Mei’sembongan merupakan sebuah tradisi budaya suku Minahasa dimana dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong. Budaya mei’sembongan mengandung arti yang sangat mendasar. Mei’sembongan juga dikenal sebagai local Spirit and local wisdom masyarakat di Minahasa. Mei’sembongan juga adalah suatu sistem atau teknik kerjasama untuk kepentingan bersama dalam budaya Suku Minahasa. Mei’sembongan merupakan salah satu tradisi gotong royong yang diwariskan oleh para leluhur dari tanah Toar dan Lumimu’ut yang didasarkan pada falsafah hidup orang Minahasa yaitu “Si Tou Timou Tumou Tou” dan berkaitan erat dengan motto Sulawesi Utara yaitu “Torang Samua Basudara” yang sampai saat ini tetap ada dan tak akan lekang oleh waktu. Pada awalnya mei’sembongan dilakukan khusus pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan bidang pertanian, mulai dari m...
Tradisi ngubur bali adalah tradisi yang sering dilakukan oleh orang sunda khususnya. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan memiliki arti juga kepercayaan tersendiri, yang diyakini oleh masyarakat sunda. Walaupun hal ini merupakan mitos, akan tetapi banyak masyarakat sunda yang meyakininya. Karena, sudah menjadi tradisi dari zaman dahulu. Tradisi ngubur bali biasanya dilakukan saat seorang ibu melahirkan bayi beserta bali-nya atau plasenta. Bali atau plasenta yang telah digunting dari pusar sang bayi dimasukkan ke dalam guci yang terbuat dari tanah liat. Hal ini biasanya dilakukkan oleh nenek sang bayi, ayah, atau orang yang membantu proses melahirkan, misalnya bidan atau "paraji", sambil diiringi bacaan doa. Bali yang telah dimasukkan ke dalam guci tersebut biasanya diberi bumbu, diantaranya bawang merah, bawang putih, gula, garam, dan asem. Bumbu tersebut biasanya memberikkan tanda khusus kepada sang bayi. Misalnya, apabila gula yang dimasukkan banyak, maka...
Pareresan merupakan tradisi syukuran pasca panen raya masyarakat Desa Sunia Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka. Desa ini merupakan desa yang sedikit terpencil dan jauh dari pusat kota. Jarak dan waktu tempuh dari tempat lain : jarak tempuh dari pusat Kota Majalengka menuju Suniabaru ± 27 km, dengan waktu tempuh 2 jam. Jarak tempuh dari Kantor Kecamatan Banjaran ± 8 km, dengan waktu tempuh 1 jam. Jarak tempuh dari ibukota provinsi Jawa Barat ± 85 km, dengan waktu tempuh 3 jam. Waktu tempuh ke pusat fasilitas terdekat (ekonomi, kesehatan, pemerintahan) 30 menit. Tradisi ini biasanya dilaksanakan dua tahun sekali, tentunya pasca panen raya dan diadakan selama 7 hari 7 malam. Pareresan diisi oleh yang acara tablig akbar, wayang golek, dangdutan, seni adu domba, dan sesajen untuk para leluhur desa setempat. Inti dari acara ini adalah syukuran kepada Yang Maha Kuasa. Melihat sejarah dari Kecamatan Talaga itu sendiri, dahulu orang-orang yang berdomisili di...
Maulid adalah perayaan maulid nabi muhamad SAW ketika sudah wafat, umat muslim memperingatinya atau mengekspresikannya dalam bentuk perayaan seperti pepujian dan lain lain yang berkaitan. Sekarang di peringati di seluruh dunia, namun untuk yang dibahas spesifik disini adalah di serang banten yang tentu nya juga memiliki keunikan nya sendiri. Perayaan ini bisa disebut sebagai bentuk pengekspresian umat akan hal keimanannya dan kebangkitan keberagaman umat umat setelah nabi muhamad wafat. Panjang mulud ini dirayakan oleh hampir segenap warga serang itu sendiri, mulai dari birokrasi hingga tingkat kecamatan atau kelurahan. Event besar nya juga dihadiri wali kota serang yang mengawali pawang yang berangkat dari ciseri sampai hingga islamic centre. Selain rombongan dihiasi kreasi dan perhiasan warga juga ada seni tradisional yang ditampilkan seperti rudat, terbang gede. Inti acaranya berakhir pada panggung utama dimana mobil hiasan yang membawa sembako, pakaian, dan barang kebutuhan lain...
Acara 1 Suro ini diadakan di seluruh wilayah Jawa setiap tanggal 1 Suro yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram. Tanggal 1 Suro ini juga adalah hari pertama dalam kalender Jawa. Salah satu tempat diadakannya acara ini adalah di keraton Surakarta pada malam hari. Dalam acara ini, ada kirab kerbau bule (albino), kirab kereta pusaka keraton, kirab keris, dan senjata pusakak keraton. Kerbau yamg dilibatkan adalah kerbau bule, keturunan Kiai Slamet. Dalam buku babad Solo karya Raden Mas (RM) Said. Leluhur kerbau bule adalah hewan kesayangan Sultan Pakubuwono II. Dalam acara ini, kotoran kerbau menjadi rebutan petani untuk sawahnya. Petani yakin, bisa membuat sawahnya subur, jika dipupuk kotoran kerbau yang dikirab (diarak).
Apa itu Cedhak Sinten? dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan sebutan turun tanah, yang merupakan budaya warisan leluhur masyarakat Jawa, untuk bayi yang berusia tujuh bulan dalam kalender Jawa atau delapan bulan dalam kalender masehi. Budaya turun tanah ini sendiri juga memiliki ciri khas yang berbeda-beda di setiap daerah. Namun, di Jawa Timur biasa dikenal dengan cedhak sinten atau nginjek tetel. Upacara cedhak sinten ini dilakukan sebagai rangkaian acara yang bertujuan agar anak tumbuh menjadi anak mandiri. Selain itu juga diiringi dengan do'a-do'a orang tua dan sesepuh sebagai pengharapan agar anaknya kelak menjadi sukses menjalani kehidupannya. Ciri Khas: -Tradisi ini dijalankan saat anak berusia hitungan ke tujuh bulan dari hari kelahirannya dalam hitungan pasaran Jawa -Sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah -Menyediakan sebuah tetel atau jadah yang memiliki warna yang bervariasi, beserta makanan yaitu tumpeng dan ayam...
Upacara Nyalawean Tanggal 12 Rabiul Awal telah menjadi salah satu hari istimewa bagi sebagian kaum muslimin. Hari ini dianggap sebagai hari kelahiran Nabi akhir zaman, sang pembawa risalah penyempurna, Nabi agung Muhammad shallallahu alaihi wa ‘alaa alihi wa sahbihi wa sallam . Perayaan dengan berbagai acara dari mulai pengajian dan dzikir jamaah sampai permainan dan perlombaan digelar untuk memeriahkan peringatan hari yang dianggap istimewa ini. Bahkan ada di antara kelompok tarekat yang memperingati maulid dengan dzikir dan syair-syair yang isinya pujian-pujian berlebihan kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam . Mereka meyakini bahwa roh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam yang mulia akan datang di puncak acara maulid. Oleh karena itu, pada saat puncak acara pemimpin tarekat tersebut memberikan komando kepada peserta dzikir untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan roh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam yang han...
Kalimantan Timur merupakan pulau yang memiliki berbagai jenis kebudayaan. Salah satunya adalah ritual yang disebut Erau Pelas Benua, yang berasal dari Kota Bontang. Erau berasal dari kata erah yang berarti suasana yang ramai atau banyak kegiatan kelompok yang sedang dilaksanakan. Pelas memiliki arti membersihkan suatu wilayah dari unsur jahat dengan melakukan suatu ritual yang mengorbankan binatang. Benua adalah suatu wilayah atau kampung. Dengan demikian, Erau Pelas Benua merupakan pesta pembersihkan kampung yang berarti kampung itu tidak saja bersih dari unsur - unsur jahat yang akan mendatanginya, tetapi juga kebersihan bagi setiap masyarakat atau keluarga yang menghuni kota tersebut. Ritual Erau Pelas Benua biasanya dilaksanakan dengan acara pagelaran seni tari dan musik serta olahraga tradisional dalam upaya memelihara, mengembangkan, melestarikan, dan menggali adat istiadat seni dan budaya. Ritual ini dilakukan dengan sangat sederhana oleh penduduk setempat, yaitu pendud...
PARTUTURAN Indonesia, negeri yang memiliki banyak kekayaan. Ragam suku, agama, bahasa dan lainnya menjadi suatu aspek yang membuat negeri ini semakin elok dan kaya. Ragam suku, ragam pula budaya atau tradisi yang dimiliki. Nah, kali ini saya akan berbagi penjelasan mengenai sebuah tradisi dari suku batak. Tradisi “Partuturan” atau sering disebut dengan cara kita memanggil atau menyapa orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, dalam suku batak, kita memiliki panggilan untuk orang yang ada di sekitar kita baik yang lebih tua ataupun muda. Semakin baik kita mengerti “Partuturan”, semakin sopanlah cara kita untuk berkomunikasi dengan semua orang di sekitar kita. Nah, berikut ini cara kita “Martutur” : Opung : Panggilan untuk orangtua ibu bapak kita Pak tua : Panggilan untuk saudara laki –laki bapak yang lebih tua Mak tua : Panggilan untuk ist...