116 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sang Hyang Semara Ratih, Simbol Cinta Kasih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Dalam mitologi tentang Sang Hyang Semara Ratih, yang merupakan sepasang dewa dewi sebagai simbol cinta kasih yang penuh dengan keinginan dan kesetiaan serta pengorbanan. Diceritakan kisahnya dalam lontar cundamani II. Dalam kutipan tersebut diceritakan bahwa sorga sedang diserang oleh raksasa Nilarudraka, seorang raksasa yang sakti ingin menguasai sorga. Para dewa-dewa semuanya kalah tidak ada yang sanggup melawannya. Akhirnya para dewa-dewa datang menghadap Bhagawan Wraspati untuk menanyakan dan meramalkan siapa yang akan sanggup mengalahkan raksasa tersebut. Akhirnya hasil ramalan ternyata bahwa raksasa Nilarudraka hanya akan dapat dikalahkan oleh putranya Dewa Siwa yang berkepala gajah. Ternyata pada saat itu Bhatara Siwa belum berputra di samping itu beliau sedang bersemadi (bertapa), yang tidak ada seorang pun yang berani untuk mengganggunya. Sehingga ditugaskanlah Dewa Kama untuk menggoda dan membangunkan Dewa Siwa. Walaupun tugas tersebut penuh...

avatar
Aze
Gambar Entri
Blanjong Jejak Kemenangan Sri Kesari Warmadewa BALI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Blanjong Jejak Kemenangan Sri Kesari Warmadewa Blanjong berasal dari dua kata, yakni belahan dan ngenjung. Belahan berarti pecahan, sedangkan ngenjung adalah isti­lah dalam Bahasa Bali Alus yang berarti ka­pal nelayan. Be­rawal ke­tika peca­han kapal Belanda terdampar pertama kali di pe­sisir Sanur, yang tepat­nya kini di pesisir Blanjong. Peristi­wa inilah yang menjadi awal sejarah nama Blanjong. Blanjong adalah nama daerah di Desa Intaran, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Di daerah ini juga ditemukan Prasasti Pilar tepatnya di dekat Banjar Blanjong. Kemu­dian prasasti tersebut diberi nama Prasasti Blanjong. “Prasasti Blanjong melambangkan tugu kemenangan,” ungkap Mangku Segara. Beliau seorang pemangku (sebutan orang suci di Bali-red) yang senan­tiasa menemani para wisatawan asing maupun lokal yang berkun­jung ke Cagar Budaya Prasasti Blanjong. Blanjong merupakan tonggak kemenangan...

avatar
Roro
Gambar Entri
Telusuri Jejak Pura Puncak Penulisan Bali, Pura Tertua di Pulau Dewata
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Telusuri Jejak Pura Puncak Penulisan Bali, Pura Tertua di Pulau Dewata Pura Puncak Penulisan Bali. Pura ini merupakan salah satu pura tertua di Bali bahkan sudah ada sejak jaman Megalitikum. Tempat ibadah pemeluk agam Hindu ini juga merupakan objek wisata favorit wisatawan yang selalu dikunjungi. Terutama bagi pecinta wisata sejarah yang menyimpan berbagai cerita masa lampau. Pura Puncak Penulisan Bali merupakan pura bagi warga Bali Asli (Bali Aga). Dalam pengertian bahwa pura ini dibangun sejak adanya masyarakat Hindu asli yang ada di Bali dan belum mendapat pengaruh dari Hindu dari luar Bali seperti pengaruh Hindu dari Kerajaan Majapahit. Di area pelataran pura banyak terdapat peninggalan benda-benda dari jaman Megalitikum sehingga menambah ketertarikan wisatawan pecinta wisata sejarah. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus meniti beberapa anak tangga yang lumayan curam. Pura Puncak Penulisan adalah tempat pemujaan Dewa Siwa. Dahulunya pura ini digunakan untu...

avatar
Roro
Gambar Entri
Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Candi Wasan, Warisan Masa Lalu yang Memaknai Masa Depan Balai Arkeologi Denpasar sempat mengadakan observasi ke Wasan, Batuan, Sukawati, Gianyar. Di lokasi ditemukan sejumlah peninggalan arca yang diperkirakan berasal dari abad XIV. Temuan lainnya adalah sejumlah komponen bangunan candi. Berdasarkan temuan monumental ini, Balai Arkeologi Denpasar mulai mengadakan ekskavasi di situs tersebut. Hasil ekskavasi dari beberapa tahapan diketahui bangunan candi Wasan masih tampak utuh hanya pada bagian kaki candi, sedangkan susunan bagian atas tersusun acak. Apa dan bagaimana sesungguhnya Candi Wasan? MEWACANAKAN Candi Wasan tidak terlepas dari peranan seorang tokoh peneliti Belanda J.C. Krishman yang pertama mengunjungi situs Wasan pada tahun 1950. Ketika itu hanya ditemukan gundukan tanah dan sejumlah arca kuno yang berserakan. Namun oleh masyarakat pengemong pura, lokasi itu masih dimanfaatkannya untuk pemujaan dengan mendirikan bangunan sederhana di atasnya. Baru setelah beberap...

avatar
Roro
Gambar Entri
Lutung dan Kura-Kura (Kekeua)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pada suatu hari, hutan terbakar dengan hebatnya, sehingga semua binatang yang ada di hutan itu berlarian kesana kemari menyelamatkan diri mereka masing-masing. Seekor lutung kurus kesakitan terguling-guling ditanah, badannya penuh luka hampir-hampir mati. Lama ia rebah telentang tak sadarkan diri. Kemudian setelah sadar ia merangkak pelan-pelan tetepi sebuah tebing dengan harapan mendapatkan air untuk melepas lapar dan rasa dahaganya. Dilihatnya sebuah telaga kecil, dan itulah yang ditujunya. Tempat itu sangat asing baginya dan asing pula bagi binatang-binatang lain di hutan itu. Terdengar olehnya ada suara yang menegurnya; "Hai Lutung kau akan kemana? Dari mana  asal mulamu? Apa tujuanmu ke mari?" Dengan terkejut Lutung menoleh ke kanan kekiri, tidak seekor binatangpun yang dilihatnya. Ia hanya melihat sebuah batu yang tersembul dari permukaan air. Dengan tersenyum lalu ia menjawab, "Aku kebingungan tidak tahu jalan ke lain, kalau sampai di sini untuk minum air.&...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Pan Cubling dan Men Cubling
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Tersebutlah dua laki istri yang bernama Pan Cubling dan Men Cubling berdiam di pinggir sebuah hutan. Pekerjaan kedua laki istri itu adalah mencari kayu api. Hasilnya mereka jual ke kota untuk keperluan hidup mereka sehari-hari. Di sekitar tempat itu banyak hidup kera. Entah karena apa, kera-kera itu berkawan baik dengan Pan Cubling. Meskipun demikian, ya kera tetap kera. Pan Cubling dan Men Cubling sering juga disuiknya. Diantara kera-kera yang paling sering datang datang ke rumah Pan Cubling adalah kera yang bernama ; I Bojog Peceh. Apabila Pan Cubling pergi ke hutan mencari kayu api, Men Cubling sibuk memasak di dapur. Pada saat-saat seperti itulah I Bojog Mokoh dan I Bojog Peceh datang mengangggu Men Cubling istri Pan Cubling. Pada suatu pagi yang sangat cerah. Rupa-rupanya semalam tidak ada hujan. Matahari bersinar menembus celah daun-daun kayu di pinggir hutan. Waktu itu I Bojog Mokoh seperti biasa datang ke rumah Men Cubling. Dengan perlahan-lahan I Bojog Mokoh m...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Si Botol, Si Kancil dan Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Ada seseorang bernama si Botol. Pekerjaan si Botol setiap hari mencari kayu bakar di tengah hutan. Hasil pencariannya dijual di pasar-pasar dan uangnya dibelikan beras dan lauk-pauk seperlunya. Demikianlah mata pencaharian si Botol setiap hari. Apabila ia tidak mendapat kayu bakar, terpaksa ia berpuasa, tidak makan. Pada suatu hari ia pergi ke hutan sendirian. Oleh karena disisi-sisi hutan itu sudah tak ada lagi kayu bakar, maka ia terpaksa terus masuk ke dalam hutan. Pada salah satu tempat di dalam hutan ini ia memotong-motong kayu yang sudah rebah-rebah bergelimpangan. Sedang tekun-tekunnya ia mengumpulkan potongan-potongan kayu bakar, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara harimau. Ketika ia menoleh ke samping, tampaklah olehnya seekor harimau di dalam perengkap sedang meronta-ronta. Melihat tingkah laku harimau itu, maka timbullah belas kasihan hati si Botol. Kemudian ia mendekati perangkap itu, serta beratnya, katanya, "Hai, kau Harimau, mengapa kau bisa kena perangkap?"...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Sang Sempiar, Sapi Yang Meminang Sang Putri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Konon ceritanya di Kerajaan Sunianegara ada seorang Raja mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Diah Ratna Sari. Karena sangat cantik putri beliau, maka banyaklah putra-putra raja meminang sampai-sampai raja bingung memikirkannya. Atas usul para patih, maka diadakanlah sayembara, yang isinya barang siapa yang bisa memindahkan pohon beringin besar yang berada di tengah hutan ke kerajaan  Sunianegera dan menanamkannya di depan rumah raja (bencingah) dengan catatan daun tidak boleh jatuh, ranting, akar dan cabangnya tidak boleh patah serta demikian ditanam hidupnya seperti hidup di hutan. Sesudah berselang beberapa hari banyaklah putra-putra raja mengikuti sayembara itu, tetapi semuanya gagal. Dengan tidak disangka-sangka datang seekor sapi yang sangat besar bernama Sang Sempiar ingin mengikuti sayembara yang diadakan oleh raja. Raja memperkenankan Sang Sempiar ikut dengan pertimbangan tidaklah mungkin seekor sapi akan bisa memindahkan pohon beringin ters...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ni Sewagati Kembang Desa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Suara embo-emboan (ruas batang padi yang telah menguning dibuat mirip suling) terdengar di lembah sana, di sawah yang luas dengan padi yang mulai menguning. Pemuda-pemuda tani sedang menjalani musim mengaso, menunggu datangnya musim panen, di mana nanti mereka mulai giat bekerja lagi. Di sore hari di suatu tempat yang rindang teduh, berkumpullah 4-6 orang pemuda, asyik dengan obrolan remaja mereka, yang kadang-kadang diselingi tiupan embo-emboan, yang menimbulkan nada-nada lagu rindu sebagai ilustrasi dari keindahan alam pedesaan dengan segala keunikannya.   Di kala itu di desa yang sama, yaitu di desa Banjar Sari, ada seorang gadis, bagaikan bunga baru mekar, Ni Ketut Sewagati namanya. Sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat desa, dimana hubungan seorang dengan yang lainnya sangat erat. Dengan keadaan seperti ini sudah barang tentu, nama Ni Ketut Sewagati dalam waktu yang singkat tersebar ke seluruh pelosok desa. Tiap pemuda desa sudah merasa bangga, kala...

avatar
Admin Budaya