Bagi warga Surabaya pasti tidak asing lagi dengan yang namanya Jembatan Merah. Jembatan yang berada di atas sungai kalimas ini dibuat pada zaman penjajahan Belanda, atas persetujuan Pakubuwono II dengan VOC tahun 1743. Bentuk jembatan ini pada awalnya adalah kayu mengingat teknologi yang berkembang saat itu belum sebagus sekarang. Dahulu, banyak sekali kapal-kapal bersandar di Jembatan Merah karena belum ada Tanjung Perak, sehingga menjadi pusat perdagangan. Jembatan merah sangat lah bersejarah karena telah melalui banyak peristiwa. Salah satunya adalah terbunuhya A.W.S. Mallaby (pemimpin tentara Inggris yang ingin menguasai wilayah surabaya) oleh Arek-arek Suroboyo pada peristiwa 10 November 1945 dan diikuti perobekan bendera di hotel oranje. Sampai sekarang, meskipun sudah berubah bentuk dari kayu jadi aspal, Jembatan Merah sangat berguna bagi mobilitas orang Surabaya dan menjadi salah satu jalan terpadat setiap harinya.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...