Perayaan syawalan Syawalan, ya sepertinya acara ini yang paling ditunggu-tunggu ketika memasuki lebaran idul fitri di Pekalongan. Seperti yang kita tau kegiatan perayaan syawalan pastinya selalu ada disetiap kota. Tetapi untuk bagaimana pelaksanaan perayaannya pasti berbeda tiap daerah. Begitu pula dengan pekalongan, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa sih yang dimaksudkan syawalan itu? Syawalan adalah perayaan hari ketujuh setelah lebaran yang sangat sayang bila dilewatan. Di Pekalongan sendiri mulai dari wilayah utara sampai ke selatan mempunyai cara perayaan yang berbeda pastinya, tetapi tetap pada satu tujuan bahwa diadakannya acara syawalan ini tidak lain tidak bukan merupakan ujub syukur terhadap rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan YME, dengan cara apa? Berikut merupakan rangkaian acara yang dilakukan saat perayaan syawalan tiba : Balon udara Nah balon udara yang dimaksudkan disini bukan balon udara yang bisa di naiki oleh manusia tetapi b...
Adat Ngariksa nu Kakandungan (Menjaga Orang yang sedang Hamil) di Tanah Sunda Adat ngariksa (menjaga) orang yang sedang hamil di Sunda sangat erat kaitannya dengan sistem kepercayaan orang Sunda, yang mempunyai sifat percaya akan tahayul. Maksud adanya adat ngariksa ibu hamil yaitu untuk menjaga yang hamil dari pengaruh mahluk halus serta mengaruh buruk dari kekuatan alam yang mempunyai sifat gaib. Tarekah /usaha untuk menjaganya dilakukan dengan cara, seperti; mengadakan salametan /syukuran atau sidekah mekelan /memberi yang hamil berupa barang-barang yang diyakini mempunyai kekuatan tolak bala atau sebagai ajimat yang bisa memperhatikan dan menjaga supaya yang hamil tidak melanggar larangan/ pantrangan leluhur. Usia kandungan sampai dua bulan biasanya disebut ngadeg atau nyiram . Usia kandungan tiga bulan diadakan salametan /syukuran tilu (tiga) bulanan . Pada umumnya&nbs...
Berziarah adalah adat yang lumrah bagi setiap suku di Indonesia. Berziarah yang bisa juga kita sebut mengunjungi pemakaman/peninggalan bersejarah leluhur/keluarga yang sudah meninggal, ada beraneka ragam bentuknya. Saya sendiri adalah dari keluarga batak yang sering diajak kedua orang tua saya berziarah ke pemakaman. Berikut adalah hasil pengamatan saya dan jawaban dari orang tua saya mengenai apa saja yang sering dilakukan kami atau keluarga batak lainnya dalam melakukan ziarah ke pemakaman. Terutama pemakaman yang ada di kampung orang tua saya di Sihikkit, Dolok Sanggul, Sumatera Utara. Sewaktu kami mengunjungi pemakaman Opung Doli (Kakek Buyut) saya, keluarga saya disuruh melakukan beberapa hal yang biasanya dilakukan pada saat berziarah. Pertama, biasanya orang di kampung saya pada saat berziarah membawa air dalam teko. Apa gunanya air dalam teko tersebut? Air itu kami pakai untuk mencuci muka kami di atas tanah makam keluarga kami. Mitosnya agar sanak keluarga kami...
Palembang ! Bila mendengar nama ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini disebut, pasti kita akan segera teringat akan Sungai Musi atau kulinernya yang sangat populer itu, pempek. Makanan tersebut sangat digemari oleh banyak orang karena citarasanya yang gurih dan sedap. Akan tetapi, masih ada lagi varian lain dari kuliner khas kota Palembang yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Ya, kincak duren. Bagi para pecinta buah durian, ini adalah salah satu makanan yang wajib dicoba. Kincak duren sendiri adalah semacam selai yang diolah dari daging buah durian yang dicampur dengan gula merah dan santan, kemudian dimasak hingga daging durian melembut dan teksturnya menjadi halus seperti selai. Membuatnya pun sangat mudah, bahkan dapat dibuat di rumah. Nah, mengingat teksturnya yang seperti selai, kincak duren ini dapat disajikan dengan beberapa makanan, contohnya pada nasi ketan. Nasi ketan yang dikukus disiramkan dengan kincak duren di atasnya dan dapat dinikmati sebagai ma...
Kue mipan adalah salah satu makanan yang mungkin sudah jarang kita temui. Kue ini terkadang bisa ditemukan di Bandung jika kita beruntung. Biasanya kita bisa membelinya di pedagang kue keliling. Dari namanya, makanan ini dibawa oleh orang Tiongkok pada zaman dulu.Kue mipan terbuat dari beras sesuai dengan namanya, mi yang berarti beras dan pan yang berarti kue yang diambil dari bahasa Hakka. Kue mipan ini dimakan dengan kecap asin atau kecap manis sesuai dengan selera pembeli dan diberi bawang putih cincang goreng beserta minyaknya agar terasa wangi yang khas. Untuk kue mipan nya sendiri, terbuat dari tepung beras dan air khi. Tekstur dari kue ini kenyal dan licin, biasanya untuk memakannya bukan dengan garpu, melainkan dengan bambu kecil datar yang dihaluskan dan ujungnya diruncingkan. Rasa dari mipan ini manis, asin dan gurih. Terkadang ada yang memakannya dengan cakue sehingga menambah sedap rasanya. Walaupun porsi dari kue mipan ini ukurannya tergolong kecil, nam...
Ketan Biru adalah makanan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, tepatnya berasal dari Wonosobo. Makanan ini merupakan jajanan pasar sederhana yang tidak hanya dijumpai di Wonosobo, melainkan juga di berbagai daerah di Pulau Jawa. Salah satu bahan dasar Ketan Biru yang utama adalah bunga Telang. Bunga Telang ( Clitoria Ternatea ) atau lebih akrab disebut Kembang Teleng adalah tumbuhan merambat yang dapat dijumpai di daerah tropis di berbagai wilayah Asia Tenggara. Tumbuhan ini memiliki hal yang khas, yaitu bunga yang berwarna biru. Dari Kembang Telang inilah asal warna Ketan Biru. Ketan Biru memiliki rasa yang manis dan gurih. Bagi yang belum pernah mencoba, tenang saja! Berikut adalah resep Ketan Biru yang mudah dan dapat dicoba di rumah. Resep Ketan Biru Wonosobo Bahan : 1 kg beras ketan 1 gelas santan kental yang dicampur sedikit garam. Bunga Telang ( Kembang Teleng ) atau pewarna kue biru....
Bubur Pacar Cina merupakan salah satu makanan yang berasal dari daerah Bandung yang berupa hasil olahan pacar cina atau biasa disebut sagu mutiara. Pacar cina atau sagu mutiara sendiri banyak digunakan di berbagai negara, salah satu hasil olahannya adalah bubur pacar cina yang menjadi bagian dari budaya Indonesia. Bubur Pacar Cina merupakan makanan yang rasanya manis dan memiliki tekstur unik. Bubur Pacar Cina biasanya banyak dijual pada saat bulan Ramadhan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Pacar cina atau sagu mutiara yang digunakan biasanya berbentuk bulat kecil degan berbagai warna sehingga menarik juga untuk dilihat sehingga banyak anak kecil yang suka bubur pacar cina. Apakah kalian sudah tahu bagaimana cara membuat bubur pacar cina buatan rumah yang tentunya sehat dan enak? Berikut adalah cara mudah untuk membuat Bubur Pacar Cina: Bahan yang diperlukan : Pacar cina/sagu mutiara, santan, daun pandan, gula pasir, tepung tapioka, garam dan air Cara membuat: Reb...
Kue Rangi adalah makanan khas Bekasi yang dibuat menggunakan kelapa yang diparut dan tepung kanji sebagai bahan dasarnya, lalu dimasak pada suatu cetakan khusus . Kue Rangi biasa disajikan dengan saus gula merah yang kental dan manis, menciptakan perpaduan rasa yang lezat dimulut. Kue Rangi biasa dijual oleh pedagang keliling menggunakan gerobak dengan harga yang relatif murah dibandingkan jajanan modern di toko toko. Penjual baru akan memasak kue rangi ketika ada yang membeli sehingga kue ini ketika dibeli masih dalam keadaan panas atau hangat. Kue rangi sebaiknya dimakan ketika masih hangat untuk merasakan cita rasa yang maksimal. Sumber Tulisan : hasil wawancara terhadap penjual kue putu keliling di Bekasi Utara. Sumber Gambar : https://id.openrice.com/en/jakarta/r-gerobak-betawi-pantai-indah-kapuk-betawi-halal-r375670/photos #OSKMITB2018
Kue mangkuak badeta adalah sejenis makanan(kue) yang berasal dari Desa Pasar Kuok, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan. Desa Pasar Kuok berjarak sekitar 2 kilometer dari bibir pantai barat pulau sumatera dan berada pada daerah yang memiliki hutan-hutan kecil sehingga cocok untuk ditumbuhi pohon kelapa dan pohon aren. Disisi lain, penduduk setempat juga melakukan kegiatan bercocok tanam padi. Maka dari itu ada masyarakat setempat yang berinovasi untuk membuat suatu makanan yang berbahan dasar utama yaitu tepung beras dan kelapa. Kue Mangkuak Badeta ini sudah diproduksi sekitar tahun 50-an, namun hanya sebatas konsumsi keluarga. Kemudian untuk menambah penghasilan keluarga, maka dipasarkan dengan cara menitipkan ke warung-warung disekitar rumah keluarga. Metode pemasaran seperti ini berlangsung cukup lama, hingga pada tahun 2016 barulah dipasarkan lebih luas dengan cara membuka warung sendiri di pinggir jalan raya. Dengan cara ini, pemasarannya bias menjadi lebih lua...