HARI PAHLAWAN
174 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
KISAH PUTERI LUBUK GONG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

    Beginde Lubuk Gong adalah seorang Kepala Desa di daerah Sumatra Selatan, Indonesia. Beginde dalam bahasa setempat berarti kepala desa. Beginde Lubuk Gong mempunyai seorang puteri yang cantik jelita bernama Puteri Lubuk Gong. Suatu ketika, puterinya dibunuh oleh seorang putra Beginde dari desa lain. Inilah kisah Puteri Lubuk Gong * * *   Alkisah, pada zaman dahulu kala, di daerah Sumatra Utara, ada seorang beginde (kepala desa) yang kaya raya bernama Beginde Lubuk Gong. Ia sangat ketat menjalankan adat dan tidak segan-segan memberi hukuman kepada warganya yang melanggar adat tersebut.  Meski demikian, rakyatnya merasa tidak terbebani dengan hal itu. Justru dengan aturan adat itu, rakyatnya dapat hidup aman dan makmur. Beginde Lubuk Gong mempunyai anak gadis yang cantik dan cerdas bernama Puteri Lubuk Gong.   Kecantikan dan keelokan perangainya senantiasa mengundang decak kagum setiap pemuda yang melihatn...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Orang Rimbo (Suku Anak Dalam)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Orang Rimbo (Suku Anak Dalam) Bertemu kelompok Suku Anak Dalam atau mereka menyebut dirinya sebagai orang Rimbo (Rimba) yang sekarang sudah tidak lagi hidup dan tinggal di rimba hutan karena hutannya sudah lama hilang dan tergerus. Mereka diharuskan hidup dalam rumah bergabung dengan kelompok suku Dusun dan transmigran dan juga memeluk agama yang diakui negara. Suku Anak Dalam ini tinggal di kawasan Sungai Kijang, Kabupaten Muratara (Musi Rawas Utara), Sumatera Selatan. Kawasan ini bernama Sungai Kijang karena dahulu ketika tempat ini masih kawasan rimba, ada begitu banyak sekali kijang yang datang ke sungai ini. Tapi itu hanyalah kisah romantisme masa lalu tentang rimba ditanah ini. Sungai Kijang Kondisi mereka cukup menyedihkan, rata-rata hanya sampai SD atau putus ditengah jalan di pendidikan SMP. Salah satu anak orang tua yang kami datangi ini berhasil lulus SMA dan bekerja sebagai perangkat Desa. Mereka sudah lama tercerabut dari akar buda...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terkenal akan kekayaan kebudayaannya. Seluruh daerah di Indonesia pasti memiliki budaya khas yang menjadi trademark masing-masing daerah tersebut, tak terekcuali daerah yang berada di sebelah selatan Pulau Sumatera. Apalagi kalau bukan Provinsi Sumatera Selatan. Di Provinsi Sumatera Selatan terdapat salah satu kota besar yang menjadi pusat pemerintahan provinsi ini. Kota tersebut merupakan kota dengan Jembatan Ampera sebagai landmark , yang tak lain tak bukan adalah Kota Palembang. Kota Palembang sendiri adalah ibukota dari Sumatera Selatan yang sangat terkenal dengan makanan khas seperti pempek, tekwan, model, dan lain-lain. Selain makanan, Palembang juga terkenal dengan kebudayaan lain seperti Tari Gending Sriwijaya, Kain Songket, Lagu Cup Mailang, dan lain-lain. Selain kebudayaan seperti tarian dan makanan, Palembang juga merupakan kota yang sangat kaya akan sejarah. Seperti yang kita tahu, ada Kerajaan besar Nusantara yang pernah berd...

avatar
OSKM18_16618220_Sharnella Janet Yapfrine
Gambar Entri
Ratu Bagus Kuning dan Siluman Kera
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Indonesia adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang memiliki beragam kebudayaan yang indah dan menarik. Setiap daerah di Indonesia mempunyai kebudayaannya sendiri yang khas dan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Tari Kecak dari Bali, rendang dari Sumatera Barat, dan lagu Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan merupakan beberapa contoh dari kebudayaan Indonesia. Selain lagu Gending Sriwijaya, Sumatera Selatan juga memiliki kebudayaan-kebudayaan lain yang menarik. Salah satunya adalah cerita rakyat Ratu Bagus Kuning dan Siluman Kera dari Palembang.             Cerita ini berlatar pada masa Kesultanan Palembang, sekitar abad ke-16, di wilayah Batanghari Sembilan mulai masuk penyebar agama Islam. Salah satu di antaranya adalah seorang perempuan yang dianggap suci bernama Bagus Kuning. Konon, ia adalah salah satu murid dari Wali Songo dan memiliki keahlian bertarung. Kehadirannya di Palembang adalah untuk menyeba...

avatar
OSKM18_16518029_Florencia Wijaya
Gambar Entri
Kue 8 Jam
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Sesuai dengan nama makanan yang satu ini, kue 8 jam dibuat dalam waktu 8 jam dengan cara dikukus. Biasanya, kue 8 jam ini disajikan di hari raya. Katanya kalau kue ini dibuat kurang dari 8 jam, maka kue ini tidak akan padat dan rasanya tidak akan enak. Kue ini rasanya sangat legit dan sangat manis, hal itu dikarenakan digunakannya gula dan susu yang banyak. Kue ini dibuat dengan banyak gula dikarenakan dulu belum ada kulkas, dan gula ini digunakan sebagai pengawet. Jadi walaupun tidak disimpan di kulkas, kue ini akan tetap awet bahkan hingga 6 - 7 hari. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718252_Mochamad Iqbal Bayeqi
Gambar Entri
Tempoyak Khas Sumatera Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Tempoyak  adalah  masakan  yang berasal dari buah  durian  yang  difermentasi . Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai  lauk  teman  nasi . Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan  keasaman  dan aroma dari tempoyak itu sendiri). Selain itu, tempoyak dijadikan  bumbu  masakan. Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di  Palembang   Sumatera  dan  Kalimantan ), serta  Malaysi a.       source:http://wwwanekamasakanindonesia.blogspot.com/     Cara pembuatan Adonan tempoyak dibuat dengan cara menyiapkan daging durian, baik durian lokal atau maupun durian monthong (kurang bagus karena terlalu banyak mengandung  gas  dan  air ). Durian yang dipilih diusahakan agar yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Kemudian...

avatar
OSKM18_16918158_Salman Salman Alfarisi
Gambar Entri
Adat Adok (Pemberian Gelar) - Desa Tanjung Raya Marga Haji
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Adat Desa Tanjung Raya marga Haji yang paling unik adalah Adok (Pemberian Gelar). Adok diberikan setelah pasangan suami istri resmi menikah. Adok maksudnya sama dengan pemberian sebuah nama oleh ketua adat berdasarkan silsilah keturunan dan Adok tersebut akan selalu dipakai atau dipanggil dalam kehidupan sehari hari sebagai pengganti nama aslinya karena Adok memiliki makna asal keturunan orang tersebut. Contoh : Ibnu Otslan setelah menikah akan diberikan adok Raden Tumenggung oleh ketua adat. Adok tersebut diberikan karena dia menyandang keturunan anak tertua dari desa tersebut. Dan untuk acara pemberian Adok tersebut, diadakan layaknya seperti pesta dengan mengundang tokoh tokoh kampung dan sanak keluarga. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16618319_Giffary Alfatah Abiyu Otslan
Gambar Entri
Ritual Sangjit
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Ritual sangjit adalah prosesi ritual acara seserahan dari adat Tionghoa. Dalam rangkaian upacara pernikahan adat Tionghoa, Sangjit ini dilakukan sebelum hari pernikahan. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini didiskusikan bersama kedua belah pihak keluarga. Dalam prakteknya, Sangjit sering terkadang digabungkan dengan lamaran.  Menurut  Anthony S. dari Anthony S. Musical Connections, secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan, atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua, sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan. Untuk mengetahui sangjit lebih lanjut, penulis mewawancarai ayah dari teman penulis yang telah sering mengikuti ritual sangjit ini. Berikut dibawah ini merupakan hasil rangkuman dari wawancara tersebut.   1. Tata cara sang...

avatar
OSKM18_16618389_Yusuf Adi Nugraha Irsan
Gambar Entri
Autentiknya Kue Maksuba Khas Palembang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Kue Maksuba Jika kita menelusuri kuliner kota Palembang, jelas yang terlintas di otak kita pertama kali adalah "pempek". Namun, Palembang mempunyai jutaan kuliner di dalamnya, diantaranya adalah kue maksuba. Kue maksuba ini merupakan adaptasi dari kue bingka pontianak namun mirip dengan kue 8 jam khas Palembang juga. Kue maksuba di Palembang termasuk makanan yang sangat autentik, sehingga banyak para leluhur memahami cara membuat kue ini namun hampir punah saat ini. Karena, kue maksuba ini hanya akan dihidangkan di hari hari besar saja, seperti idul fitri dan idul adha. Kue maksuba memang tidak dihidangkan di sembarang waktu. Dalam tradisi Palembang kue ini dihidangkan pada acara besar saja seperti idul fitri atau pesta perkawinan yang tidak menghidangkan nasi. Menyajikan hal yang istimewa memang disengaja untuk menghormati para tamu dan kerabat.  Akan tetapi pada kenyataannya, kue maksuba tidak terbuat dari tepung. Menu resep tradisional tidak memerlukan bany...

avatar
OSKM18_19718205_AISYAH Aisyah Moulyni