Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/
Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM10 TASAWUF
LKK_CIAMIS2013_MLM10
Bhs. Arab
Aks. Arab
Prosa
TS
44 hal/19 baris
17.x 11 cm
Kertas Eropa
Judul naskah dijumpai pada kaver depan Kitab Tasawuf, ditulis oleh Sayyid Abdul Wahab al-Arif Billah, ditulis pada Hari Sabtu 3 Rabiul Awal 1302 Hijrah, Dicetak dan diterbitkan oleh Almiriyah al Kainah di Makkah pada tahun 1301 Hijrah. Kitab ini milik Muhammad Afiyah. Naskah tasawuf ini ditulis dalam bahasa Arab. Ketebalan 40 halaman, setiap halaman 19 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman, diganti dengan tanda penghubung ke halaman berikutnya. Naskah ditulis di atas kertas Eropa dengan tulisan tangan tinta hitam, dijilid dengan benang. Kondisi kertas sedikit agak usang, pada sisi kertas sudah agak mengeriting, namun tulisan masih jelas dibaca.
Naskah ini diawali dengan: ” Alḥamdulillāh al Raḥmān Al Raḥīm, Alḥamdu lillāh al-Raḥmān al-Raḥīm. Alḥamdulillāh faraḍa al-taubata, wa ḥarrama al aṣrāra, wa ʼasyhadu an lāilāha illā Allāh waḥdahū lā syarīkalahū wa asyhadu anna syayyidinā wa nabiyyinā Muḥammadan ʽbduhū wa Rasūluhū, ṣafwatun al-akhbāri ṣalla Allāhu wa Sallama ʽalaihi wa ʽalā ālihi wa ṣahbihī al-sādatu al abrāru
Naskah ini berisi pelajaran akhlak dan pelajaran lain terkait dengan tasawuf, antara lain:: 1) Istiqomah fi al-taubat, yaitu makna taubat menurut bahasa, dan syarat rukun taubat; 2) Penyakit Riya dan kegelapan hati yang diakibatkannya; 3) Memakan makanan yang tidak halal mengakibatkan kerasnya hati; 4; 3) Memakan makanan yang tidak halal yang mengakibatkan kerasnya hati; 4) Shalat malam yang akan menerangi gelapnya hari kiamat; 5) Memperbanyak minta ampun kepada Allah Swt sebanyak 70 kali dalam satu hari: 6) Memecahkan kebekuan hati dengan Zikir kepada Allah Swt; 7) Zikir yang menyebabkan turunnya Rahmat Allah Swt.
Lembar terakhir naskah ini diakhiri dengan sebuah syair munajat memohon kepada Allah Swt: ...”Amma al-huda al-’adwa kaʽabatun qāṣidun, wa manhalu warāda al-makārīmu ka al-samʽi. Samtu fī samā-i wa al-husni anwāru ʽilmihī, qaḍā-u lanā aṣlu al-mahāsin bi al-farā’i..... Subḥāna rabbika rabbi al-ʽizzati ʽammā yaṣifūn wa salāmun ’ala al-mursalīn. Wa ṣallallāhu ’alā sayyidinā Muhmmadin wa ālihi wa ṣaḥbihī wa sallim wa alhamdu lillāhi rabbil ’ālamin. Wa kāna al-farāgu min l-kitābu fī yaumi al-khamīsi fī waqti al-ʽaṣri hilāli 7 syahru rabīʽu al-awwali sanatu 1302 Hijrah (ZAI).
ROTASI GAMBAR 90�LKK_CIAMIS2013_MLM10 1 / 201StartStop
Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...
Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...
Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...