Siapa sih yang tidak tau Kue Bulan?Kue Bulan atau yang lebih dikenal dengan nama Mooncake merupakan perkembangan tradisi budaya Nenek Moyang Orang Tionghoa. Di Indonesia ini memang terdapat sangat banyak budaya. Ada budaya lokal dan juga budaya berasal dari luar Indonesia yang telah terakulturasi, salah satunya adalah Kue Bulan. K ue Bulan ini merupakan salah satu bentuk sembahyang kepada bulan bagi Orang Tionghoa. Makanan ini sendiri hanya ada setahun sekali pada pertengahan bulan 8 menurut kalender Lunar, sementara dikalender nasional adalah tanggal 25 Oktober pada tahun penulisan artikel ini. Cerita tentang legenda Kue Bulan ada berbagai versi.Menurut hasil wawancara dengan beberapa orang Tionghoa, versi cerita yang didapatkan adalah cerita berkisah tentang Tiongkok yang telah dikuasai Mongol yang merupakan Dinasti Yuan (1280-1368). Pada saat itu terus terjadi pemberontakan Orang Tiongkok kepada dinasti tersebut,akan tetapi usaha itu tidak pernah berh...
Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Kota Medan terletak di bagian Barat Laut Indonesia dan berada di pinggir pulau Sumatera. Karena letak geografisnya, sebagian penduduk Kota Medan berprofesi sebagai nelayan dan mengandalkan hasil laut sebagai sumber pendapatan utamanya. Salah satu hasil laut yang terkenal dari Kota Medan adalah kerang darah. Pada artikel ini, saya akan membahas tentang salah satu cara mengolah kerang darah yang sudah menjadi makanan sehari-hari di Kota Medan. TUMIS KERANG LADO IJO Bahan : 1/2 kg kerang darah kupas 5 siung bawang merah, iris 2 siung bawang putih, iris 15 cabai hijau keriting, iris miring 2 lembar daun salam 1 ruas ibu jari lengkuas, memarkan 1 batang sereh, memarkan 1/2 sdm asam jawa 1/2 sdt gula pasir garam secukupnya 5 sdm minyak untuk menumis Cara Memasak : Panaskan minyak goreng di wajan. Tumis bawang merah,...
Makanan khas Batak asal daerah Tapanuli Utara salah satunya adalah Ikan Mas Arsik. Ikan Mas Arsik merupakan jenis makanan berupa ikan yang diberi bumbu khas Batak.Ikan Mas Arsik juga sangat digemari oleh orang-orang Batak sehingga tak heran jika setiap ada pertemuan/perkumpulan orang Batak kehadiran Ikan Mas Arsik tidak pernah absen. Setiap pertemuan/perkumpulan yang dimaksud adalah perkumpulan/arisan semarga,acara ulang tahun,acara memasuki rumah baru,acara baptis,acara naik sidi dan acara pernikahan. Mungkin banyak yang bertanya "Mengapa acara orang Batak sangatlah banyak?" Hal ini dikarenakan orang Batak memiliki marga yang banyak oleh karena itu setiap pasangan orang Batak akan saling membawa dua marga yang berbeda dan masing-masing marga pasangan memiliki keluarga dengan beragam marga.Oleh sebab itu maka orang Batak akan sering mengadakan arisan marga yang bertujuan untuk menguatkan tali persaudaraan dan menjalin keakraban satu sama lain. Balik lagi ke makanan khas Batak yang pal...
Maha Vihara Maitreya adalah salah satu vihara terbesar di Indonesia. Vihara ini terletak pada komplek Cemara Asri Medan. Maha Vihara Maitreya dibangun pada tahun 1991. Vihara ini sangat kental dengan ajaran Buddha Maitreya yang mengajarkan cinta kasih semesta. Di bagian utama vihara terdapat ruang baktisala untuk menyembah Buddha Sakyamuni, Bodhisattva Avalokitesvara, dan Bodhisattva Satyakalama. Bangunan ini berkapasitas 1,500 orang. Pilar vihara diukir bentuk naga yang terlihat sangat nyata. Pada dindingnya juga terlihat gambar-gambar seperti gambar tembok raksasa Cina. Pada bagian halaman depan vihara, juga terdapat patung singa di sisi kanan dan kiri Pengunjung dapat menyantap makanan di restoran vegetarian vihara. Selain itu, pengunjung juga dapat membeli barang di toko souvenir vihara. Kita juga dapat melihat sebuah air mancur dengan patung teko yang tampak seperti terbang dan kolam ikan mas. Vihara ini bukan ha...
Mesur-mesuri, yang berarti "Kenyang-Kenyangan", merupakan adat yang bersifat sekali dalam suatu keluarga besar. Adat ini bagi seorang ibu yang mengandung anak pertama selama 7 bulan beserta sang ayah, dimana akan ada seorang sangkep nggeluh dari keluarga pihak pria atau wanita tersebut. Acara ini dilakukan supaya sang bayi akan lahir dengan lancar serta berkembang dengan sehat secara jasmani dan rohani. Sang Ibu juga di acara itu dipersiapkan mental dan fisiknya supaya persalinan bisa berjalan dengan baik sehingga kondisi sang ibu tetap sehat. Dalam acara ini ada acara makan, dimana makanan-makanan kesukaan pasangan disediakan sang pasangan dan para tamu. Setelah disediakan, sang pasangan makan terlebih dahulu beralas tikar putih di ruang tersendiri. Tamu diperbolehkan makan setelah pasangan tersebut sudah mulai makan. Makanan khas yang biasa disediakan dalam acara tersebut adalah satu ekor ayam utuh digulai dengan gu...
Raja Toga Butar-Butar Pada zaman dahulu kala , awalnya suku-suku di Sumatera Utara pada umumnya orang sakti dan suku suku tersebut terbagi menjadi beberapa kerajaan termasuk dalam hal ini Raja Toga Butar-Butar. Raja Toga Butar-butar adalah salah satu suku batak toba yang ada di Sumatera Utara . Raja Toga Butar-Butar mempunyai anak 4 : 1. Namauliutus br. Butar-butar 2. Simananduk (artinya: Depan) 3. Sitagorat (artinya: Tengah) 4. Simananti (artinya: Mengikut) Namauliutus br. Butar-butar anak dari Raja Toga Butar-Butar menikah dengan orang bunian (Guru Dungdang Sohahuaon) yang dikenal sebagai dukun sakti yang tinggal di Gunung Simanuk-manuk. Suatu ketika setelah Simanduk, Sitagorat , dan Simananti besar mereka disuruh oleh orang tuanya mencari kayu untuk keperluan membuat rumah , lalu mereka pergi tetapi sewaktu pergi kehutan tak disangka mereka sampai ketempat kakaknya Namauliutus br. Butar-Butar di Gunung simanuk-manuk. Sewaktu mereka selesai menc...
Ikan Panggang pacak??? Tentunya didalam benak kita pasti bertanya-tanya jenis ikan apakah tersebut, apa maknanya, dimanakah kita bisa mendapatkannya, dan pertanyaan lainnya. Ops! Jangan salah kaprah wahai teman. Ini bukan merupakan jenis ikan, akan tetapi ini merupakan cara memasak ikan yang khas dari Sibolga. Emang gimana masaknya bang? Sebelum itu ana mau ngasih tau dulu ni apa maksudnya ikan panggang pacak. Ikan panggang pacak merupakan masakan ikan yang diberi bumbu untuk memasaknya. Namun, tidak seperti ikan bumbu biasanya, ikan ini ditepuk-tepuk dengan lembut menggunakan batang serai. Mengapa begitu terkenal dan bersejarah? Hal ini disebabkan karena masyarakat Sibolgalah yang terlebih dahulu membuat racikan seperti ini. Hampir diseluruh rumah makan di daerah ini menyuguhkan menu masakan yang serba pedas ini. Ikan panggang pacak ini memiliki aroma yang begitu melekatnya dihidung yang serai menyeruak. Alhasil apabila kamu mencium aromanya seleramu akan langsung kepincut untu...
Di daerah Mandailing Natal, Sumatra Utara khususnya di sepanjang sungai batang gadis terdapat sebuah bagian yang disebut Lubuk Larangan panjangnya sekitar 1 km. Di tempat ini terdapat larangan untuk menangkap ikan. Masyarakat hanya diperbolehkan untuk menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu saja, biasanya dua kali setahun namun dalam bentuk yang terorganisir. Masyarakat yang ingin menangkap ikan pada waktu-waktu tertentu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Di Indonesia, konsep Lubuk Larangan ini tidak hanya ada di Mandailing natal. Konsep ini juga dapat ditemukan di sejumlah desa di Minangkabau dan Jambi. Masyarakat di desa itu juga menjadikan konsep Lubuk Larangan ini sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Awalnya Lubuk Larangan adalah satu kepercayaan masyarakat Mandailing Natal terhadap beberapa kawasan sungai yang dianggap sebagai tempat penghuni mahluk halus atau naborgo-borgo. Pada akhirnya kawasan Lubuk Larangan menjadi kawasan yang angker. Namun hal tersebut...
Buku Ende HKBP secara harfiah adalah sebuah buku yang memuat lagu-lagu pujian yang digunakan dalam kebaktian di HKBP (huria Kristen Batak Protestan/persekutuan Kristen Batak Protestan). Buku ini sering dipakai dalam ibadah di HKBP, baik ibadah Minggu maupun ibadah dalam rangka acara adat. Sebagian lagu-lagu ini diaransemen dan diterjemahkan dari versi aslinya (bahasa asal lagu tersebut), sisanya ada yang diciptakan dalam buku ini (versi aslinya sudah berbahasa Batak, umumnya bahasa Batak Toba). Di dalam buku ende ini ada banyak lagu (sekitar 864 lagu, termasuk suplemen) yang menarik untuk dinyanyikan. Lagu-lagu buku ende pun dibagi ke dalam 3 bagian : Buku Ende awal (no. 1 s/d no. 373) , Haluaon Na Gok (no. 374 s/d no. 556) , dan Sangap di Jahowa (no. 557 s/d no. 864). Di antara ketiga bagian buku ende tersebut, bagian 'Sangap di Jahowa' memiliki lagu-lagu yang sederhana namun indah didengar. Dan bagian ketiga inilah yang sering dipakai dalam beberapa acara adat Batak. OSKMITB...