Naskah ini disalin Brandes pada 1894, isi naskah ini dari naskah-naskah Babad Bamblangan versi prosa 1. Naskah dilengkapi terjemahan yang disunting oleh Tuti Munawar pada 10 Oktober 1974 dan diterbitkan oleh Pusnas. Terdapat dua stempel kepemilikan dari Tjoa Liang Gie, Bandowoso, Java dan; Batavia Genootschap. Jilid dan lem sudah mulai rusak. Naskah bertema sejarah ini ditulis dalam bentuk prosa, berbahankan kertas Eropa bergaris berjumlah 18 halaman berukuran 20,8 x 33,1 cm. Teks masih dapat dibaca dengan baik, ditulis miring di dalam ruang tulis yang berukuran 20,4 cm menggunakan pena warna hitam dengan aksara dan bahasa Jawa, ukuran hurufnya yaitu 0,4 cm dan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 40 baris per halaman. Pemerolehan naskah ini tidak dijelaskan lebih jauh, hanya disebutkan bahwa pemilik asal naskah ini yaitu Tjoa Liang Gie. Sekarang naskah tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas dengan nomor naskah KBG 337, dengan nomor roll film 160.02. Tentang naskah ini dapat dilihat...
Benteng VOC Kalimo’ok merupakan salah satu benteng yang berada di Pulau Madura. Benteng peninggalan Belanda ini terletak di Jalan By Pass, Dusun Bara’ Lorong, Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, atau tepatnya berada di belakang SDN Kalimo’ok I No. 17. Benteng peninggalan Belanda ini tidak berada di pinggir jalan, sehingga tidak mudah untuk ditemukan bila baru pertama kali mengunjunginya. Harus tidak malu untuk bertanya berkali-kali bila ingin mengetahui keberadaan benteng tersebut. Sebagai patokannya adalah lokasi SDN Kalimo’ok I, karena untuk menuju ke benteng tersebut, di sebelah selatan sekolahan tersebut terdapat gang atau lorong yang banyak ditumbuhi rerumputan menuju pintu gerbang benteng tersebut. Berdasarkan catatan sejarah yang ada, benteng VOC ini dibangun pada tahun 1785. Pembangunan benteng ini sebenarnya...
Benteng Erfprins terletak di Jl. K.S. Tubun, Dusun Sumur Kembang, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Lokasi benteng ini mudah dicapai, karena terletak di Kota Bangkalan. Dekat dengan Kantor Laka Lantas Polres Bangkalan. Keberadaan benteng ini merupakan peninggalan Belanda di Bumi Madura. Masyarakat sekitar umumnya mengenal benteng ini sebagai Benteng Bangkalan atau Benteng Kolonial. Namun sebenarnya benteng ini bernama benteng Erfprins. Berdasarkan catatan dokumen Belanda yang ada, benteng ini dibangun semasa pemerintahan Raja Willem I (1817-1848). Saat dibangun, lahirlah anak Raja Willem I yang berdasarkan kebiasaan raja di Belanda, diberi nama “Erfprins. Barangkali sebagai bentuk monumen atas kegembiraan kelahiran putranya, maka bangunan benteng tersebut dinamakan benteng Erfprins atau dalam bahasa Indonesia: Warisan Pangeran. Benteng ini memiliki cerita kekunaan yang...
Lontong balap adalah makanan khas daerah Surabaya yang lezat. Makanan ini terdiri atas lontong, lento (tempe tua yg digoreng), kecambah, kuah dan petis. Biasanya penjual menggunakan gerobak. Namun mengapa namanya ialah lontong balap? Alkisah pada tahun 50an di Jl. Semarang di Surabaya banyak penjual lontong, dan pada masa itu penjual berjualan menggunakan gentong besar untuk menampung bahan-bahannya, sehingga mereka harus berjalan cepat sehingga seperti orang balapan (lomba lari dalam bahasa Jawa). Berikut cara pembuatannya: Bahan-bahan: 4 bungkus Lontong ( 500 gr ), dipotong-potong agak tebal 8 buah Tahu goreng matang, dipotong-potong agak tipis 8 buah Lentho goreng 200 gr Tauge Kecap manis secukupnya Bahan-bahan kuah: 1 Ltr Air matang, untuk merebus daging ( 1 ilter diambil sebagai kaldu daging ) 250 gr Daging sapi yang berlemak 50 gr Daun bawang diiris-iris 3 sdm Minyak goreng, untuk menumis Bumbu...
Upacara Adat Ulur-Ulur merupakan wujud ucapan terima kasih dan rasa hormat kepada leluhur yang telah dikaruniai kemurahan dari Tuhan berupa sumber air, dalam istilah Jawa adalah "Cikal Bakal". Sumber air ini berasal dari bekas peninggalan sejarah dalam bentuk telaga yang dimanfaatkan oleh warga sejumlah 4 desa, yauitu desa Sawo, desa Gedangan, desa Gamping, dan desa Ngentrong untuk pengairan 4 desa tersebut. Telaga tersebut berupa sumur dengan garis tengah kurang lebih 75 meter dan di sebut telaga Buret karena terletak di Dukuh Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Menurut kepercayaan, yang menguasai (mbau reksa) di telaga Buret adalah Mbah Jigan Jaya. Oleh karena itu, setiap tahunnya pada hari Jum’at legi bulan Sela(penanggalan jawa) diadakan ritual Ulur-ulur di telaga Buret. Ritual Ulur-ulur yang diadakan berupa upacara sesaji atau upacara pepetri. Oleh masyarakat setempat ritual Ulur-ulur telah menjadi adat kebiasaan turun temurun dari nenek...
Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah permainan tradisional yang kita sering mainkan saat jam istirahat sekolah dasar. Permainan ini sangat mudah dan unik sekali. Cara singkat untuk bermain petak jongkok ada dua yaitu berjaga dan menghindari penjaga dengan berjongkok. Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Bahkan permaian ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Mengapa permainan tradisional ini disebut atau dijuluki permainan candak ndodok? Karena permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Gambreng adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain...
Kue lumpur adalah salah satu dari banyak kue basah. Termasuk kue basah karena kue lumpur tidak bisa tahan lama. Berasal dari daerah Sidoarjo, Jawa Timur, kue lumpur juga banyak ditemukan di daerah-daerah lain. Kue bertekstur lembut ini berbentuk seperti bulan dan berwarna dominan coklat dan kuning dengan dihiasi kismis di tengahnya. Bahan untuk membuat kue lumpur: 500gram kentang, dikukus dan dihaluskan 250gram tepung terigu 250gram gula pasir 850ml santan hangat 4 butir telur 100gram mentega cair 1 sdt garam 1 sdt vanili kismis untuk topping Cara membuat: Kocok telur, vanili, dan gula dalam wadah dengan mixer sampai mengental. Masukkan kentang dan aduk hingga rata. Tambahkan tepung terigu ke dalam adonan dan aduk hingga rata. Tambahkan garam, santan, dan margarin cair. Aduk hingga rata. Panaskan cetakkan kue lalu oleskan dengan margarin. Tuangkan adonan ke dalam cetakkan kue dan...
Situs pemakaman Aryo Blitar adalah sebuah komplek pemakaman/ tempat peristirahatan terakhir dari Adipati Blitar yaitu Aryo Blitar. Pemakaman ini terletak di wilayah kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Lokasi tepatnya yaitu Jalan Pamungkur Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar atau sebelah barat daya kurang lebih 2 KM dari pusat kota Blitar. Aryo Blitar sendiri sebenarnya mempunyai nama asli Gusti Soedomo dia diangkat menjadi K.G.P. Adipati Haryo Blitar 1, dia adalah paman dari Hamengku Buwono 1( Pangeran Mangkubumi) raja dari Keraton Yogyakarta. Adipati Aryo Blitar sendiri diyakini sebagai Pendiri ( pepunden ) Blitar. Menurut sejumlah buku sejarah, terutama buku Bale Latar, Blitar didirikan pada sekitar abad ke-15. Nilasuwarna atau Gusti Sudomo , anak dari Adipati Wilatika Tuban, adalah orang kepercayaan Kerajaan Majapahit, yang diyakini sebagai tokoh yang mbabat alas. Sesuai dengan sejarahnya, Blitar dahulu adalah hamparan hutan yang masih belum ter...
Kerupuk upil adalah cemilan khas Jawa Timur. Kerupuk ini berbahan dasar tepung tapioka. Kerupuk ini digoreng menggunakan pasir panas, karena itu kerupuk ini dinilai lebih sehat daripada kerupuk lainnya yang digoreng menggunakan minyak. Karna tidak digoreng kerupuk ini mengandung sangat sedikit lemak dan kolesterol. Kerupuk ini bisa menjadi solusi untuk Anda yang tidak bisa makan tanpa kerupuk. Dengan kandungan lemak dan kalori yang rendah Anda juga bisa mengurangi kalori harian Anda. Karena jika sudah mulai melempem kerupuk ini bisa kembali renyah hanya dengan dijemur di bawah sinar matahari. Kenapa kebanyakan orang Jawa Timur menyebut kerupuk ini kerupuk upil adalah pada saat dimakan kerupuk ini meninggalan rasa lengket didalam mulut. kadang kerupuk ini berwarna putih dan merah muda dan disajikan dengan sambak rujak atau sambal petis. Di daerah Jawa Timur kerupuk ini banyak dijumpai di daerah Kediri dan Jombang di jalur selatan yang biasanya dilewati pem...