Seni maen Bola Leungeun Seuneu atau biasa dikenal dengan kata BOLES berasal dari Seni Budaya Nyonyoo Seuneu abad ke XIII – XV Masehi pada masa Kerajaan Padjadjaran. Kesenian ini tercatat pada Kita Suwasit Museum Prabu Siliwangi yang berlokasi di Pondok Pesantren Prabu Siliwangi Dizkir Al Fatg kota Sukabumi. BOLES pada zaman Kerajaan Padjadjaran dipertunjukkan di acara-acara penyambutan kedatangan Raja dan juga upacara-upacara dari Kerajaan Padjadjaran yang mana pertunjukkan ini menonjolkan unsur seni juga olahraga. Secara detailnya, Bola Leungeun Seuneu (BOLES) adalah gerakan pencak silat dalm mengawali juga mengakhiri pertunjukkan Seni Maen Boles. Pada masa Kerajaan Padjadjaran, senI BOLES ini berasal dari permainan Maung Bodas yang isinya adalah permainan memainkan bola api. Bola tersebut berasal dari kelapa sudah tua lalu dikupas kulitnya, kemudian kelapa tersebut dibentuk menyeruapi bola. Setelah itu, bola dari kelapa tersebut direndam di dalam minyak tanah selama kurang lebih...
Gedung Sate atau dalam bahasa sundanya Gedong Sate adalah sebutan dari masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat Bandung untuk kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat. Letaknya berada di Kota Bandung tepatnya di Jalan Diponegoro No. 22. Gedung sate mulai dibangun pada tanggal 27 Juli 1920 di zaman pemerintahan kolonial Belanda. Pada zaman pemerintahan kolonial dulu, bangunan ini disebut dengan Gouvernments Bedrijven. Bangunan ini diarsiteki oleh Ir. J. Gerber yang merupakan seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland serta Ir. G. Hendriks dan Ir. Eh De Roo yang menjadi sebuah tim ahli dari Belanda. Ide untuk membangun gedung Sate awalnya dari penilaian kolonial Belanda bahwa Batavia sudah tidak pantas menjadi Ibu Kota karena berbagai perkembangan yang terjadi pada saat itu. Rencana awalnya, Gedung Sate dibangun untuk dijadikan pusat pemerintahan kolonial Belanda, karena mereka berpendapat bahwa iklim di Bandung mirip dengan iklim di Perancis Selatan saat seda...
Nama saya Handika Munggaran, lahir di Sumedang, Tanggal 08 April 1999. Dari kecil sampai sekarang saya tinggal di Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Masuk SD pada tahun 2006-2012 di SDN Maruyung 2 yang tidak jauh dari rumah. Kemudian melanjutkan kejenjang menengah pertama, yakni SMPN 2 Tanjungsari pada tahun 2012-2015. Selanjutnya memilih SMA terbaik di Tanjungsari dan satu-satunya SMA Negeri di daerah saya, tahun 2015-2018 saya menjadi siswa di SMAN Tanjungsari. Baik di SD, SMP, dan SMA saya aktif dalam kegiatan kepramukaan sehingga mendapatkan berbagai kejuaraan. Tidak hanya itu, ketika SMP dan SMA pun saya aktif dalam kepengurusan OSIS. Setelah SMA saya memutuskan untuk melanjutkan Studi PTN melalui jalur SNMPTN. Alhasil saya masuk ke Program Studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan yang sekarang namanya menjadi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Di dunia perkuliahan pun saya cukup aktif dalam mengikuti berbagai kepanitiaan suatu event se...
BAHAN-BAHAN Tepung beras ketan 1 kg 2 buah kelapa parut Gula pasir secukupnya Garam secukupnya Penyedap rasa secukupnya PROSES PEMBUATA Siapkan wadah adonan lalu isi dengan semua bahan opak yang sudah disiapkan, aduk-aduk sampai menjadi adonan opak Kepal-kepal adonan hingga membentuk bulatan kecil lalu pipihkan dengan bantuan papan bersih atau kayu bulat, botol dan alat bantu lainnya Setelah itu, letakkan opak bulat pipih pada wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu dan jemur di bawah terik matahari langsung sampai benar-benar kering. Pengeringan ini dapat memakan waktu sampai berhari-hari tergantung panasnya cuaca pada saat di jemur Selanjutnya opak yang sudah dijemur kering dipanggang di atas bara api sampai mengembang dan menjadi opak garing renyah. Bolak-balik opak saat pemanggangan supaya matang merata. Angkat dan sisihkan. Begitu seterusnya. Simpan opak yang sudah dipanggang matang dalam wadah toples dengan penutup supaya tetap renyah SUM...
Bakpia yang merupakan cemilan identik terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula, yang dibalut dengan tepung, lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk),Yogyakarta. Lain Jogja, lain Bogor. Kota yang tidak begitu jauh jaraknya dari ibu kota Jakarta ini, menawarkan kue pia lainnya, tentunya dengan ciri khas dan rasa yang berbeda. Silmy Untsa dan Bayu Reza, merupakan salah satu pelopor kue pia talas, buah talas yang juga menjadi khas nya kota Bogor. Saat ini terdapat 6 variant rasa PapaPia, yaitu kacang hijau, kacang merah, coklat, keju, talas, dan durian. Range harga dari mulai 25.000/box hingga 30.000/box untuk rasa durian.“ Yang membedakan PapaPia dengan kue pia yang lain, yaitu PapaPia lebih kering, tipis, dan tidak terlalu banyak lapisan, tapi isinya lebih banyak. Rasanya ketika digigit benar-benar renyah,” ungkap Silmy Berikut in...
Keripik gadung merupakan keripik khas Kuningan yang terbuat dari umbi gadung. Tanaman gadung (Discorea hispida) memang banyak tumbuh di perkebunan di Kuningan. Gadung harus diolah dengan benar, karena jika tidak, gadung dapat beracun. Untuk menghilangkan racun dari umbi gadung, umbi yang sudah dibersihkan ini lalu diiris tipis, kemudian harus diperam dengan abu untuk selanjutnya dijemur.Setelah dijemur, keripik gadung dicuci bersih untuk dijemur kembali hingga kering, lalu siap digoreng. Keripik gadung memiliki rasa gurih dengan aroma bawang. Keripik gadung memiliki tekstur yang tidak terlalu keras dibandingkan keripik ubi ataupun keripik singkong. Namun, karena pengolahannya yang sulit dan lama, keripik gadung tidak terlalu mudah ditemui dewasa ini. Cara Membuat Keripik Gadung Alat dan Bahan · Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan keripik gadung yang tidak beracun adalah : · Alat-alat yang dibutuhkan meliputi : pisau, wadah, tampah dan beberapa sarana p...
BAHAN-BAHAN 500 gram tepung ketan 250 gram tepung tapioka 2 butir kelapa diparut 1 sdm garam CARA MEMBUAT Campur semua bahan, aduk sampai tercampur dan kukus selama 10 menit. Angkat semua bahan yg sudah dikukus,simpan dalam wadah uleni sampai kalis Bentuk adonan memanjang,potong menggunakan gunting,lakukan sampe adonan habis Goreng sampai kuning ke emasan angkat dan tiriskan tunggu sampai dingin Setelah 2- 3 hari goreng kembali supaya renyah angkat dan tiriskan,tunggu sampe dingin dan siap disajikan SOURCE: https://cookpad.com/id/resep/12482628-1-kalatakan-gurih-dan-renyah-khas-ciamis
Bahan: Tepung beras Kelapa parut gula pasir garam Cara Pembuatan : Tepung beras disangrao sampai matang bersamasama dengan kelapa parut dan gula pasir dicampur dengan sedikit garam, kemudian ditumbuk hingga halus. Fungsi : Sebagai makanan kecil, bisa juga sebagai jajanan anak yang dihidangkan pada waktu siang, sore, atau malam hari, dimakan dengan menggunakan sendok. sumber: http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=806&lang=id
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM10 TASAWUF LKK_CIAMIS2013_MLM10 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa TS 44 hal/19 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Judul naskah dijumpai pada kaver depan Kitab Tasawuf, ditulis oleh Sayyid Abdul Wahab al-Arif Billah, ditulis pada Hari Sabtu 3 Rabiul Awal 1302 Hijrah, Dicetak dan diterbitkan oleh Almiriyah al Kainah di Makkah pada tahun 1301 Hijrah. Kitab ini milik Muhammad Afiyah. Naskah tasawuf ini ditulis dalam bahasa Arab. Ketebalan 40 halaman, setiap halaman 19 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman, diganti dengan tanda penghubung ke halaman berikutnya. Naskah ditulis di atas kertas Eropa dengan tulisan tangan tinta hitam, dijilid dengan benang. Kondisi kertas sedikit agak usang, pada sisi kertas sudah agak mengeriting, namun tulisan masih jelas dibaca. Naskah ini diawali dengan: ” Alḥamdulillāh al Raḥmān Al Raḥīm, Alḥamdu lillāh al-Raḥmān al-Raḥīm. Alḥamdulillāh faraḍa al-taubata, wa ḥarrama...