HARI PAHLAWAN
110 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Ceng Beng
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Tradisi Ceng Beng atau lebih dikenal Festival Qingming ( æ¸...æ˜Å½ç¯€)  di Bahasa Mandarin adalah ritual tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival ini diadakan pada tanggal 5 April (4 April jika tahun kabisat) dan ziarah makam diadakan antara 10 hari sebelum dan sesudah hari Ceng Beng (25/24 Maret-15/14 April) dengan puncaknya pada hari minggu terakhir sebelum 5 April. Di Indonesia, tradisi ini dapat disamakan dengan 'nyekar'. Untuk Orang Tionghoa biasanya ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mengingat nenek moyang, berdoa di depan kuburan nenek moyang, membersihkan sekitar kuburan, atau memberi sesaji. Biasanya, setelah selesai membersihkan makam, Orang Tionghoa membakar kertas berwarna keemasan (kim cua) dan kertas yang berwarna keperakan (gin cua) untuk upacara sembhayang. Sesudah acara Ceng Beng, biasanya Orang Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar dan berwisata ke wilayah sekitar. #OSKMITB2018...

avatar
OSKM18_16618406_Christophorus Leonardo
Gambar Entri
Kemplang Belacan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kemplang Belacan Kebanyakan makanan khas Pulau Bangka berbahan baku ikan laut. Salah satunya Kemplang Belacan. Kemplang sendiri adalah suatu jenis kerupuk yang dibakar menggunakan pasir dan berbahan baku sagu dan ikan yang dilengkapi dengan sambal atau terasi. Kemplang sendiri sebenarnya sangat populer bukan hanya di Pulau Bangka tapi juga sampe ke pulau-pulau lainnnya. Bahan-bahan yang diperlukan :  1. 500 gr tepung tapioka 2. 200 ml air 3. 3 siung bawang putih 4. 1 sdt ketumbar 5. 3 sdt garam 6. 2 sdt terasi goreng   Langkah-langkah atau cara membuat kerupuk kemplang khas palembang: 1. Membuat adonan: Pertama-tama, ikan disiangi, kemudian di cuci hingga bersih, lalu pisahkan daging ikan dari tulang, dan kulitnya.  1 kg daging ikan ditambah air 2 liter, kemudian digiling hingga halus. Setelah itu tuang tepung tapioka diatas meja ulen. Bisa dibentuk berupa seperti sumur, kemudian tuangka...

avatar
OSKM18_16518377_Rifaldy Aristya Kelana
Gambar Entri
Perayaan Imlek di Indonesia
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (ChúxÄ« 除夕 / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh 十äº"冥 Ã¥...Æ'&Ati...

avatar
OSKM_19818013_Angelica Wiliana
Gambar Entri
Asal Usul Nama Bandara Pangkal Pinang, Depati Amir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Di kota Pangkal Pinang, terdapat bandara yang dulunya mungil bernama Bandar Udara Depati Amir. Bandara tersebut dulu merupakan bandara mungil yang sederhana. Namun sejak dibangunnya terminal baru, maka sejak Januari 2017, Bandara Depati Amir resmi memindahkan operasional ke gedung terminal baru yang lebih modern walaupun ukurannya tidak terlalu besar. Namun, beberapa orang masih belum mengetahui mengapa Bandara di Pangkal Pinang tersebut diberi nama Depati Amir. Kali ini saya akan menjelaskan sejarah mengapa Bandara ini diberi nama Depati Amir. Depati Amir adalah salah satu pahlawan yang berjasa di Indonesia. Depati Amir merupakan putra sulung dari Depati Bahrin dan Depati Amir memiliki adik bernama Hamzah. Ia mendapatkan gelar Depati dari Belanda. Awalnya ia menolak namun lama kelamaan nama Depati pun melekat baik bagi Depati Amir maupun Depati Hamzah. Depati Bahrin merupakan pemimpin dari gerakan perlawanan rakyat Bangka terhadap penjajahan Belanda. Amir dan Hamzah pun jug...

avatar
OSKM18_16818011_Ricky
Gambar Entri
Cara Membuat Kecalo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Cara Membuat Kecalo Khas Bangka Bahan : - udang berukuran kecil - garam - gula pasir - cabai - jeruk nipis Alat : - baskom - wadah tertutup yang bersih bisa berupa kaleng Cara Pembuatan : - Udang ditiriskan terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam baskom. Tambahkan gula dan garam kemudian aduk hingga merata. Setelah itu, masukkan ke dalam wadah tertutup - Jika sudah dimasukkan ke wadah tertutup, simpan kecalo dalam ruangan yang teduh. Jangan simpan kecalo dalam kulkas karena akan mengganggu proses fermentasi - Tunggu hingga 3-5 hari, selang beberapa hari tersebut tiap harinya diaduk. - Supaya merata, setelah 3 hari kecalo ditambahan cabai dan jeruk nipis. Setelah itu, boleh dimasukkan ke dalam kulkas - Kecalo khas bangka siap disajikan sebagai pelengkap makanan   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18 16418161 Aldi Murti Firdaus
Gambar Entri
Rebusan Air Jahe
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Kepulauan Bangka Belitung

Jahe biasanya digunakan sebagai bumbu masakan. Selain memberi kehangatan , ternyata jahe memiliki manfaat lain bagi tubuh kita. Salah satunya adalah mengobati penyakit beser. Apa itu beser? beser adalah suatu isitilah umum bagi   istilah yang umum digunakan oleh orang awam untuk menyebut gangguan terlalu sering buang air kecil. Biasanya beser membuat seseorang buang air kecil atau besar lebih dari 8 kali dalam sehari. Pada dasarnya semua orang dapat mengalami gangguan beser sehingga menganggu kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, di Kota Bangka masyarakatnya membuat obat herbal untuk mengatasi penyakit ini dengan  jahe.  Cara membuat obat herbal ini sangatlah mudah, yaitu :  Pertama, rebus jahe dengan air 600 ml sampai mendidih Kemudian, tambahkan gula 1 ons  Setelah air rebusah menyusut setengahnya atau kurang lebih 300 ml, tuang air rebusan ke gelas Satu kali rebusan jahe untuk 1 kali minum dan sehari diminum 3 kali. Minum air ja...

avatar
Fendiariono22
Gambar Entri
Gangan, Sup Ikan Asal Belitung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Jika mendengar kata Belitung, mungkin sebagian dari kita akan langsung teringat novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang legendaris itu. Pulau Belitung menjadi latar tempat cerita fiksi tersebut yang kemudian menjadi tempat syuting ketika novel Laskar Pelangi diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Film tersebut banyak menyorot keindahan Pulau Belitung yang belum terekspos layaknya Pulau Bali. Kala itu, Belitung masih sepi dan belum ramai pengunjung. Sejak adanya film Laskar Pelangi, masyakarat Indonesia pun mulai melirik pesona pulau yang berada di provinsi Bangka Belitung tersebut. Selain keindahan pantai, keanekaragaman tambang, dan banyaknya rawa-rawa, penduduk Belitung pun memiliki ciri khas tradisional mereka. Penduduk Belitung mayoritas adalah dari suku Melayu. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Melayu dan tentunya bahasa Indonesia. Selain itu, Belitung pun punya makanan khasnya sendiri. Kalau Bandung punya peuyeum, Yogyakarta punya gudeg, dan Jakarta...

avatar
OSKM_16118023_Nissa
Gambar Entri
Perayaan Chit Ngiat Pan/Chiong Si Ku (Sembahyang Rebut) di Bangka Belitung
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.   Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah.   Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...

avatar
OSKM18_16518408_Rizkin Geordany
Gambar Entri
Batu Balai
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Alkisah, di sebuah hutan di daerah Mentok, Bangka-Belitung, hiduplah seorang janda miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reot bersama anak laki-lakinya yang bernama Dempu Awang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka menanam ubi, keladi, dan sayur-sayuran di ladang. Hasil yang mereka peroleh hanya cukup untuk dimakan sehari-hari, dan terkadang kurang. Begitulah kehidupan Dempu Awang dan ibunya setiap hari. Lama kelamaan, Dempu Awang pun semakin jenuh dan sering bermalas-malasan pergi ke ladang. Suatu hari, Dempu Awang duduk termenung seorang diri di depan gubuknya memikirkan nasibnya. Di tengah-tengah lamunannya itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik. “Jika aku pergi merantau, bagaimana dengan ibuku? Ia akan tinggal sendirian di sini dan tak ada lagi yang membantunya bekerja di ladang,” pikirnya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Dempu Awang memberanikan diri untuk menyampaikan niat itu kepada ibunya...

avatar
Hamzahmutaqinf