tahun baru islam
1.027 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kripik Tempe Malang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Kripik Tempe berasal dari Malang, Jawa Timur bahkan sebelum zaman kolonial Belanda. Sebelumnya menurut Serat Centhini, syair tentang perjalanan anak-anak Sunan Kalijaga, tempe berasal dari Jawa Tengah sejak abad 18 sebelum Serat Centhini dipublikasikan. Seiring waktu, olahan tempe meluas dan berkembang semakin kreatif seperti ; bacem, penyet, dan salah satunya adalah kripik tempe. Ide pembuatan kripik tempe sendiri berawal dari efisiensi pasar tempe diluar daerah tanpa harus membawa pulang sisa hasil dagangan yang hanya bertahan satu hari. Kripik tempe yang umumnya hanya digoreng, lambat laun semakin variatif misalnya rasa keju, coklat, balado, dan lain-lain. Tempe di Kota Malang sendiri telah menempati daftar urut cindera mata wisatawan nomor dua setelah keramik Dinoyo Malang. Kripik tempe memang layak untuk dijadikan buah tangan karena praktis dan rasa khasnya tidak terdapat di tempat lain di Indonesia. Meskipun karena keterlambatan atau kesederhanaan memproduksi sehingga tida...

avatar
OSKM18_16818197Nadya Salsabila Daniputri
Gambar Entri
Pertunjukan Layang Ambiya
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Blitar adalah salah satu daerah yang memiliki banyak seni pertunjukan yang unik dan menarik. Kalian pasti sudah sering mendengar istilah Grebeg Pancasila. Ya, Grebeg Pancasila merupakan salah satu pertunjukan tahunan di Blitar. Namun, kali ini saya tidak akan membahas tentang Grebeg Pancasila, melainkan Layang Ambiya. Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mewawancara Bapak Nasrudin Abdul Haris, seorang perangkat desa Kemloko, Blitar sekaligus pemain Layang Ambiya, dan Bapak Sutrisno, seorang pemain Layang Ambiya senior. Layang Ambiya berasal dari gabungan dua kata, Layang dan Ambiya. Layang diambil dari bahasa jawa yang berarti surat atau tulisan, sedangkan Ambiya berasal dari bahasa arab Ù†ÙÃ...½Ã˜Â¨Ã™Ã...½Ã˜ÂÂ&...

avatar
Oskm2018_16218103_atikpereztia
Gambar Entri
Perjalanan Jembatan Merah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Bagi warga Surabaya pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Jembatan Merah. Jembatan yang berada di atas sungai kalimas ini dibuat pada zaman penjajahan Belanda, atas persetujuan Pakubuwono II dengan VOC tahun 1743. Bentuk jembatan ini pada awalnya adalah kayu mengingat teknologi yang berkembang saat itu belum sebagus sekarang. Dahulu, banyak sekali kapal-kapal bersandar di Jembatan Merah karena belum ada Tanjung Perak, sehingga menjadi pusat perdagangan. Jembatan merah sangat lah bersejarah karena telah melalui banyak peristiwa. Salah satunya adalah terbunuhya A.W.S. Mallaby (pemimpin tentara Inggris yang ingin menguasai wilayah surabaya) oleh Arek-arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945 dan diikuti perobekan bendera di hotel oranje. Sampai sekarang, meskipun sudah berubah bentuk dari kayu jadi aspal, Jembatan Merah sangat berguna bagi mobilitas orang Surabaya dan menjadi salah satu jalan terpadat setiap harinya. #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_19718194_Nuri
Gambar Entri
Angklung Paglak Banyuwangi
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Banyuwangi sudah dikenal sebagai penghasil beras dengan kualitas tinggi sejak jaman kerajaan. Mayoritas dari penduduk Banyuwangi berprofesi sebagai petani pada kala itu. Salah satu buktinya yaitu daerah Singojuruh, Glenmore, Kemiren dan Licin adalah daerah yang biasa disebut sebagai lumbung padinya masyarakat Banyuwangi atau yang biasa disebut dengan Suku Using. Hasil beras yang ditanam oleh Suku Using terutama yang berupa beras merah unggulan dikirim ke Kerajaan yang ada di Jawa seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Kediri. Pada abad ke 17, masyarakat Suku Using mulai memainkan alat musik Angklung Paglak disela waktu istirahat mereka menanam padi tersebut sambil diiringi alunan pukulan Gendang. Hal tersebut bertujuan untuk menghibur sekaligus merayakan masa panen. Angklung Paglak itu sendiri dibuat sederhana dari bambu yang biasa tumbuh disekitar sawah warga. Berbeda dengan Angklung yang berasal dari Jawa Barat, Angklung Paglak ini adalah alat musik yang...

avatar
Oskm18_16618326_fikri
Gambar Entri
Ithuk-Ithukan
Ritual Ritual
Jawa Timur

  Tradisi Ithuk-ithukan merupakan tradisi yang terdapat di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini biasa diadakan pada 11 – 12 Dzulhizah dan baru diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata Banyuwangi untuk dilestarikan sebagai salah satu agenda di Banyuwangi Festival 2018. Tradisi ini berisi acara arak-arakan makanan khas Dusun Rejopuro yaitu ingkung ayam yang disajikan diatas ancak yang terbuat dari pelepah pohon pisang yang diarak dari Dusun Rejopuro menuju sumber air yang bernama Sumber Hajar. Ancak tersebut diarak sendiri oleh ibu-ibu yang menggunakan kebaya hitam dan batik gajah oling. Lalu setelah diarak, makanan tersebut dimakan bersama-sama masyarakat Suku Osing Rejopuro (Suku yang terdapat didusun tersebut) setelah berdoa bersama di sumber air tersebut. Tradisi ini diadakan dengan tujuan selain sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dari Tuhan Yang Maha Agung atas sumber daya alam y...

avatar
Oskm18_16618326_fikri
Gambar Entri
Batik Keris Khas Madiun
Motif Kain Motif Kain
Jawa Timur

Motif Batik Keris              Motif Batik Keris merupakan motif batik khas kota Madiun yang tercipta dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2002, pada masa jabatan Walikota Drs. H. Ahmad Ali  (1999 sampai 2004 ). Perlombaan ini diadakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian  kebudayaan  Madiun. Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide cerita sejarah sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Cerita sejarah yang dimaksud adalah mengenai kebudayaan Madiun, tepatnya peninggalan atau warisan budaya Madiun berupa keris Tundhung Madiun. Keris Tundhung Madiun adalah senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu Retno Dumilah. Motif batik khasnya berupa motif non geometris. Keris pada motif digambarkan secara utuh, dan divariasikan dengan berbagai ragam hias. Keris pada seragam kerja pemerintah kota Madiun divariasikan dengan ragam hias non...

avatar
OSKM18_16418206_Anggi Firdian Saputra
Gambar Entri
Arca Totok Kerot
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Arca Totok Kerot  adalah sebuah patung yang berada di Desa Bulusari, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tepatnya sekitar 2 kilometer dari Simpang Lima Gumul. Arca ini terbuat dari batu andesit, menggambarkan raksasa dengan wajah yang menyeramkan. Jenis arca ini adalah dwarapala, yaitu patung penjaga kuil.   Wajah dan bagian ornamen lainnya menunjukkan bahwa Totok Kerot memiliki ciri fisik wanita. Hal ini tidak biasa karena kebanyakan patung dwarapala menunjukkan ciri fisik pria. Arca Totok Kerot ini tingginya sekitar 3 meter. Rambutnya kusut, menutupi bagian punggung atasnya. Semacam tiara yang sekilas seperti tengkorak dapat terlihat di dahinya, yang juga menutupi bagian telinganya. Matanya melotot, seperti sedang marah Sama halnya dengan patung dwarapala lainnya, Totok Kerot berlutut dengan satu kaki. Lutut kirinya menyentuh tanah, sedangkan lutut kanannya naik, dan tangan kanannya berada di atas lutut kanan. Tangan kirinya menghilang, jadi tidak di ketahui apaka...

avatar
OSKM18_16818053_Nabila Husna A
Gambar Entri
Bancaan
Ritual Ritual
Jawa Timur

Banca'an Banca'an adalah suatu kegiatan muslim kelompok di daerah Mojokerto yang berisikan do'a dan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT .  Biasanya masyarakat mengadakan banca'an untuk merayakan ulang tahun, khatam Al Qur'an, atau hal-hal membahagiakan lainya.  Banca'an diadakan oleh pihak perseorangan atau kelompok di rumah, Masjid, atau tempat luas yang dapat memuat orang banyak .  Undangan yang ditujukan untuk masyarakat yang terundang berupa lisan dari seorang suruhan untuk mendatangi setiap rumah warga yang ingin di undang dan bersifat spontan.  Pihak yang mengadakan banca'an menyediakan makanan , minuman, atau camilan lain dan diletakkan di bagian tengah , dan para undangan memutarinya .  Bancaan dipimpin oleh tokoh masyarakat yang paham tentang agama. Dimulai dari baca'an surat Al Fatihah, dzikir, dan ditutup dengan do'a . Setelah itu, para undangan dipersilahkan men...

avatar
OSKM_16418192_[Abdurrahman] Wahid
Gambar Entri
Budaya Carok di Madura
Ritual Ritual
Jawa Timur

Carok adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain yang berhubungan terkait harga diri dan demi kehormatan. Ada sebuah istilah yang dinyatakan orang Madura sebagai  etambang pote mata lebih bagus pote tolang (Lebih baik putih tulang daripada putih mata) yang berarti lebih baik mati daripada menanggung malu. Istilah tersebut merupakan motivasi dari carok. Carok yaitu suatu tindakan atau upaya pembunuhan menggunakan senjata tajam. Pada umumnya yang melakukan adalah laki-laki terhadap laki-laki lainnya yang telah melakukan pelecehan terhadap harga diri yang terutama berkaitan dengan masalah kehormatan istri misalnya selingkuhan sehingga timbul perasaaan malu saat terjadi pelecehan. "Lima unsur carok yakni tindakan atau upaya pembunuhan antar laki-laki, pelecehan harga diri terutama berkaitan kehormatan perempuan (isteri), perasaan malu, adanya dorongan, dukungan serta persetujuan sosial disertai perasaan puas dan perasaan bangga bagi pemen...

avatar
Oskm18_16818257_ruvenea