SEORANG lelaki tua bergerak menari-nari dengan gemulai. Kain selendang yang digenggamnya bergerak naik turun, seakan-akan menari mengikuti irama gong dan gendang yang dipukul dua orang secara perlahan-lahan. Beberapa warga dengan mengenakan baju adat duduk mengitari lelaki yang sedang menari dengan selendang. Beberapa orang mengeluarkan senandung nyanyian mengikuti suara gong dan gendang. Tak lama menari, lelaki tersebut berhenti, kemudian duduk dan memberikan selendang kepada orang lain. Orang tersebut setelah menerima selendang, kemudian berdiri dan kembali menari lagi. Lelaki tersebut menari sendiri tanpa didampingi orang lain. Tarian ini dalam adat suku Buton Cia-cia Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, disebut sebagai tarian Linda. “Tarian Linda ini hanya ditarikan hanya satu orang saja. Tarian ini sudah ada sejak abad ke 8, sejak ratusan tahun lalu dan turun temurun hingga saat ini. Di desa ini masih tetap ada tarian ini,&rdqu...
Tari paddekko adalah manifestasi kegembiraan setelah panen padi yang diperagakan oleh para perempuan dalam gerakan menumbuk padi di lesung dengan alu. Referensi: https://www.mediasulsel.com/topik/tari-padekko/ http://muri.org/pagelaran-tari-paddekko-oleh-penari-terbanyak/
LPB (Lintas pemuda Batetangnga) adalah komunitas kepemudaan di desa batetangnga Kec.Binuang yang setiap tahunnya mengadakan kegiatan Festival Budaya dan Lomba Tradisional Batetangnga dan baru baru ini LPB (Lintas pemuda Batetangnga) ikut dalam membantu panitia lokal BPAP 2014 (Bakti Pemuda Antar Provinsi 2014) dalam setiap kegiatan. Pada malam penutupan Festival Budaya dan Lomba Tradisional Batetangnga sekaligus malam perpisahan peserta BPAP 2014 mereka menampilkan tarian to eran batu, tarian khas suku Patte, tarian ini merupakan upacara pelepasan pasukan panglima ke medan perang, sebagai penyemangat kepada panglima, sedangkan makna dari nyanyiannya sebagai doa untuk memohon kepada sang pencipta agar mereka yang berperang dilindungi dan dapat mengalahkan lawannya. Unsur budaya yang dibentuk di Sulawesi Barat beragam, bahkan terdapat beberapa macam suku, Pattae salah satunya, suku yang menjadi unsur penyusun masyarakat di Binuang, Kab. Polewali Mandar, suku Pattae domina...
Tari Ntiarasino merupakan salah satu tarian atau kesenian asli Suku Muna. Menurut bahasa sastra Muna, Ntiarasino artinya yang dipuja. Ntiarasino merupakan ungkapan bahasa sastra Muna kepada orang yang menjadi patriot pejuang pembela tanah air dan juga ungkapan rasa haru mereka yang sangat mendalam. Karena gembiranya para gadis-gadis menyambut dengan mempersembahkan tari yang dibawakan oleh 6 orang putra putri dengan menggunakan perisai dan tombak. Sumber: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/09/kebudayaan-suku-muna-di-sulawesi.html?m=1
Tari sigeh pengunten (https://www.indonesiakaya.com) Tari sigeh pengunten (siger penguntin) merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Melalui Peraturan Daerah, Tari Sigeh Pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting. Koreografi tari ini juga mengambil unsur dari berbagai tari tradisional Lampung untuk merepresentasikan budaya Lampung yang beragam. Tari sembah telah umum ditampilkan sebagai bagian dari ritual penyambutan tamu dalam acara-acara resmi seperti prosesi pernikahan. Tari ini menggambarkan ekspresi kegembiraan atas kedatangan para tamu undangan. Selain itu, makna esensial dari tari ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu undangan yang hadir. Dalam tari ini, para penari mengekspresikan hal tersebut dalam rangkaian gerakan yang luwes, ramah, dan penuh kehangatan. Tari sigeh pengunten (https://www.indonesiakaya.com) Pr...
Tari Durga Mahisasura Mardini adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali. Tarian ini merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kisah Durga Mahisasura Mardini yang tertulis didalam lontar Siwagama. Naskah klasik tersebut berkisah tentang suatu peristiwa pada saat dewa-dewi di surga kewalahan dalam menghadapi serangan Raksasa Rakta. Melihat keadaan tersebut, Dewa Syiwa memerintahkan kepada Dewi Durga untuk menghabisi Raksasa Rakta dengan memakai senjata dewata nawasanga. Tokoh Dewi Durga Mahisasura Mardini didalam berbagai penampakan, baik itu dalam lukisan, candi, ataupun arca, selalu diwujudkan sebagai perempuan yang mempunyai tangan banyak dan menunggangi binatang harimau. Sementara, senjata dewata nawasanga didalam kepercayaan Hindu Bali merupakan manifestasi dari 8 (delapan) arah mata angin (delapan dewa) dengan Dewa Syiwa sebagai pusatnya. Berkat senjata dewata nawasanga, Raksasa Rakta itupun akhirnya tewas walau sempat menjelma menjadi kerbau yang sangat...
Satu lagi tari kreasi yang ada di Tegal, khususnya Kabupaten Tegal, yaitu tari Guci.Tari Guci mengangkat ciri khas Kabupaten Tegal dengan daerah wisata andalannya, yaitu Obyek Wisata Guci. Guci sendiri adalah salah satu daerah wisata kebanggaan Kabupaten Tegal yang terletak di kaki Gunung Slamet. Tarian ini terinspirasi dari keindahan alam, kesejukan udara pegunungan dan kehangatan air pancuran Guci. Tari Guci menggambarkan kelembutan gadis-gadis cantik, bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan. Dengan “ngindit” guci sebagai tempat mengambil air suci, mereka berdoa untuk keselamatan dan kelanggengan alam serta sumber mata air Guci arag tetao terjaga manfaat dan khasiatnya sebagai air kesehatan bagi kebersihan dan kehalusan kulit. Adalah ibu Kusti Muftiah S.Pd, seorang kepala SD Sumbaga 01, Bumijawa yang pertama kali mengagas tarian ini. Tarian ini juga mulai diperkenalkan secara luas bulan Juni tahun 2014 kemarin. “Tari Guci ini menggambarkan a...
Di Bantaeng, Sulawesi Selatan, tarian pepe pepeka menjadi bagian dari ritual adat untuk menyambut datangnya Ramadan. Penari mementaskan tari Pepe Pepeka saat melakukan ritual adat di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Ritual adat tersebut dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Sumber: https://www.wego.co.id/berita/tradisi-di-indonesia-menyambut-bulan-ramadan/
Fanari Moyo adalah Tari Elang. Tari Moyo ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita dengan gerakan hampir mirip dengan gerakan Elang yang sedang terbang dan mengepakkan sayapnya. Tarian ini melambangkan kegigihan dan semangat burung elang dan rakyat Nias. Tari Moyo kadang-kadang ditampilkan setelah atau sebelum satu acara atau perayaan. Sumber: http://www.museum-nias.org/tarian-musik/