303 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Monumen Bandung Lautan Api
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen Bandung Lautan Api merupakan monumen yang berdiri di tengah-tengah kota Bandung, yaitu di dalam Lapangan Tegallega. Pada tahun 1981, monumen ini didirikan untuk mengingat peristiwa pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha yang terjadi pada 23 Maret 1946. Monumen ini memiliki tinggi 45 sekitar meter dan 9 sisi bidang dengan lidah api di puncaknya, dirancang oleh Sunaryo Soetono seorang seniman kontemporer yang juga mantan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung. sumber : http://infobandung.co.id/mengenal-monumen-bandung-lautan-api/ #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16518326_Matthew
Gambar Entri
Stadion Patriot Candrabaga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Bila saudara mengunjungi Kota Bekasi ataupun tinggal di Bekasi, Stadion Patriot Candrabaga atau yang sering disebut dengan Stadion Bekasi tentu tak asing terdengar oleh saudara semua. Sesuai dengan namanya yang lazim, Stadion Bekasi seringkali digunakan sebagai sarana olahraga, khususnya olahraga sepak bola. Tidak hanya tim-tim Jawa Barat saja yang seringkali menginjakan kaki untuk bertanding di Stadion ini, melainkan juga tim-tim besar dari Jakarta seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, dan sebagainya. Dalam  trackrecord  yang ada, stadion ini telah menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Jawa Barat IV di tahun 1984, 4 tahun setelah dibangunnya Stadion Bekasi. Renovasi dan segala perbaikan pun kian dilakukan untuk memperluas serta menata ulang segi design yang ada hingga stadion ini menjadi bertaraf Internasional dengan kapasitas 30.000 pengunjung. Dalam peresmian pasca renovasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaiku selaku Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi meresmikan dan mem...

avatar
OSKM2018_16318034_Richard Lee Steven
Gambar Entri
Gedung Perundingan Linggarjati
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Linggarjati   Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930  dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”.  Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...

avatar
OSKM18_16718054_Diva Andara Rahayu
Gambar Entri
Kampung Naga
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Kampung Naga              Kampung Naga merupakan kampung adat yang  terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Salawu,  merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, yaitu adat Sunda. Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Mereka menolak campur tangan dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut.                     Untuk bisa ke Kampung Naga, orang harus melewati sekitar 439 anak tangga. Terbuat dari batu yang dilapis semen, ini setelah direnopasi pada tahun 2009 oleh bapak Anton yang sekarang menjadi kapolda jabar. Sebelum direnopasi, anak tangganya berjumalh 360 yang terbuat dari kayu atau bambu.  tangga itu menuruni bukit yang terjal ,dari muara tangga terbentang jalan batu di antara sawa...

avatar
OSKM_16418026_iqbal fauzi
Gambar Entri
Gedong Papak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Bekasi memiliki sebutan Kota Patriot karena menjadi garda terdepan saat Penjajahan oleh Jepang dan Belanda melakukan Agresi Militer pada saat 1947 dan 1948. Sebagai Daerah dan garis pertahanan terdepan saat melawwan Jepang, Kabupaten Bekasi memiliki banyak peninggalan bernilai sejarah, seperti Gedung Juang Tambun dan Rumah Tuan Tanah Pebayuran. Terdapat sebuah Gedung yang tidak terlalu dikenal bahkan tertinggal, padahal bangunan tersebut memiliki kontribusi yang luar baaiasa bagi para pahlawan yang bejruang di Bekasi. Gedung tersebut ialah Gedung Papak. Gedung Papak Berlokasi di Jalan Insinyur Haji Juanda No.100, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi. Gedung tersebut berdiri di atas tanah tanah seluas 1.5 hektar dan luas Bangunan mencapai 2500 meter persegi. Gedung yang dibangun pada awal abad ke-20 ini dibangun oleh tuan tanah bernama Lee Guan Chin biasa dikenal Baba. Gaya arsitekturnyya mengikuti gaya art deco yang kala itu umum, sehingga gaya arsitektur banyak di...

avatar
Oskm18_16718291_christopher
Gambar Entri
Mengenal Gedung Sate, Kantor Pemerintahan Propinsi Bandung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Sate adalah sebutan bagi masyarakat Bandung untuk kantor pemerintahan propinsi Jawa Barat. Oleh pemerintahan Belanda dulu, gedung ini disebut dengan  Gouvernements Bedrijven  atau GB. Dirancang oleh sebuah tim ahli dari Belanda yang terdiri dari Ir. J. Gerber, seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, serta Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks. Gedung ini berdiri pada tanggal 27 Juli 1920. Pembangunan Gedung Sate memakan waktu 4 tahun dan biaya sekitar 6 juta gulden. Hal inilah yang menjadi dasar penentuan jumlah benda bulat yang ditusuk oleh semacam tusuk sate di bagian puncak gedung. Ada banyak versi dari masyarakat Bandung tentang benda bulat yang ditusuk tiang di puncak Gedung Sate. Ada yang mengatakan bahwa benda bulat tersebut adalah sate, jambu air hingga melati yang berjumlah enam buah. Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya ar...

avatar
Oskm18_16418215_Muhammad Abdurrahman Jayadita
Gambar Entri
Masjid Kramat Buyut Trusmi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Masjid Kramat Buyut Trusmi merupakan salah satu kebanggaan masjid warganya sendiri bahkan di Cirebon. Masjid ini terletak di Jalan Buyut Trusmi Blok Deso (Orang Trusmi menyebutnya) Desa Trusmi Wetan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Desa Trusmi berasal dari nama Ki Gede Trusmi yaitu salah satu murid Sunan Gunung Jati yang merupakan tokoh penyebar islam yang memiliki kepanjangan Terus Bersemi. Letaknya diseberang Balai Desa Trusmi Wetan. Masjid ini seringkali dianggap seram oleh warganya. Karena tidak ada satupun yang tahu masjid ini tepatnya kapan dibuat dan masjid tersebut tiba-tiba saja ada, jika adanya perkiraan itu hanyalah sebuah pendapat, karena tidak ada bukti otentiknya. Situs ini dipercaya merupakan peninggalan Mbah Buyut Trusmi sendiri. Namun belum diketahui sampai sekarang siapa yang membuat rancangan atau berapa pekerja yang membangun masjid tersebut.  Masjid ini diurus oleh keturunan Ki Buyut Trusmi sendiri dengan berjumlah 17 orang seperti 1 pemimpin yan...

avatar
OSKM18_16718271_Dea Cindiana
Gambar Entri
Kompor Tradisional Sunda, Hawu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Hawu, alat masak tradisional yang mudah dibuat dan murah

avatar
OSKM_16518202_Hafshy
Gambar Entri
Harapan, Sebuah Rumah Sakit Belanda-Depok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Sakit Harapan ialah sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Pemuda No.10. Banyak orang telah mengetahui akan keberadaan rumah sakit pertama di Depok ini, tetapi tidak sedikit juga yang masih belum mengetahui sejarah awal mula berdirinya rumah sakit ini.   Asal Mula Pemerintahan Cornelis Chastelein. Sebuah sosok perintis kota etalase ibukota negara ini. Setelah ia berhenti menjabat di VOC, ia diberikan sebuah tanah oleh pemerintah Belanda yang sekarang kita kenal sebagai kota Depok. Ia membawa budak-budaknya ke tanah ini, dan mengolahya bersama. Seiring dengan berjalannya waktu, budak-budaknya pun memiliki keturunan dan merekalah yang disebut sebagai warga asli kota Depok. Mereka memiliki 12 marga; Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholonse, Soedira, Samuel, dan Zadokh. Bersama, mereka membangun sebuah pemerintahan. Walaupun ia merupakan seorang bangsawan Belanda, tetapi ia memperlakukan budak-budaknya serta pribumi...

avatar
OSKM18_16518307_Ichsan Sholeh Abdurrahim