Hari Pendidikan Nasional
109 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kemplang Belacan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kemplang Belacan Kebanyakan makanan khas Pulau Bangka berbahan baku ikan laut. Salah satunya Kemplang Belacan. Kemplang sendiri adalah suatu jenis kerupuk yang dibakar menggunakan pasir dan berbahan baku sagu dan ikan yang dilengkapi dengan sambal atau terasi. Kemplang sendiri sebenarnya sangat populer bukan hanya di Pulau Bangka tapi juga sampe ke pulau-pulau lainnnya. Bahan-bahan yang diperlukan :  1. 500 gr tepung tapioka 2. 200 ml air 3. 3 siung bawang putih 4. 1 sdt ketumbar 5. 3 sdt garam 6. 2 sdt terasi goreng   Langkah-langkah atau cara membuat kerupuk kemplang khas palembang: 1. Membuat adonan: Pertama-tama, ikan disiangi, kemudian di cuci hingga bersih, lalu pisahkan daging ikan dari tulang, dan kulitnya.  1 kg daging ikan ditambah air 2 liter, kemudian digiling hingga halus. Setelah itu tuang tepung tapioka diatas meja ulen. Bisa dibentuk berupa seperti sumur, kemudian tuangka...

avatar
OSKM18_16518377_Rifaldy Aristya Kelana
Gambar Entri
Perayaan Imlek di Indonesia
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (ChúxÄ« 除夕 / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh 十äº"冥 Ã¥...Æ'&Ati...

avatar
OSKM_19818013_Angelica Wiliana
Gambar Entri
Cara Membuat Kecalo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Cara Membuat Kecalo Khas Bangka Bahan : - udang berukuran kecil - garam - gula pasir - cabai - jeruk nipis Alat : - baskom - wadah tertutup yang bersih bisa berupa kaleng Cara Pembuatan : - Udang ditiriskan terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam baskom. Tambahkan gula dan garam kemudian aduk hingga merata. Setelah itu, masukkan ke dalam wadah tertutup - Jika sudah dimasukkan ke wadah tertutup, simpan kecalo dalam ruangan yang teduh. Jangan simpan kecalo dalam kulkas karena akan mengganggu proses fermentasi - Tunggu hingga 3-5 hari, selang beberapa hari tersebut tiap harinya diaduk. - Supaya merata, setelah 3 hari kecalo ditambahan cabai dan jeruk nipis. Setelah itu, boleh dimasukkan ke dalam kulkas - Kecalo khas bangka siap disajikan sebagai pelengkap makanan   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18 16418161 Aldi Murti Firdaus
Gambar Entri
Rebusan Air Jahe
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Kepulauan Bangka Belitung

Jahe biasanya digunakan sebagai bumbu masakan. Selain memberi kehangatan , ternyata jahe memiliki manfaat lain bagi tubuh kita. Salah satunya adalah mengobati penyakit beser. Apa itu beser? beser adalah suatu isitilah umum bagi   istilah yang umum digunakan oleh orang awam untuk menyebut gangguan terlalu sering buang air kecil. Biasanya beser membuat seseorang buang air kecil atau besar lebih dari 8 kali dalam sehari. Pada dasarnya semua orang dapat mengalami gangguan beser sehingga menganggu kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, di Kota Bangka masyarakatnya membuat obat herbal untuk mengatasi penyakit ini dengan  jahe.  Cara membuat obat herbal ini sangatlah mudah, yaitu :  Pertama, rebus jahe dengan air 600 ml sampai mendidih Kemudian, tambahkan gula 1 ons  Setelah air rebusah menyusut setengahnya atau kurang lebih 300 ml, tuang air rebusan ke gelas Satu kali rebusan jahe untuk 1 kali minum dan sehari diminum 3 kali. Minum air ja...

avatar
Fendiariono22
Gambar Entri
Gangan, Sup Ikan Asal Belitung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Jika mendengar kata Belitung, mungkin sebagian dari kita akan langsung teringat novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang legendaris itu. Pulau Belitung menjadi latar tempat cerita fiksi tersebut yang kemudian menjadi tempat syuting ketika novel Laskar Pelangi diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Film tersebut banyak menyorot keindahan Pulau Belitung yang belum terekspos layaknya Pulau Bali. Kala itu, Belitung masih sepi dan belum ramai pengunjung. Sejak adanya film Laskar Pelangi, masyakarat Indonesia pun mulai melirik pesona pulau yang berada di provinsi Bangka Belitung tersebut. Selain keindahan pantai, keanekaragaman tambang, dan banyaknya rawa-rawa, penduduk Belitung pun memiliki ciri khas tradisional mereka. Penduduk Belitung mayoritas adalah dari suku Melayu. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Melayu dan tentunya bahasa Indonesia. Selain itu, Belitung pun punya makanan khasnya sendiri. Kalau Bandung punya peuyeum, Yogyakarta punya gudeg, dan Jakarta...

avatar
OSKM_16118023_Nissa
Gambar Entri
Perayaan Chit Ngiat Pan/Chiong Si Ku (Sembahyang Rebut) di Bangka Belitung
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.   Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah.   Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...

avatar
OSKM18_16518408_Rizkin Geordany
Gambar Entri
Batu Balai
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Alkisah, di sebuah hutan di daerah Mentok, Bangka-Belitung, hiduplah seorang janda miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reot bersama anak laki-lakinya yang bernama Dempu Awang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka menanam ubi, keladi, dan sayur-sayuran di ladang. Hasil yang mereka peroleh hanya cukup untuk dimakan sehari-hari, dan terkadang kurang. Begitulah kehidupan Dempu Awang dan ibunya setiap hari. Lama kelamaan, Dempu Awang pun semakin jenuh dan sering bermalas-malasan pergi ke ladang. Suatu hari, Dempu Awang duduk termenung seorang diri di depan gubuknya memikirkan nasibnya. Di tengah-tengah lamunannya itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik. “Jika aku pergi merantau, bagaimana dengan ibuku? Ia akan tinggal sendirian di sini dan tak ada lagi yang membantunya bekerja di ladang,” pikirnya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Dempu Awang memberanikan diri untuk menyampaikan niat itu kepada ibunya...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Legenda Pulau Kapal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Dahulu, dikisahkan tentang sebuah keluarga yang sangat miskin. Mereka tinggal di dekat Sungai Cecuruk. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, keluarga tersebut hanya mengandalkan hasil dari menjual buah-buahan dan dedaunan ke pasar yang didapatnya dari dalam hutan. Suami istri itu memiliki seorang anak laki-laki bernama Kulup. Kulup sangat rajin membantu orangtuanya mencari nafkah. Semua anggota keluarga saling membantu. Mereka tampak hidup bahagia meskipun menjalani hidup serba kekurangan. Suatu hari, ayah Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda. Rebung itu rencananya untuk dimakan oleh mereka. Tapi, ketika sedang menebang rebung, ia menemukan sebuah tongkat yang berada di rumpun bambu. Pak Kulup, begitu biasanya ia disapa, mengambil tongkat itu dan ingin membuangnya. Sebelum niatnya terlaksana, ia memperhatikan tongkat itu dengan teliti. Ia menganggap tongkat itu bukan tongkat sembarangan. Karena penasaran, dibersihkan tongkat tersebut. Benar saja, sete...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Si Kelingking
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Alkisah, di sebuah desa di Pulau Belitung, hiduplah sepasang suami-istri yang miskin. Walaupun hidup miskin, mereka tetap rukun dan bahagia. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap, karena mereka belum mempunyai anak. Untuk itu, setiap malam kedua orang suami-istri itu senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai seorang anak. “Ya, Tuhan! Karuniakanlah kami seorang anak, walaupun sebesar kelingking!” Rupanya doa mereka dikabulkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Tidak beberapa lama kemudian sang Istri hamil. Sepasang suami-istri itu sangat senang, karena tidak lama lagi akan mendapatkan seorang anak yang selama ini mereka dambakan. Beberapa bulan kemudian, sang Istri pun melahirkan. Namun, mereka sangat terkejut ketika melihat bayi yang keluar dari rahim sang Istri hanya sebesar kelingking. “Bang! Kenapa anak kita kecil sekali, Bang?” tanya sang Istri sedih. Mendengar pertanyaan istrinya, sang Suami hanya diam. Ia seakan-akan tidak percaya apa yang...

avatar
Hamzahmutaqinf