Kasih Sayang
130 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Susunan Arisan Punguan Guru Mangaloksa Kota Payakumbuh dan Kab. Lima Puluh Kota
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Merantau sudah menjadi budaya turun temurun dari Suku Batak sendiri. Merantau memang adalah pilihan bagi orang Batak. Ketika orang Batak merantau, umumnya mereka akan menetap seterusnya di daerah rantau. Bahkan, banyak orang Batak sendiri yang merantau ke luar Sumatera Utara termasuk ke Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Banyak akhirnya dari mereka yang membentuk punguan (perkumpulan) dari sesama suku marga (Dongan Tubu Na). Penulis sendiri menjadi bagian dari Punguan Guru Mangaloksa atau biasa disingkat PGM. PGM merupakan perkumpulan dari marga Panggabean (Simorangkir Lumban Ratus, Simorangkir, serta Siagian), Hutabarat, Hutagalung, dan Tobing (Hutatorman dan Hutapea). Di Payakumbuh, mereka bersama- sama membentuk PGM. PGM bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan orang-orang perantau di Kota Payakumbuh dan Kab. Lima Puluh Kota. Dalam kegiatannya, diadakan minimal pertemuan bulanan atau arisan di rumah anggota secara bergiliran. Pertemuan dapat juga diadakan bila ada hal-...

avatar
OSKM18_16018028_Anris Y Simorangkir
Gambar Entri
Batagak Panghulu di Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Batagak Panghulu di Minangkabau   Batagak panghulu berarti meresmikan seorang datuk menjadi Panghulu. Dalam adat Minang peresmian atau pengangkatan seorang panghulu tidak dapat dilak ukan oleh keluarga yang bersangkutan saja. Malahan keseluruhan suku dilingkupi dalam satu kesatuan adat berupa (KAN) Kerapatan Adat Nagari inilah yang akan terlibat pula didalam nya nanti. Peresmian haruslah berpedoman dalam petitih adat Minang yakni " Maangkek Rajo sakato Alam - Ma'angkek Panghulu sakato Kaum ". Sebelum itu syarat-syarat  pribadi seorang panghulu juga harus dilihat, dimana jabatan panghulu di minangkabau di turunkan secara turun-temurun. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kemenakannya. Dimana yang berhak mendapat atau memakai gelar panghulu adalah kemenakan dekat, kemenakan di bawah dagu kata orang minang, artinya kemenakan yang setali darah menurut garis matrilineal. Panghulu adalah pemimpin kaum, pembimbing anak-kemenakan, dan men...

avatar
OSKM18_16318179_ADELIA KURNIADI
Gambar Entri
Mengenal Kato Nan Ampek Di Minangkabu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Minangkabau dikenal dengan adatnya yang kental akan sopan santun serta menjunjung tinggi budi pekerti. Minangkabau juga memiliki petatah petitih yang khas dalam mengatur perilaku sehari hari. Namun seiring berkembangnya zaman dan kencangnya arus globalisasi perubahan pun terjadi pada bertutur kata serta perubahan perilaku. Minangkabau mengenal istilah KATO NAN AMPEK yang berarti kata yang empat. Kato maksudnya disana adalah aturan dalam berbicara bagaimana semestinya. Kapan harus berbicara lemah lembut,kapan harus tegas dan sebagainya. Itu semua diatur dalam kato nan ampek atau dalam kata lain kato nan ampek bisa dikatakan sebagai norma atau ketentuan dalam bertutur kata. Kato nan ampek terdiri atas kato mandaki, kato manurun, kato mandata, kato malereang Kato Mandaki Kato mandaki biasanya digunakan dalam berbicara dan bersikap kepada orang yang lebih tua seperti kepada kakak laki-laki (uda), kakak perempuan (uni), ayah (abak), ibu (amak) dan semua orang yang l...

avatar
OSKM18_16018331_Miftahul Husna
Gambar Entri
Kaba Anggun Nan Tongga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

KABA ANGGUN NAN TONGGA Tak banyak yang tahu sejarah pantai Gandoriah. Kisah yang dituturkan lewat cerita kaba ini memang sudah jarang didengar dan diceritakan. Sehingga wajar saja banyak yang tidak tahu kisah cinta tragis antar  Puti Gandoriah dan Anggun nan Tongga. Kaba (kisah) ini biasanya dimainkan/dilakonkan dalam permainan randai di minangkabau. Dan juga, kaba anggun nan tongga ini mungkin aka nada beberapa versi yang sedikit berbeda-beda Meskipun pada awalnya dikisahkan secara lisan beberapa versi kaba ini sudah dicatat dan dibukukan. Salah satunya yang digubah Ambas Mahkota, diterbitkan pertama kali tahun 1960 di  Bukittinggi .   SINOPSIS KABA ANGGUN NAN TONGGA Di sebuah lorong pendalaman kampung, Pariaman, hiduplah seorang pemuda yang bernama Anggun Nan Tongga, yang di juga diberi gelar Magek Jabang. Bundanya, Ganto Sani wafat tak lama sesudah melahirkan Nan Tongga, sedangkan ayahnya pergi bertarak ke Gunung Ledang. Ia diasuh saudara perem...

avatar
OSKM18_16218040_Reza Alifa Zikra
Gambar Entri
Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam adat Minangkabau, acara japuik-majapuik dilakukan setelah ijab-kabul atau akad nikah dilaksanakan. Ijab-kabul biasanya dilakukan di masjid, dipimpin oleh engku khadi atau penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA). Setelah akad nikah di depan engku kadhi dengan dihadiri saksi-saksi, maka telah sah status kedua mempelai sebagai suami istri. Namun, laki-laki atau marapulai, baru dapat mendatangi rumah istrinya setelah ia dijemput sesuai ketentuan adat Minangkabau. Adat manjapuik marapulai ialah sebagai berikut. Petugas Manjapuik Marapulai. Oleh karena marapulai akan bersumando (pindah) ke rumah yang bermamak (beradat), maka adalah haknya menurut adat untuk dijemput oleh pihak mamak rumah dari keluarga istrinya. Dalam pelaksanaannya, bukanlah mamak itu sendiri yang menjemput marapulai, tetapi utusannya yaitu yang sama-sama orang sumando dalam rumah nan bermamak itu. Marapulai dijemput dengan membawa bingkisan dan datang ditunggu dengan carano. Hal ini melambangkan, meskipun...

avatar
Oskm18_16218125_nada
Gambar Entri
Dendeng Batokok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Dendeng batokok adalah masakan khas Sumatera Barat dibuat dari irisan tipis dan lebar daging sapi setelah diiris tipis melebar lalu dipukul-pukul dengan batu cobek supaya daging nya menjadi lembut. Dan kemudian makanan ini diberi cabai hijau yang diiris kasar. Selanjutnya kita akan membahas cara dan bahan bahan untuk membuat dendeng batokok itu sendiri Bahan – bahan   daging Sapi 500 gram (bagian dalam yang lembut) ketumbar 1/2 sendok makan (yang dihaluskan) air kelapa segar 600 ml bawang merah 5 biji bawang putih 3 siung cabe rawit 20 buah cabe hijau 8 buah air asam 1/2 sendok makan margarin 1 sendok makan Garam secukupnya Penyedap secukupnya Cara membuat Dendeng Batokok Asli Padang   Siapkan daging yang akan digunakan, potong agak besar sesuai selera Kemudian haluskan ketumbar, bawang putih, jahe lalu tambahkan 1 sendok teh garam Oleskan bumbu yang tadi dih...

avatar
OSKM2018_16318249_Muhammad Reza Zulkarnain
Gambar Entri
Menangkap Burung dengan Getah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Indonesia merupakan negara yang dianugrerahi Tuhan dengan berbagai macam-macam flora dan fauna. Salah satunya burung. Ada banyak sekali jenis jenis burung di Indonesia. Di daerah saya ,Sumatera Barat , terdapat permainan menangkap burung dengan getah. Mungkin permainan ini juga terdapat di daerah lain. Cara cukup unik dan simpel, yakni menggunakan getah dan burung pengumpan. Getah yang digunakan haruslah mampu membuat burung terperangkap dengan kuat. Salah satunya menggunakan getah nangka. Hal yang lain yang harus disiapkan adalah burung sebagai umpan. Ya, burung pengumpan ini dapat menarik perhatian burung lainnya. Bisa saja untuk menarik lawan jenis atau untuk adu kekuatan, hehehehe. Getah yang sudah terkumpul dioleskan pada sebuah batang kayu di hutan atau tempat populasi burung burung tinggal. Kemudian burung pengumpan diikat kakinya dan diletakkan di atas getah dengan posisi berdiri. Dan kita menunggu waktu saat burung terperangkap.Cara ini biasanya cukup berhasil d...

avatar
Adrianramanda
Gambar Entri
Tradisi Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Manjapuik Marapulai : Prosesi Menjemput Mempelai Pria Minangkabau Ilustrasi - Dok. Majalah Mahligai. “Manjapuik Marapulai”   merupakan acara adat paling penting dalam seluruh rangkaian acara perkawinan menurut adat Minangkabau. Dalam prosesi ini, calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah. Prosesi ini juga dibarengi pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria sebagai tanda sudah dewasa dan akan menjadi pimpinan keluarga. Setelah selesai, pengantin pria beserta rombongan diarak menuju kediaman mempelai wanita untuk bersanding di pelaminan. Perlengkapan yang Perlu Dibawa Secara umum menurut ketentuan adat, dalam menjemput calon pengantin pria ini pihak calon pengantin pria harus membawa tiga bawaaan wajib, yaitu; Pertama :  Sirih lengkap dalam carano (kotak tempat sirih) yang menandakan datangnya secara beradat. Kedua :  Pak...

avatar
OSKM18_19718182_Rafiz Juiansyah
Gambar Entri
Prasasti Pagaruyung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Barat

Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat merupakan daerah yang paling kaya dengan peninggalan prasasti dari masa Melayu Kuno sekitar abar XIII – XIV M, prasasti – prasasti tersebut sebagian besar berasal dari Raja Adityawarman yang memerintah sekitar awal abad sampi seperempat akhir abad XIV M. Jumlah prasasti yang pernah ditemukan di daerah Tanah Datar sekitar 22 buah, yang tersebar di Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Tanjung Emas, dan Kecamatan Lima Kaum. Beberapa buah prasasti yang ditemukan di sekitar Bukit Gombak, kecamatan Tanjung Emas telah dikumpulkan dalam suatu tempat yang kemudian disebut dengan Kompleks Prasasti Adityawarman. Prasasti – prasasti yang ada di kompleks ini dikenal dengan nama Prasasti Pagaruyung. Ada delapan buah prasasti yang terdapat di kompleks ini, yaitu Prasasti Pagaruyung I, II, III, IV, V, VI, VII dan VII Kompleks prasasti ini berada dipinggir jalan raya Pagaruyung – Batusangkar, tepatnya di Jorong Gudam...

avatar
Hamzahmutaqinf