Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Lawang Kabupaten Boyolali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Candi Lawang adalah salah satu situs warisan budaya yang terletak di Dusun Dangean, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kompleks candi yang tidak begitu luas ini cukup sulit untuk ditemukan pengunjung dikarenakan posisinya yang terletak di desa kecil dan sedikit tersembunyi karena berada persis di belakang rumah warga. Selain itu, meskipun ada petunjuk jalan untuk menuju ke area candi, tetap saja masih menyulitkan pengunjung karena petunjuk yang masih kurang jelas. Untuk memasuki area candi Lawang, tak ada tiket masuk bagi pengunjung. Di situs ini ditemukan lima struktur bangunan, yakni sebuah candi induk dan empat candi perwara. Pada candi induk masih dapat dijumpai batur, kaki, tubuh bawah, dan pintu. Sementara empat struktur bangunan lainnya hanya tersisa fondasi dan bagian atas bangunan. https://situsbudaya.id Temuan yoni di sekitar situs menandakan candi ini adalah candi Hindu. Namun, waktu pembangunan Candi Lawang belum diketahui secar...

avatar
OSKM18_16318218_Pandum Arimuladi
Gambar Entri
Makam Ki Balak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

          Balakan terletak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Daerah itu disebut Balakan karena di tempat tersebut terdapat makam Ki Ageng Balak yang dijadikan tempat ritual sejak dahulu kala. Komplek pemakaman ini selalu ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah di setiap harinya yang bertujuan mencari penyelesaian atas masalah dalam kehidupan mereka. Konon katanya, banyak pengunjung yang berhasil dan sukses setelah menjalani ritual di tempat ini. Asal muasal tempat ini yaitu pada siang hari di musim paceklik, warga desa mendengar suara entah dari mana, yang berbunyi: “Yah mene kok golek uwi, kae lho openono panggonanku ono ngisor uwit serut, openono bleduge, panganen kanggo wong sak eyupen blarak. Aku putro wayah ratu ping rolas isih turun Majapahit” Yang kira- kira memiliki arti: “ Zaman sekarang kok cari susah, rawat saja tempatku di bawah pohon serut, bersihkan debunya, maka kamu tidak akan...

avatar
Oskm18_16718195_dhian
Gambar Entri
Digeprek Aja!
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Konon katanya, Ayam Crispy merupakan makanan asal Amerika. Dan ya! Fakta mengatakan bahwa makanan gurih- renyah  ini memang  berasal dari Negri Paman Sam. Berpuluh- puluh tahun lamanya, jutaan pedagang nusantara menggantungkan nasibnya di dunia kuliner ayam asal asing  ini. Bukannya menentang keras makanan non- nusantara, tapi bukankah sepatutnya kita berbangga dengan cita rasa yang Indonesia miliki? Pada tahun 2003, seorang pedagang asal Jogjakarta menyadari bahwa Indonesia dapat menusantarakan Ayam Crispy , tanpa mengklaimnya secara ilegal. Ia adalah Ruminah, pemilik Rumah Makan Bu Rum. Dengan menggeprek (mengulek ) ayam crispy bersama cabai, bawang, dan rempah- rempah lainnya, Bu Rumina sukses menusantarakan Ayam Asal Amerika ini! Tak disangka- sangka, rupanya makanan yang akhirnya dinamai Ayam Geprek ini banyak disukai oleh lidah masyarakat. Tak aneh, mengingat lidah masyarakat memang sudah sepatutnya cinta cita rasa Indonesia juga, kan? Ayam geprek Bu R...

avatar
OSKM18_16118108_Mercyana Abigail
Gambar Entri
Wangsalan, Kreativitas dan Keindahan Tutur Kata
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Wangsalan adalah budaya Jawa dalam bertutur kata sehari-hari di kalangan orang-orang Jawa. Wangsalan yaitu perkataan yang berupa teka-teki ( cangkriman ) yang akar jawabannya tidak diutarakan secara jelas, namun sudah terdapat pada kata kunci yang disampaikan sebelumnya. Wangsalan sering digunakan sebagai jembatan bermain kosa kata untuk menguji seberapa jauh pemahaman orang terhadap kosa kata dalam bahasa Jawa. Wangsalan memiliki berbagai macam jenis berdasarkan bentuk penuturannya. Yang pertama adalah wangsalan lamba , yaitu wangsalan yang akar jawabannya hanya satu saja. Kalimat teka-tekinya berupa satu kalimat yang terdiri dari frasa dan klausa. Frasa yang berada di awal merupakan kata kuncinya, sedangkan klausanya merupakan akar jawaban (teka-teki). Contohnya adalah “ Balung klapa, ethok-ethok ora ngert”i. Jawaban dari wangsalan tersebut adalah bathok. Bathok adalah kata lain dari balung klapa , sedangkan e thok -e thok menjadi akar dari...

avatar
OSKM_16918254_Faiq
Gambar Entri
Cara Membuat Getuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Getuk adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Makanan ini terbuat dari bahan dasar yang cukup mudah didapatkan, yaitu singkong.Makanan ini biasa dijadikan kudapan khususnya pada acara-acara santai seperti arisan, kumpul keluarga, atau bisa juga pada acara penting seperti syukuran.Banyak yang menyukai makanan ini karena cita rasanya yang sederhana, rasanya yang manis namun tidak terlalu menusuk lidah. Hal ini menjadikannya makanan yang tepat untuk dikonsumsi kapan pun kita mau. Maka dari itu, pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat kudapan sederhana ini. Simak penjelasan di bawah ini :   A. Bahan     1. Singkong       (1kg)    2. Gula Merah   (250g)    3. Garam            (secukupnya)    4. Kelapa parut  (1/2 butir)   B. Alat    1. Penumbuk    ...

avatar
OSKM18_19718061_Hana Aiko
Gambar Entri
"Puntuk" Menuju Puncak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Salah satu wujud dari kebudayaan adalah tradisi, suatu tata kelakuan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kabupaten Kebumen banyak memiliki tradisi yang unik di setiap daerahnya. Salah satunya adalah tradisi "puntuk" yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dilihat dari namanya, puntuk secara bahasa berarti bukit kecil atau gundukan tanah. Orang dahulu menamai tradisi ini karena tempat acaranya berada di bukit. Puntuk merupakan tradisi yang dilaksanakan pada saat hari kedua lebaran idul fitri atau sehari setelah melaksanakan salat ied. Pada pagi hari setelah subuh sebelum matahari terbit, orang-orang desa berbondong-bondong menaiki bukit sambil membawa bekal makanan. Setelah sampai di puncak semua orang berkumpul. Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang tetua desa atau kyai. Selanjutnya, orang-orang makan makanan yang telah mereka bawa. Tak...

avatar
OSKM_16918194_FTMD ITB_2018
Gambar Entri
Rurabasa Kata Salah Kaprah dari Jawa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Rurabasa adalah istilah dalam bahasa jawa, Rura artinya rusak dan Jawa artinya Jawa. Sehingga arti dari Rurabasa adalah bahasa yang rusak. Rurabasa adalah kata kiasan dalam bahasa jawa yang penggunaannya salah kaprah atau tidak sesuai konteks yang semestinya. Rurabasa disebut bahasa yang rusak karena memang tidak bernalar, tetapi karena sifat bahasa terutama bahasa jawa yang fleksibel maka hal seperti ini sangatlah dimaklumi oleh masyarakat umum. Rurabasa dibagi menjadi 2 macam yaitu : Rurabasa yang paten, yaitu kata salah kaprah yang tidak bisa dirubah ataupun dibenarkan. Contoh : Adang sega, adang artinya memasak dan sega artinya nasi. Nasi itu sudah matang atau masak tapi mengapa masih dimasak lagi?. Sehingga Adang beras yaitu memasak beras. Menek klapa, menek artinya memanjat dan klapa artinya kelapa. Seharusnya yang dipanjat adalah pohon kelapa bukan kelapanya. Sehingga Menek wit klapa artinya memanjat pohon kelapa. Nguleg sambel, nguleg artinya me...

avatar
OSKM_16918099_Muhammad Iqbal Firdaus
Gambar Entri
Pemalang : Kota Ratusan Logat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

            Indonesia berjuta bahasa.             Daerah beribu aksaranya.             Lalu, kota? Pasti ratusan logatnya.             Pemalang, salah satu kota yang unik di Jawa Tengah. Letaknya yaitu diantara Kota Tegal dan Pekalongan. Jarang yang mengetahui letaknya, padahal dekat dari Ibukota Provinsi Jawa Tengah yaitu Semarang, sekitar dua jam jika menaiki kereta api.             Hari jadi kota ini yaitu tanggal 24 Januari 1575, umurnya sekitar 443 tahun. Terbayang bagaimana kayanya kota ini penuh dengan budayanya. Budaya di kota ini sangatlah banyak dari tarian, makanan khas, busana, asal-usul desa, dan lain sebagaimana. Kali ini ulasan adalah bahasa yang merupakan warisan dari kota ini yang masih terkenal sakralnya...

avatar
OSKM18_16318135_Khusna Ainul Mardliyah
Gambar Entri
Tradisi Nyadran Suran Dusun Giyanti, sebagai sarana kerukunan Masyarakat Kabupaten Wonosobo
Ritual Ritual
Jawa Tengah

        Tradisi Nyadran Suran Dusun Giyanti merupakan kegiatan rutinitas masyarakat Dusun Giyanti Desa Kadipaten Kabupaten Wonosobo setiap tanggal 1 Suro. Tradisi ini dilambangkan sebagai rasa syukur atas nikmat dan keberkahan yang telah Tuhan berikan kepada masyarakat Dusun Giyanti dan permohonan keselamatan. Dalam bahasa jawa, Nyadran berasal dari bahasa sansekerta, sradda yang berisi keyakinan. Dalam masayrakat Jawa pada umumnya, nyadran suran umumnya dilakukan sebagai rangkaian kegiatan untuk membersihkan diri dari dosa dalam rangka menyambut tahun baru islam.         Tradisi Nyadran Suran di Dusun GIyanti telah lama dilaksanakan hampir sejak Kab Wonosobo berdiri, dan melibatkan semua komponen masyarakat. Acara ini sering digunakan sebagai alat pemersatu warga dan seagai ajang silaturahmi bagi warga Dusun Giyanti. Sebelum acara inti dimulai, masyarakat biasanya membuka rumah mereka untuk acar silaturahmi dengan tujuan mempererat hubung...

avatar
OSKM18_16318038_ZOLA SAPUTRA