Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Sumatera Utara Sibolga
'Ikan Panggang Pacak' Sibolga Punya

Ikan Panggang pacak??? Tentunya didalam benak kita pasti bertanya-tanya jenis ikan apakah tersebut, apa maknanya, dimanakah kita bisa mendapatkannya, dan pertanyaan lainnya. Ops! Jangan salah kaprah wahai teman. Ini bukan merupakan jenis ikan, akan tetapi ini merupakan cara memasak ikan yang khas dari Sibolga. Emang gimana masaknya bang? Sebelum itu ana mau ngasih tau dulu ni apa maksudnya ikan panggang pacak. Ikan panggang pacak merupakan masakan ikan yang diberi bumbu untuk memasaknya. Namun, tidak seperti ikan bumbu biasanya, ikan ini ditepuk-tepuk dengan lembut menggunakan batang serai. Mengapa begitu terkenal dan bersejarah? Hal ini disebabkan karena masyarakat Sibolgalah yang terlebih dahulu membuat racikan seperti ini. Hampir diseluruh rumah makan di daerah ini menyuguhkan menu masakan yang serba pedas ini. Ikan panggang pacak ini memiliki aroma yang begitu melekatnya dihidung yang serai menyeruak. Alhasil apabila kamu mencium aromanya seleramu akan langsung kepincut untuk segera melahapnya. Biasanya jenis ikan yang sering digunakan ialah, ikan kakap, ikan gabus, ikan mas, dan lainnya sebagainya. Cara memasak ikan ini gampang-gampang susah, kamu harus kudu sabar memasaknya dengan membolak-balik ikan selama 30 menit lebih yang telah dilumuri oleh bumbu khsanya. Sesekali kamu harus menyelupkam batang serai kedalam bumbu masak, lalu dioleskan lagi pada ikan yang sedang dibakar. Agar lebih nikmat lagi, dalam memanggang ikan ini menggunakan batok kelapa atau kulit kemiri kering. Eits, jangan pakai arang ya teman, karena hal itu dapat membuat bau asap pada ikan. Biasanya ikan pacak memilki beragam paduan bumbu masak sederhana, seperti serai, kelapa, dan wajib pedas dengan cabai, dicampur dengan kunyit dan asam, trus sedikit garam dan jeruk nipis. Sebagai perhatian kelapanya harus diparut dan digiling bersama dengan bumbu lainnya, ingat wajib digiling bukan diblender karena masakannya bisa mengeluarkan bau yang tidak enal. Setelah bumbunya dicamputkan, lalu tinggal olesin deh ke atas ikan yang sedang dibakar secara merata. Selain itu, kamu juga harus menjaga bara agar tidak menjadi api, agar ikannya tidak bau sangit nantinya. Rahasia lain dibalik nikmatnya ikan ini ialah, bumbunya yang higienis dan ikannya yang masih segar. So, apabila kamu ingin memasak ikan pacak kamu harus pastiin dulu agar membeli ikan yang segar. 

Pertayaannya, apakah kamu harus pergi ke Sibolga agar dapat menikamati ikan nan lezat ini? Tenang-tenang kamu tidak harus pergi kok ke Sibolga. Kamu masih tetap bisa menikmatinya dirumah dengan membuatnya sendiri? Nih, saya kasih kamu bagaimana cara dan bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat masakan nan lezat ini.

Bahan-bahan

Bahan-bahan yang diperlukan ialah sebagai berikut:

  • 500 gram ikan kakap merah (jenis ikam lainnya)
  • 1 buah jeruk nipis, lalu ambil airnya
  • 1 sdt garam
  • 1/2 butir kelapa, diparut
  • 100 ml air
  • 10 butir cabai merah keriting
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 buah tomat merah
  • 3 cm kunyi
  • 2 cm jahe, dan
  • 3 cm lengkuas

Prosedur membuat

Pertama, sayat kedua sisi ikan lalu cuci bersih, serta bahan-bahan bumbu dicampur dan dihaluskan.

Kedua, lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam, setelah itu diamkan        selama 20 menit.

Ketiga, parut kelapa dan dicampur air. Kemudian ambil santannya.

Keempat, campur santan dengan bumbu yang telah dihaluskan, aduk rata.

Kelima, balurkan bumbu yang telah sempurna dibuat untuk dioleskan keseluruh badan ikan untuk kemudian dipanggang.

Keenam, selama proses pemanggangan ikan dibolak-balik agar matangnya merata serta bumbunya semakin melekat kepada ikan.

Ketujuh, setelah ikan matang, lalu angkat dan IKAN PANGGANG PACAK SIAP DISAJIKAN. #OSKM2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker