Buku
7 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bunga Kemuning
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Riau

Pada suatu masa, hiduplah sepuluh orang putri raja yang sangat cantik-cantik. Ibu mereka sudah lama meninggal dan ayah mereka, sang raja, begitu sibuk dengan urusan kerajaannya sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama. Akibatnya putri-putri ini menjadi nakal dan manja, kecuali sang putri bungsu, putri Kuning. Ya, mereka memang diberi nama dengan nama warna. Ada putri Jambon, putri Hijau, putri merah merona, putri nila dan lain-lain. Barangkali dulu sang ibu berharap anak-anaknya akan memberi banyak warna di kehidupan ini. Sayang, sang ibu keburu meninggal sehingga tidak sempat mendidik mereka sengan baik. Kesepuluh putri ini selalu memakai pakaian dan perhiasan yang sewarna dengan nama mereka. Putri Merah selalu memakai warna merah, demikian juga putri-putri lainnya. Sementara kakak-kakaknyabermalas-malasan dan membuat keonaran, putri Kuning menghabiskan waktu dengan membantu inang-inangnya, atau membaca buku, dan atua merawat kebun bunga kesayanganny...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Ikan Merah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Riau

Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau. Luas wilayah lautnya lebih besar dari daratan. Hal ini membuat Kepulauan Riau memiliki potensi sumber daya kelautan yang berlimpah. Dari laut tersebut, salah satunya kemudian menjadi makanan khas yang diolah dari ikan. Sop ikan, demikian nama salah satu makanan khas tersebut. Sedari dulu, masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang, juga masyarakat di pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Riau, sudah mengenal makanan lezat ini. Untuk membuat sop ikan yang khas, digunakan bahan baku dan bumbu tertentu. Bahan baku tersebut adalah Ikan Merah yang sudah dipotong-potong. Ikan ini sudah dipisahkan dari tulangnya. Sedangkan racikan bumbu dan kuah sudah disiapkan dalam tiga panci stainless besar untuk merebus kuah. Irisan ikan merah ini kemudian dicampur ke dalam mangkok bersama sawi asin, tomat, dan kuah. Dan sebelum dihidangkan kepada pembeli, sop ikan terlebih dahulu ditaburi bawang goreng, sambal cabai hijau, ser...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Gonggong
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Riau

Gonggong bukanlah suara Anjing. Di Kepulauan Riau, ini adalah makanan khas yang sekilas mirip dengan keong. Dalam bahasa latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun Molusca . Makanan khas ini merupakan sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan sekitar Kepulauan Riau. Karena itu, Gonggong hanya tersedia di beberapa restoran makanan laut atau di tempat pusat jajanan. Masyarakat Tanjungpinang menyebut tempat tersebut dengan nama Akau ( open air restaurant ). Lokasinya sendiri berada di kawasan Potong Lembu. Tidak diketahui pasti kapan Gonggong menjadi makanan khas dari kepulauan yang dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini. Namun, bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, makanan ini sudah dikenal sejak era tahun 1950-an, sejak daerah ini masih menggunakan mata uang Dolar Singapura. Tak hanya lezat, kandungan gizi yang dimiliki Gonggong juga tinggi. Manfaat Gonggong yang paling baik adalah bagi orang-orang muda...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Mie Lendir Tanjungpinang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Riau

Sejak 1960-an, masyarakat Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sudah mengenal panganan mi rebus. Namun masyarakat kemudian lebih mengenalnya dengan sebutan Mi Lendir Jalan Bintan. Pemberian nama ini sesuai dengan lokasi makanan dijual. Panganan khas Kepulauan Riau yang biasa dimakan kala sarapan ini dibuat oleh Sumardi, 70 tahun. Saat datang ke Tanjungpinang bersama istrinya, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini tak menyangka apa yang dihasilkannya akan menjadi sesuatu yang khas. Sebab, di perantauan, awalnya ia hanyalah tukang kue putu yang berjualan keliling kampung. Karena dirasa tak cukup untuk menghidupi keluarga, Sumardi kemudian beralih untuk berdagang mi rebus di Jalan Bintan Tanjungpinang pada 1968. Pada era 1970-an dan 1980-an, kawasan jalan Bintan mulai terkenal di mancanegara karena tercatat pada buku panduan ( guide book ), Lonely Planet terbitan Australia. Saat memulai usaha mi, bersama pedagang lain, etalase milik Sumardi menempel pada sebuah kedai berbentuk rumah...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Kebaya Labuh dan Teluk Belanga
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kepulauan Riau

Kebaya Labuh dan Teluk Belangga - Kep. Riau Baju kurung  adalah salah satu pakaian adat  masyarakat Melayu  di  Brunei Darussalam ,  Indonesia ,  Malaysia ,  Singapura , dan Thailand  bagian selatan. Baju kurung sering diasosiasi dengan kaum  perempuan . Ciri khas baju kurung adalah rancangan yang longgar pada lubang lengan, perut, dan dada. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi untuk kasus yang jarang ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut. Baju kurung tidak dipasangi  kancing , melainkan hampir serupa dengan  t-shirt . Baju kurung tidak pula berkerah, tiap ujungnya di renda . Beberapa bagiannya sering dihiasi sulaman berwarna keemasan. Mulanya, baju kurung biasa dipakai untuk upacara kebesaran melayu oleh kaum perempuan di dalam kerajaan, dipakai bersama-sama kain  songket  untuk dijadikan  sarungnya , aneka perhiasan emas, dan  tas &n...

avatar
Mas Ardy Wijaya
Gambar Entri
Masjid Penyengat | #OSKMITB2018
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kepulauan Riau

Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil berukuran kurang lebih panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, yang terletak 2 km dari pusat Kota Tanjung Pinang. Kota Tanjung Pinang sendiri merupakan ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menuju Pulau Penyengat para wisatawan biasanya menaiki Pompong yaitu sebuah kapal kayu kecil yang dimodifikasi dengan mesin bermotor tempel (outboard engine) berbahan bakar solar. Di Pulau Penyengat ini banyak terdapat sisa-sisa peninggalan sejarah, dan yang paling terkenal adalah sebuah masjid bernama Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat yang biasa disebut Masjid Pulau Penyengat.   Masjid Pulau Penyengat ini memiliki cerita unik tersendiri, pasalnya bahan perekat yang digunakan untuk membangun masjid ini bukanlah semen melainkan putih telur. Masjid ini berwarna kuning khas melayu dengan perpaduan warna hijau dimana Pulau Penyengat sendiri kental dengan adat melayunya. Jika dilihat dari depan masjid ini memliki dua menara dan dua ru...

avatar
OSKM18_16918303_FAIBE
Gambar Entri
Bubur Lambok Lingga
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Riau

Bubur lambok adalah makanan khas Lingga di Kabupaten Lingga, karena Kabupaten Lingga merupakan penghasil sagu di Kepri (Kepulauan Riau) sejak semasa Kesultanan Riau Lingga Johor Pahang, yang selanjutnya dikembangkan oleh Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II (1857-1883), Sultan Lingga Riau. Bubur lambok terbuat dari bahan sagu yang di-lenggang serta digongseng hingga menjadi sagu lenggang. Disiapkan juga sayur rampai, yakni aneka dari jenis-jenis sayur-sayuran, seperti: daun cekor, selasih, kangkung, daun kunyit, daun kacang, daun paku, dan sebagainya. Biasanya aneka campuran jenis sayurmayur itu bahkan ada yang sampai 44 jenis sayur-mayur. Lalu disiapkan juga bumbu (perencah) udang, cumi-cumi (nos), ikan teri/bilis, dan lain-lain. Biasanya bubur lambok disajikan diwaktu siang, boleh juga diwaktu malam; namun yang terpenting sajiannya harus panas dan membuka selera ketika sakit demam, serta mengeluarkan keringat, Bubur lambok sudah terkenal di kalangan masyarakat dan menjadi makan...

avatar
Sri sumarni