makanan
1.415 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Kalibakung dan Lebaksiu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

(Mohon maaf jika cerita tidak akurat dan lengkap, didengar dari narasumber seorang warga Slawi, yang setiap malam berjualan Ronde di bilangan Ruko Slawi). Dahulu kala di sekitar Lebaksiu, tinggal seorang pencari ikan yang tinggal dengan istrinya di desa tepi sungai Gung. Suatu hari lelaki itu, yang dikenal dengan Pak Rumpung, seperti biasa pergi ke sungai Gung untuk mencari ikan. Hari itu belum banyak ikan di dapat. Ketika menyusuri sungai, ditemukan sebutir telur. Tidak diketahui itu telur apa. Dikiranya telur ayam yang mungkin secara tidak sengaja bertelur di tepi sungai. Di bawa pulang telur itu, ketika sore harinya dengan gembira, karena selain mendapat ikan, dia mendapat pula sebutir telur Setibanya dirumah diceritakan tentang telur yang ditemukannya kepada istrinya, lalu dia meminta istrinya agar merebus telur untuk sarapan besok harinya. Pagi harinya, sebelum mencari ikan, Pak Rumpung sarapan sendirian kartena istrinya telah lebih dulu berangkat ke sawah. Ketika s...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Sundel Bolong
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita ini bermula pada waktu penjajahan jepang di Indonesia, tersebutlah seorang wanita yang berasal dari keluarga petani miskin namun bernorma. Awalnya dia adalah gadis baik2 dann menikah dengan petani baik2 pula, tak ada hal istimewa dari kehidupan mereka selain diselimuti kelaparan dan ketakutan akibat penjajahan seperti halnya penduduk yang lain, hingga wanita itu mengandung anak pertamanya dan tanpa sepengetahuan siapapun dia sembunyikan oleh suaminya ke dalam hutan belantara demi keselamatan istri dan calon anaknya. Di dalam hutan sang istri dibuatkanlah rumah kecil berdinding gedhek(anyaman bambu), dan disana sang istri hanya dibekali sebuah tikar, 4 potong ubi mentah dan sepotong bambu berisi air minum, maka tinggallah dia sendirian sedangkan suaminya kembali ke desa agar tak dicurigai oleh pihak penjajah. Ketika ditanya para penjajah petani itu hanya mengaku istrinya minggat(kabur) kekota, sehingga penduduk menganggapnya sebagai wanita nakal/sundel (bahasa k...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ritual Pendem Wedus Kendit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bulan Syura merupakan bulan yang penting bagi warga adat di Dataran Tinggi Dieng. Pada bulan ini di dataran Tinggi Dieng digelar sejumlah tradisi yang diantaranya adalah ritual menanam kepala dan kaki kambing hingga kirab keliling kampung selama tujuh hari tiap malam jum’at. Bagaimana dan seperti apa prosesi tersebut berlangsung, itulah yang akan Arsip Budaya Nusantara paparkan dalam postingan kali ini. Selamat menyimak… Diawali dengan mencari kambing dengan ciri-ciri tertentu, warga adat di Dataran Tinggi Dieng bersiap untuk menggelar prosesi upacara yang rutin dilaksanakan di bulan Syura yakni ritual pendem kepala dan kaki kambing. Kambing yang digunakan untuk ritual ini memang harus kambing khusus yaitu kambing yang memiliki warna bulu hitam dengan bulu bergaris putih melintang di tubuhnya yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai wedus kendit. Setelah ciri-ciri kambing seperti di atas ditemukan maka, barulah kemudian hari di mana ritual tersebut ditentuk...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Hantu Wewe Gombel
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

 Di Semarang dan Jawa Tengah berkembang mitos adanya hantu dengan sebutan Wewe Gombel. Di daerah lain dikenal dengan nama Kolong Wewe. Menilik namanya, Wewe Gombel adalah hantu "pribumi" Semarang. Kita mulai pencarian sejarah lahirnya mitologi itu dengan mengunjungi sebuah bukit di Semarang bernama Gombel. Kawasan ini sangat dikenal. Jika kita menuju Semarang atas dari kota bawah, dipastikan kita melewati Jalan Setiabudi atau Gombel Baru dari arah Pasar Jatingaleh dan dari Jalan Setiabudi, menuju Jatingaleh melintasi Jalan Gombel Lama. Jalan itu sesungguhnya adalah lereng bukit bernama Gombel. Di puncak bukit itu, berdiri sebuah bangunan besar yang sekarang kosong. Bangunan itu adalah bekas Hotel Sky Garden. Begitu rimbunnya pepohonan, bangunan itu tak bisa dilihat. Untuk menuju ke bangunan itu, kita bisa melewati sebuah gapura berbentuk Candi. Hingga menemukan palang besi sebagai akses masuk. Saat ini bangunan dua lantai itu terkesan kurang terawat. Selain karena b...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Hantu Genderuwo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Menurut mitos, pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatan Slogohimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo, sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.     Istilah genderuwa yang sebenarnya diduga berasal dari bahasa Kawi gandharwa yang berakar dari bahasa Sansekerta gandharva. Gandharwa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha (yang merupakan kepercayaan dominan di zaman kerajaan Hindu Buddha di nusantara) digambarkan sebagai makhluk berwujud manusia berjenis kelamin pria yang tinggal di kahyangan.     Mitos genderuwa sebagai makhluk gaib sendiri diduga berakar dari mitos kuno Persia gandarewa. Dalam mitos Persia, gandarewa adalah siluman air Persia yang terus-menerus mencoba...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Gudangan Khas Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Gudangan adalah makanan khas Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis sayuran yang direbus dan disajikan dengan bumbu gudangan. Bumbu gudangan berasal dari perpaduan ulekan sambal dan parutan kelapa. Gudangan tersebar luas di daratan Jawa dan memunculkan berbagai versi tersendiri di setiap daerah. Misalnya di daerah Jawa Timur, gudangan terkenal dengan istilah "trancam" atau "urap". Perbedaannya terlihat jelas pada cara peracikannya, dimana sayuran trancam atau urap tidak direbus terlebih dahulu sementara sayuran pada gudangan direbus matang. Perbedaan lain juga terlihat jelas pada peracikan bumbu keduanya. Dimana trancam menggunakan kelapa parut yang sudah dikukus terlebih dahulu sementara gudangan menggunakan kelapa parut mentah.   Berikut lampiran resep/cara pembuatan Gudangan khas Semarang.   BAHAN YANG DIPERLUKAN :  Kacang panjang Bayam/Daun Singkong/Sawi/Kangkung Kecambah Bahan Bumbu : 1/2 butir Kelapa parut yang m...

avatar
OSKM18_16718043_William
Gambar Entri
Intip Ketan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Intip Ketan merupakan salah satu makanan Khas Kota Kudus yang terbuat dar bahan dasar tepung ketan yang telah dicampur dengan parutan kelapa. Campuran adonan tersebut kemudian dimasak dengan menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat. Makanan khas Kudus yang satu ini memiliki cita rasa yang dominan manis karena etrdapat taburan gula putih di atasnya.

avatar
Asasiaya
Gambar Entri
Bongko Mento
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Makanan khas Kota Pemalang salah satunya adalah Bongoko Mento. Makanan khas ini terbuat dari bahan dasar tepung terigu yang telah didadar terlebih dahulu, kemudian dalamnya diisi dengan tumis  buah pepaya yang telah ditambahkan dengan bumbu khas dan tak lupa pula tambahan suwiran daging ayam di dalamnya.

avatar
Asasiaya
Gambar Entri
Ngoyang Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sebagai kota pelabuhan, Semarang sudah selayaknya menjadi kota dengan diversitas yang tinggi. Sejarah pembentukannya yang tidak lepas dari ramainya perdagangan pada pertengahan abad 16, menjadikan banyak budaya luar yang masuk ke wilayah awal Semarang dan berakulturasi dengan budaya setempat. Pengaruh budaya Tionghoa dan Arab sangat kental terasa di kota Semarang, terutama di daerah Kauman dan Pecinannya. Hal ini juga membuat makanan khas Semarang menjadi beragam, salah satunya adalah ngoyang. Ngoyang adalah makanan khas Semarang yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa pada awalnya. Ngoyang sejatinya adalah daging giling (biasanya babi) yang dibumbui lalu dibungkus kulit lumpia dan digoreng. Ngoyang yang non halal biasanya dijadikan lauk makan dengan nasi bersama beberapa irisan daging babi panggang dan saos khasnya. Walaupun begitu, karena akulturasi budaya, daging babi dalam ngoyang seringkali diganti dengan daging ayam supaya semua kalangan masyarakat dapat menikmatinya. Ngoyang da...

avatar
Oskm18_16518136_edo