuh yaitu Kerupuk Godog yang sudah populer sejak tahun 1940an, sementara seblak baru populer sekitar tahun 2000an. Seblak juga su...
Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1510 Saka oleh Sultan Kanoman I yang merupakan keturunan ke-7 dari Sunan Gunung Jati atau Syarief Hidayatullah. Tahun berdirinya tertulis dalam bentuk prasasti yang terdapat pada pintu Pandopa Jinem. Di sana terpahat gambar Surya Sangkala dan Chandra Sangkala yang jika diartikan menjadi matahari (angka 1), wayang darma kusumah (angka 5), bumi (angka 1), dan bintang kemangmang (angkal 0). Kesultanan Kanoman lahir dari keinginan Sultan Banten Ki Ageung Tirtayasa yang menobatkan dua orang pangeran dari Putra Panembahan Adining Kusuma (Kerajaan Mataram) untuk memerintah di dua kesultanan. Pangeran Badriddin Kartawijaya memerintah di Kesultanan Kanoman dan diberi gelar Sultan Anom. Sementara itu, Pangeran Syamsuddin Martawijaya memerintah di Kesultanan Kasepuhan dengan gelar Sultan Sepuh. Di antara keraton-keraton yang lain, Keraton Kanoman bisa dikatakan sebagai pusat peradaban Kesultanan Cirebon. Di keraton ini, tersimpan penin...
Wayang Khas Cimahi yang Tidak Diketahui Khalayak Luas, Wayang Cepak Cimindi. Sebagaimana wayang Golek, wayang Cepak diyakini menjadi media penyebaran agama Islam. Seiring perkembangan jaman wayang cepak kini sudah jarang sekali ditemui dalam sebuah pertunjukkan, baik itu pada acara ruatan, sunatan, apalagi kawinan, padahal dahulu pada masa dekade 70-an masih sering dijumpai pergelaran wayang Cepak di sekitar Cimahi. Keadaan ini mengkhawatirkan sekali bagi perkembangan seni budaya Sunda yang seharusnya kita gali, kembangkan, dan kita lestarikan, sehingga bagi generasi muda masih bisa mengenalinya, jangan sampai generasi muda tidak tahu wayang cepak, atau mungkin asing dengan kesenian khas Jawa Barat sejenis wayang golek ini. Pada masa lalu, ketika wayang cepak ini berkembang di Cirebon dan sekitarnya, masyarakat pada masa itu menggelar pertunjukan wayang Cepak untuk menyambut para mualaf, sebagai sarana Cepak selaindakwah agama Islam. Pada masa mo...
Calung Cimahi Apa Kabar ? Pada awalnya calung sebagai alat musik tradisional dahulu dimainkan dalam berbagai ritual yang berhubungan dengan kehidupan agraris masyarakat Sunda, seperti Seren Taun dan Mapag Sri. Kini calung tidak hanya menjadi alat musik pengiring ritual, namun sudah menjadi seni pertunjukkan yang bersifat profan dalam berbagai kesempatan seperti : dalam penyambutan tamu, pernikahan adat, khitanan, dan juga perhelatan budaya. Calung merupakan alat musik tradisional yang lahir dari budaya agraris masyarakat Sunda. Alat musik yang bertangga nada pentatonis ini terbuat dari bambu hitam yang bisa mengeluarkan bunyi yang lebih nyaring. Berdasarkan perkembangannya bentuk awal alat calung ini hanya berupa calung renteng atau calung rantay, yaitu berjajar mirip posisinya seperti alat gambang, yang direntangkan makanya disebut calung renteng atau calung rantay. Bentuk lainnya seperti calung yang berkembang belakangan disebut calung jingjing karena cara bawa alat musik...