Sebagai kota pelabuhan, Semarang sudah selayaknya menjadi kota dengan diversitas yang tinggi. Sejarah pembentukannya yang tidak lepas dari ramainya perdagangan pada pertengahan abad 16, menjadikan banyak budaya luar yang masuk ke wilayah awal Semarang dan berakulturasi dengan budaya setempat. Pengaruh budaya Tionghoa dan Arab sangat kental terasa di kota Semarang, terutama di daerah Kauman dan Pecinannya. Hal ini juga membuat makanan khas Semarang menjadi beragam, salah satunya adalah ngoyang. Ngoyang adalah makanan khas Semarang yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa pada awalnya. Ngoyang sejatinya adalah daging giling (biasanya babi) yang dibumbui lalu dibungkus kulit lumpia dan digoreng. Ngoyang yang non halal biasanya dijadikan lauk makan dengan nasi bersama beberapa irisan daging babi panggang dan saos khasnya. Walaupun begitu, karena akulturasi budaya, daging babi dalam ngoyang seringkali diganti dengan daging ayam supaya semua kalangan masyarakat dapat menikmatinya. Ngoyang dapat dengan mudah kita jumpai di warung-warung nasi kucing (angkringan) di Semarang. Selain itu, di sekolah-sekolah juga seringkali dijajakan oleh pedagang kaki lima. Pembuatannya yang mudah dan rasanya yang gurih menjadikan ngoyang difavoritkan oleh masyarakat.
Berikut adalah bahan dan resep pembuatan ngoyang.
Bahan :
· Daging babi / ayam yang telah digiling
· Telur ayam
· Tepung sagu
· Daun bawang merah
· Bubuk ngoyang / ngohiong
· Garam
· Merica
· Kulit lumpia
· Minyak goreng
Cara membuat :
· Kocok telur lalu tambahkan garam, merica, bubuk ngoyang, dan daun brambang sampai merata
· Masukkan daging giling
· Aduk rata sambil diberi tepung sagu sedikit-sedikit sampai adonan isian mengental
· Ambil adonan isian tersebut secukupnya sehingga dapat digulung dengan kulit lumpia
· Goreng dengan api sedang sampai kulit berwarna kecoklatan dan mengering
· Tiriskan dan ngoyang siap untuk disantap
*Untuk saos biasanya menggunakan saus tauco atau saus sambal
*Biasanya ngoyang dipotong kecil-kecil untuk mempermudah dalam memakan
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...