Budaya ngabedahkeun merupakan salah satu budaya sunda yang sudah ada sejak dahulu. Menurut penuturan narasumber yang merupakan ayah kandung penulis, budaya ngabedahkeun balong khususnya di Kampung Kalapasewu, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya telah ada sejak beliau kecil atau sekitar tahun 1960-an. Budaya ngabedahkeun merupakan tradisi 6 bulanan bagi pemilik-pemilik balong (kolam) di daerah sana yang mana fungsinya adalah untuk menangkap ikan-ikan yang memang biasanya dibudidayakan di balong tersebut. Budaya ngabedahkeun juga sering dilakukan warga menjelang perayaan hari-hari besar tertentu, seperti : Munggahan (Awal Bulan Ramadhan), Hari Raya Idul Fitri, dan saat Muludan (Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW).
Menurut penuturan narasumber, ngabedahkeun merupakan salah satu proses menangkap ikan dengan cara mengurangi & membuat surut debit air yang mengalir ke dalam balong. Ngabedahkeun biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan warga desa lainnya. Dengan surutnya air tersebut, tentu menangkap ikan akan jauh lebih mudah dibanding pemancingan biasa. Menurutnya, ngabedahkeun merupakan hal yang sering ditunggu-tunggu warga disana terutama anak-anak. Karena biasanya anak-anak akan dilibatkan pada proses ini dan mereka pun tentu senang ketika balong sudah surut. Pada saat itu anak-anak terbiasa bermain lumpur dari balong yang surut tadi.
Budaya ngabedahkeun merupakan salah satu budaya Sunda yang tetap lestari hingga saat ini. Namun, sayangnya budaya ini umumnya dijumpai di pedesaan. Hal ini dikarenakan suasana pedesaan yang masih mempertahankan budaya ini dan kita dapat mudah menjumpai balong-balong milik warga disana. Sulit untuk menemukan budaya ini di daerah perkotaan. Dari budaya ini, dapat dipetik nilai kerja bakti dan kebersamaan yang sangat positif untuk membangun dan menjaga kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan budaya ngabedahkeun dilakukan secara bersama-sama dan biasanya hasil tangkapan ikan yang didapat akan dibagikan dan terkadang sering diakhiri dengan botram (makan bersama) antar warga desa yang melaksanakan budaya ngabedahkeun.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...