Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Barat Cimahi
Gunung Bohong
- 16 Agustus 2018
Sebagai sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku, bahasa serta pulau pulau yang membentuk sebuah kesatuan, negara Indonesia tentu memiliki banyak cerita yang selalu menarik untuk di bahas, baik itu cerita masa lalu maupun cerita modern yang terjadi setelah Indonesia menjadi negara merdeka.
 
Mengingat ada banyaknya suku, bahasa dan pulau pulau yang ada di Indonesia tentu saja masing masing daerah memiliki cerita yang kadang menjadi salah satu ciri dari sebuah daerah, sebuat saja sebuah cerita tentang candi prambanan yang saat ini menjadi ikon dari masyarakat Jogjakarata, dan tentu masih banyak lagi cerita dari daerah lainnya di Indonesia, dan cerita cerita semacam itu di kenal dengan sebutan cerita rakyat dimana cerita seperti ini diasanya di ceritakan secara turun temurun.
 
Mengenai benar atau tidaknya kejadian yang ada di dalam sebuah cerita rakyat memang terkadang masih patut di pertanyakan, namun terlepas dari semua itu, cerita rakyat biasanya selalu mengandung pesan moral yang ingin di sampaikan, dan di sini lah letak kelebihan dari sebuah cerita rakyat.
 
 
Cerita Rakyat Nusantara
 
Sebagian dari kita mungkin sudah pernah mendengar beberapa cerita rakyat karena memang cerita rakyat ini biasanya sangat populer di masyaratak, bahkan terkadang ada beberapa cerita rakyat yang di angkat menjadi sebuah film untuk kemudian di tayangkan di TV, namun ada juga yang tidak tau sama sekali tentang cerita rakyat ini.
 
Melalu artikel ini saya akan memberikan cerita rakyat singkat yang cukup populer di masyarakat Indonesia khususnya daerah cimahi yang berjudul Gunung Bohong
Cerita ini mengisahkan seorang pedangan baso yang sukses namun kikir.Pada suatu ketika datanglah seorang pengemis yang meminta minta tetapi sang penjual tidak memberikannya.pada suatu hari baso tersebut jatuh lalu menggelimding dan akhirnya menjadi sebuah gunung dan menenggelamkan semua isinya.
Cerita ini mengisahkan untuk selalu berbagi dan tidak menjafi sombong ketika sukses
Yang diharapkan dari semua nya adalah agar cerita rakyat ini berkembang tidak hanya di daerah jawa barat saja khususnya cimahi.semiga kedepannya cerita rakyat dapan berkwmbang sampai ke dunia luar...terima kasih

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker