×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Provinsi

Sulawesi Selatan

Rambu Solo

Tanggal 17 Jul 2012 oleh tresna purnama dewi. Revisi 2 oleh Usman pada 02 Apr 2014.

 

Toraja demikian dikenal dengan tradisi upacara penyempurnaan kematian yang sering disebut rambu solo. Saya menyebutnya upacara penyempurnaan kematian, karena seseorang yang meninggal baru akan dianggap benar-benar telah meninggal setelah keseluruhan prosesi dalam upacara ini digenapi. Sebelum digenapi prosesinya, orang yang meninggal hanya dianggap sedang "sakit" atau "lemah", sehingga jasadnya tetap dibaringkan di tempat tidurnya serta kepadanya selalu duhidangkan makanan & minuman, sirih pinang atau rokok, bahkan tetap diajak berdialong sekalipun sudah tentu tidak akan memberikan suara. Pokoknya tetap diperlakukan seperti orang yang belum mati.

 

Lebih daripada itu, rambu solo merupakan upacara pembekalan dan persembahan kepada yang meninggal untuk melangkah ke alam roh, kembali kepada keabadian bersama para leluhur melalui sebuah peristirahatan yang disebut PUYA. Bekal dan pendamping perjalanan menuju keabadian ini tidak terbatas pada hewan korban yang disembelih pada upacara saja, tapi juga pada harta benda berupa pakaian, perhiasan, hingga uang yang dihantarkan bersama jasad orang yang meniggal ke tempat pekuburan. Kepada leluhur yang telah meniggal jauh sebelumnya, dapat pula dititipkan persembahan korban sembelihan melalui sanak keluarganya yang sedang diupacarakan. Dalam setiap upacara inilah kesetiaan dan kecintaan setiap toraja kepada para leluhurnya, di dalam hidup dan matinya.

Toraja percaya bahwa setelah meniggal, arwah seseorang akan menempuh perjalanan ke PUYA. Puya ini sendiri adalah nama sebuah kampung di wilayah selatan tana toraja. Di sanalah dunia dimana para arwah berada, yang kemudian pada suatu waktu nanti akan mengalami transformasi kembali menjadi setingkat dewa yang berdiam di langit, tempat manusia dibentuk untuk pertama kalinya. Toraja menyebutnya to mebali puang.

Kembali tentang rambu solo sebagai upacara penyempurnaan kematian, segala persembahan yang dibawa oleh seorang yang meniggal akan menentukan juga statusnya di alam Puya. Tanpa bekal yang pantas, arwah seseorang tidak akan diterima dengan layak ketika tiba di Puya

DISKUSI


TERBARU


Motif Batik Gan...

Oleh Wulan | 26 Sep 2022.
kain

Salah satu motif batik unik yang hanya bisa dijumpai di Desa Bakaran Wetan dan Desa Bakaran Kulon ini adalah motif gandrung. Motif gandrung berupa ga...

Motif Batik Gan...

Oleh Wulan | 26 Sep 2022.
kain

Nama motif batik ganggeng berasal dari kata ganggeng yang berarti ganggang laut atau alga. Oleh karena itu, dalam batik ini mengandung pengertian tum...

Cara Agar Kenar...

Oleh Evanurkalina | 23 Sep 2022.
Burung

Burung kenari yang mampu bersuara dengan durasi panjang tentu akan menjadikan penampilannya kian istimewa, khususnya pada saat dilombakan. Untuk menj...

Olahraga yang S...

Oleh Sakurrivaldo | 21 Sep 2022.
Budaya

Ada yang masih ingat macam-macam olahraga tradisional Indonesia? Sekarang, banyak permainan dan olahraga tradisional telah digantikan oleh modernis...

Kumpulan Suara...

Oleh Evanurkalina | 20 Sep 2022.
Burung

Pemilik burung kicauan tentunya yang menjadikannya tetap asyik untuk memeliharanya adalah mencapai hasil yang baik untuk kicauan yang bisa di keluark...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...