×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi / Ritual

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Adiwerna, Tegal

Tekwinan

Tanggal 27 Aug 2015 oleh Wulan .

Bertandang ke daerah seputaran Adiwerna atau lebih tepatnya di Desa Pagiyanten ada tradisi unik ketika memasuki bulan Mulud atau bulan Rabiul Awal terutama pada malam bulan 8, yaitu adanya tradisi Tekwinan. Ada yang menyebutnyaTekwinan,  TakwinanTekewinan bahkan Bada Layah. Nama yang sangat unik. Bahkan ada yang mengira ini semacam tradisi nikahan. Padahal tradisi tersebut adalah pembacaan kitab Al Barzanji di musholla atau di masjid-masjid.

Tradisi tersebut diramaikan dengan adanya “Layahan“, yaitu layah (cobek) yang berisi aneka macam jajanan untuk anak – anak. Layah disini menggunakan tanah liat seperti yang digunakan ketika kita berada di lesehan pecelan. Namun sejalannya waktu, Layah semakin jarang ditemukan. Untuk menghematnya, digantilah Layah dengan kertas plastik wadah lauk yang biasanya digunakan pada “berkat”.

Apa saja isi Layah? biasanya isinya aneka jajanan anak kecil, buah, dan apabila beruntung, terkadang ada yang menyelipkan beberapa lembar uang di dasar layah. Untuk Layah yang berisi dengan jajanan anak kecil, ada yang menyebutnya dengan Matarip.

Pada awalnya, Layahan ini bermaksud untuk mengundang anak kecil agar mau ikut ke masjid. Namun sekarang pembagian layah tersebut lebih ke tetangga dekat rumah atau sanak saudara.

Bagi orang dewasa, layah tersebut berisi dengan ketan yang ditaburi dengan parutan kelapa. Sehingga dewasa maupun anak-anak tetap mendapatkan bagian.

Tradisi ini tidak hanya ada di Desa Pagiyanten, namun juga ada di desa-desa lainnya yang ada di Tegal.

 

Sumber: http://infotegal.com/2013/01/tradisi-tekwinan/

DISKUSI


TERBARU


Tuna pindang Am...

Oleh Widra | 30 May 2020.
Makanan

Bahan-bahan: 1/2 kg daging tuna potong 1/4 kg cabe rawit galsk 1 ikat besar daun bawang 🍎bumbu: 1 ons kemiri 1/4 kg bawang merah 3 butir bawang bom...

Durian Santan k...

Oleh Widra | 30 May 2020.
Makanan

Bahan-bahan: 500 gr durian dgn bijinya 250 gr daging durian tanpa biji 1 liter santan dari 1 buah kelapa tua 5 sdm gula pasir 1 1/2 sdt garam 2 lemba...

Bubur pisang ke...

Oleh Widra | 30 May 2020.
Makanan

Bahan-bahan: 6 bh pisang raja, pilih yang matang 1 1/2 liter santan 250 gr tepung beras 200 gr gula pasir 2 lbr daun pandan, simpulkan 75 gr kenari,...

Dadar lipat kha...

Oleh Widra | 30 May 2020.
Makanan

Bahan-bahan: 1/4 kg tepung terigu 1 butir telur 3 sdm mentega dicairkan Sejumput garam 1/2 sdt bumbu spiku 500 cc air Untuk isian bisa gula putih ata...

Sambal colo-col...

Oleh Widra | 30 May 2020.
Makanan

Bahan-bahan: 4 siung Bawang merah 2 buah Tomat Kecamba/toge (sesuai selera) Daun kemangi Lemon china (tiap daerah penyebutan beda beda) Garam Royko C...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...