yogyakarta
969 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rempeyek Jingking Khas DI Yogyakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Rempeyek Jingking adalah makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yang hanya bisa didapatkan di daerah pantai. Makanan ini dapat dijumpai di pesisir Pantai Parangtritis, Bantul atau di Pantai Baron, Gunungkidul. Rempeyek ini pada dasarnya sama seperti rempeyek pada umumnya hanya saja peran kacang atau kedelai diganti dengan hewan jingking. Jingking sendiri adalah kepiting kecil yang dapat ditemukan di sekitar pantai di Gunungkidul dan Bantul. Jenis makanan ini nyaris tidak bisa didapatkan di kios atau warung-warung karena hampir 90 persen makanan jenis ini dijajakan dengan cara asongan di sepanjang garis pantai Laut Selatan Bantul atau Gunungkidul. Jadi, untuk mendapatkan makanan jenis ini orang harus mencari penjualnya di pantai sebab penjual makanan jenis ini untuk saat ini semakin sulit ditemukan. Langkanya penjual rempeyek jingking di pasaran tersebut berkait erat dengan semakin sulitnya orang mendapatkan bahan baku peyek jingking, yakni binatang Jingking itu...

avatar
OSKM18_16518046_Annisa Ayu Pramesti
Gambar Entri
Tradisi Apeman
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tradisi Apeman Tradisi Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Acara ini diadakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan, sebagai   bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu. Pertama-tama tradisi ini dilakukan untuk ruwatan yaitu mendoakan para   tokoh-tokoh agama islam   terdahulu, seperti para kiyai-kiyai besar, para leluhur desa, dengan mengadakan   pengajian bersama, lalu masyarakat membersihkan makam para kiyai   dan anak cucu keturunannya  serta para leluhur desa dengan   pandu oleh juru kunci makam tersebut untuk   memperingati hari meninggalnya. Setelah membersihkan makam, dilanjutkan denga...

avatar
OSKM18_16818107_kimberlita qatrunnada
Gambar Entri
Astha Brata : Delapan Ajaran Jawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Astha Brata merupakan salah satu ajaran wayang untuk ratu-ratu (raja) Jawa agar mencapai “memayu hayuning Bawana” yang artinya keharmonisan dengan alam semesta. Astha sendiri berarti delapan sedangkan Brata berarti ajaran. Secara keseluruhan Astha Brata berarti delapan ajaran/watak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Astha Brata diceritakan oleh lakon (cerita) wayang Ramayana dan Mahabharata. Dalam Ramayana Astha Brata diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana dan Barata sedangkan dalam Mahabharata Astha Brata diajarkan oleh Begawan Kesawasidi, yang merupakan Kresna, pada Raden Arjuna. Astha Brata sendiri disimbolkan dengan bumi, api, air, angin, matahari, bulan, gunung, dan samudra.   Menurut Yasadipura I (1729 - 1803) watak-watak yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah : 1. Watak bumi (mahambeg mring kisma) yang berarti pemimpin tidak boleh congkak serta disenangi warga. 2. Watak air (mahambeg mring warih) yang berarti pemimpin harus...

avatar
OSKM18_16918092_Rizqi Samera Al Farizi
Gambar Entri
Ciri Khas Batik Yogyakarta
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Batik Yogyakarta merupakan salah satu batik yang paling populer. Bersama dengan batik Solo, batik Yogyakarta adalah batik yang paling dicari. Meski memiliki banyak peminat, banyak oramg yang masih belum bisa membedakan batik Yogyakarta dengan batik lainnya. Karena itu, pada kesempatan ini saya akan menjelaskan ciri khas batik Yogyakarta.   Hal pertama yang membedakan batik Yogyakarta dengan batik lainnya adalah warna latar belakangnya. Pada umumnya batik Yogyakarta memiliki latar belakang putih. Ada juga yang memiliki latar belakang hitam atau gelap, tetapi yang membedakan adalah undertone -nya. Undertone latar belakang batik Yogyakarta cenderung kebiruan.   Yang kedua adalah desainnya. Desain motif batik Yogyakarta cenderung besar dan tebal. Hal ini menimbulkan kesan gagah dan tegas.   Ciri khas yang ketiga terdapat pada motif parang. Pada batik Yogyakarta, motif miring dari kanan atas ke kiri bawah. Selain itu, pada batik Yogyakarta, motif...

avatar
OSKM18_16018224_Ariqa Rahmadinna
Gambar Entri
Beras Kencur Sebagai Obat Alami
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Beras Kencur Sebagai Pengobatan Alami Beras Kencur adalah salah satu minuman jamu herbal yang telah dikonsumsi oleh masyarakat terutama masyarakat Jawa sejak abad ke-17 Masehi. Disaat dahulu pengobatan dengan bahan-bahan kimia belum terlalu dikenal masyarakat Jawa, Jamu menjadi salah satu solusi pengobatan alami yang menggunakan rempah-rempah yang alami. Khasiat Beras Kencur sangatlah banyak, jikalau kita membuat daftar penyakit dan kegunaan lainnya oleh Jamu Beras Kencur berikut adalah listnya: Peningkat nafsu makan Menebalkan dinding lambung Penghilang pegal - pegal Penghilang rasa lelah Mengobati masuk angin Penghilang Nyeri Menghilangkan batuk Menyegarkan badan Menyegarkan tenggorokan Mengobati Diare Mengobati sariawan Obat pusing Mengobati Maag Mengobati Flu Membuat Suara Menjadi Prima Memang banyak sekali penyakit - penyakit yang bisa disembuhkan atau diredakan oleh Jamu Beras Kencur. Cara mengobati penyakit-penyakit diatas a...

avatar
OSKM18_16318002_Danke Danke Aziz
Gambar Entri
Manis dan Gurih yang Menggetarkan Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota Jogjakarta, disebut juga kota pelajar, kota seni dan budaya, kota keraton, dan banyak sebutan lainnya. Tapi ada satu sebutan yang sangat menarik perhatian. Kota gudeg? Apakah makanan tersebut sungguh mendarah daging di Kota Yogyakarta sehingga membuat Kota Yogyakarta disebut demikian? Jawabannya adalah ya! Di tempat kelahirannya, makanan yang sangat khas ini merajalela di seluruh penjuru Jogjakarta. Di pinggir jalan, restoran tenda, sampai ke restoran yang bernama pasti ada makanan yang satu ini di Jogja. Tapi sebenarnya apa sih gudeg itu? Gudeg adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari buah nangka yang direbus dalam santan dan gula kelapa selama beberapa jam. Hasilnya adalah nangka yang berwarna coklat kemerahan dengan rasa manis bercampur gurih yang sangat cocok dengan lidah masyarakat Jawa pada umumnya. Tentu saja gudeg tidak dimakan begitu saja. Gudeg seringkali disajikan dengan nasi putih, opor ayam, telur rebus, dan rebusan kulit sapi segar dan diberi sambal yang be...

avatar
OSKM_16018049_Jason Herdy
Gambar Entri
Labuhan di Yogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Labuhan merupakan salah satu upacara adat yang ada di Yogyakarta sejak zaman Mataram Islam dan masih terselenggara sampai sekarang. Masyarakat Yogyakarta masih menganggap bahwa dengan upacara labuhan secara tradisional akan terbina keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dan negara. Labuhan dilaksanakan oleh keraton tetapi rakyat ikut turut serta dalam upacara ini mulai sejak berada di keraton sampai di laut selatan. Masyarakat merasa ikut memiliki upacara adat ini dan menganggap upacara adat ini adalah suatu adat yang harus dilestarikan. Salah satu upacara yang selalu dilaksanakan oleh Sultan yaitu upacara ini . Upacara tersebut dilaksanakan di empat tempat yang berbeda. Masing-masing tempat memiliki arti yang berbeda-beda. Tempat yang pertama yaitu Deplih, yang berda di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah. Tempat yang kedua yaitu Parangtritis,yang berada di sebelah selatan Yogyakarta. Tempat yang ketiga yaitu Puncak Gunung Lawu yang berada di perbatasan Surakarta den...

avatar
OSKM18_16318062_Alifah Hanif
Gambar Entri
Sengkalan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sengkalan adalah angka tahun yang ditulis dengan menggunakan kata-kata yang memiliki karakter tertentu. Kata-kata tersebut biasanya disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah frasa atau kalimat. Adapun sengkalan yang tidak menggunakan tulisan, tetapi diwujudkan dalam wujud gambar disebut dengan sengkalan memet . Beberapa karakter atau kata yang digunakan dalam penulisan sengkalan menurut angkanya adalah sebagai berikut: 1 : kata “ siji ” dan sinonimnya, sesuatu yang berjumlah satu ( surya, Gusti, nabi , dsb), benda bulat ( Bumi , dsb), manusia, dan benda yang berjumlah satu 2 : kata “ loro ” dan sinonimnya serta semua yang berpasangan ( asta, karna, netra, dsb) 3 : kata “ telu ” dan sinonimnya, api, dan cahaya 4 : kata “ papat ” dan sinonimnya, air, dan kata-kata yang artinya membuat 5 : kata “ lima ” dan sinonimnya, angin, senjata, dan raksasa 6 : kata “ nem ” dan sinonimnya...

avatar
OSKM18_16518203_Raditya Adhidarma Nugraha
Gambar Entri
Budaya Berbahasa Pasemon dalam Sehari-hari
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hidup tanpa ada yang menasehati dijamin akan terasa kurang akan sesuatu, hidup ini tidaklah selalu berada diatas, tidak selalu benar dan tanpa kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki hal tersebut orang terdekat dari kita biasa menasehati kita agar kesalahan tersebut tidak diulangi kedepannya dan dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Menurut pengalaman pribadi, orang yang biasa menasehati kita ialah sang ibu. Ibu bagaikan seorang guru yang dapat menasehati kita dengan cara-cara yang tak menyakiti hati namun tetap dapat tercapai tujuannya. Ibu penulis merupakan seorang wanita yang tumbuh besar di keluarga dengan adat jawa yang kental akan budaya menasehati dengan sindiran halus yang dinamai oleh pasemon.  Pasemon merupakan istilah yang digunakan dalam masyarakat jawa untuk menasehati ataupun menyindir seseorang untuk mengingatkannya jika ia dirasa sudah bertindak diluar etika. Bahasa pasemon biasa digunakan sejak jaman d...

avatar
OSKM18_ 16618390_Rifqi Asyraf Wardono