Ritual sangjit adalah prosesi ritual acara seserahan dari adat Tionghoa. Dalam rangkaian upacara pernikahan adat Tionghoa, Sangjit ini dilakukan sebelum hari pernikahan. Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini didiskusikan bersama kedua belah pihak keluarga. Dalam prakteknya, Sangjit sering terkadang digabungkan dengan lamaran. Menurut Anthony S. dari Anthony S. Musical Connections, secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan, atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita. Prosesi ini biasanya dihadiri rombongan pria yang terdiri dari keluarga inti dan keluarga besar (saudara dari orang tua, sepupu) atau teman-teman dekat jika dibutuhkan. Untuk mengetahui sangjit lebih lanjut, penulis mewawancarai ayah dari teman penulis yang telah sering mengikuti ritual sangjit ini. Berikut dibawah ini merupakan hasil rangkuman dari wawancara tersebut.
1. Tata cara sangjit
Menurut sang narasumber Tata Cara sangjit diawali dengan menyiapkan seserahan yang dimana dari pihak mempelai wanita membawa mesin jahit, dan membawa tumpukan tempat makanan kayu atau nampan yang isinya terdiri dari sepatu dan buah-buahan yang sudah dibungkus dengan kertas-kertas merah. Selain itu, pihak mempelai wanita juga membawa baju yang nantinya dibungkus dengan pita merah dan langsung dimasukan ke lemari. Sementara itu, pihak mempelai laki-laki harus mempersiapkan tumpukan kayu atau nampan, sepatu, kasur, lemari dan lain sebagainya untuk dibawa datang ke rumah pihak mempelai wanita. Kalau prosesi upacara sangjit sendiri, diawali dengan menyiapkan seserahan yang jumlahnya genap, dan berisi bermacam-macam seserahan di dalamnya dan pihak mempelai wanita menyiapkan orang-orang yang membawa seserahanya. Lalu nantinya seserahan akan dibawa pemegang seserahan ke dalam tempat yang sudah disiapkan, setelah itu diakhiri dengan makan bersama.
2. Apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah sangjit
Sebelum sangjit harus disiapkan dahulu membeli bermacam-macam seserahan, baik pada saat prosesi maupun diluar prosesi seperti membeli tempat tidur, lemari dan sebagainya. Sehabis sangjit menurut narasumber karena beliau orang kristen maka setelah sangjitan beliau berdoa, agar bahagia setelah itu pergi makan, dan biasanya yang mengeluarkan uang adalah pihak mempelai wanita, dikarenakan laki-laki membayar pernikahannya. Kalau dahulu, orang china membawa tempolong, dari besi tinggi untuk membuang urin yang dibawa sebagai simbol.
3. Pengalaman ikut sangjit
Sang narasumber telah banyak mengikuti ritual sangjit, mulai dari sangjitan dirinya sendiri, sangjitan saudara-saudaranya, dan sangjitan anaknya. Pengalamannya yang paling berkesan adalah saat mengikuti sangjitan anaknya, pada waktu itu anaknya yang laki-laki ke pihak perempuan membawa permen yang manis-manis seperti tangkue , dan semua dibungkus memakai pita berwarna merah, serta membawa angpao uang susu. Uang susu adalah sebagai simbolic untuk meminta ijin kepada orang tua perempuan sebagai simbolik mengambil anak orang tua perempuan, nominalnya pun dapat disesuaikan dengan keadaan ekonomi, dan di masukan kedalam angpao, diberikan kepada orang tua perempuanya, yang dinamakan uang susu.
4. Sangjit itu melambangkan apa
Sangjit itu melambangkan prosesi adat tionghoa untuk melamar perempuan, dan meminta ijin kepada orangtua perempuan, untuk menuju ke pelaminan.
5. Arti dari seserahan di sangjit
Beberapa artian sangjit menurut narasumber adalah, buah yang manis bermakna, agar tidak ada keributan dalam rumah tangga, Jeruk yang bermakna, di dalam kehidupan rumah tangga ada suka dan duka ( asam dan manis). Cankwue yang diberi ke mempelai wanita yang bermakna agar hidup rumah tangganya tidak ribut.
6. Hubungan sangjit dengan kehidupan sehari hari
Sangjit dalam kehidupan sehari-hari, bermakna bahwa hidup terdapat aturan yang mengatur, dan harus berperilaku sopan. Selain itu memiliki pasangan hidup tidaklah mudah dan harus melalui berbagai proses.
7. Hubungan sangjit dengan kehidupan bernegara dan pancasila
Menurut Narasumber, di kehidupan bernegara dan berpancasila, kemanusiaanya sudah jelas yang tertuang di sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab untuk hidup adil dan beradab dalam kehidupan rumah tangga. selain harus menjalankan sila pertama yaitu percaya kepada Tuhan agar diberkati.
8.Keunikan Sangjit
Tradisi tionghoa yang mengajarkan untuk rela berkorban waktu dan tenaga, hormat kepada orang tua suami, dan sebaliknya. Selain itu sangjit juga merupakan rasa syukur untuk saling menghargai satu sama lain. Inilah yang merupakan hal yang unik dari tradisi sangjit ini.
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...