Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan Alami Daerah Istimewa Yogyakarta Seluruh Jawa
Beras Kencur Sebagai Obat Alami

Beras Kencur Sebagai Pengobatan Alami

Beras Kencur adalah salah satu minuman jamu herbal yang telah dikonsumsi oleh masyarakat terutama masyarakat Jawa sejak abad ke-17 Masehi. Disaat dahulu pengobatan dengan bahan-bahan kimia belum terlalu dikenal masyarakat Jawa, Jamu menjadi salah satu solusi pengobatan alami yang menggunakan rempah-rempah yang alami. Khasiat Beras Kencur sangatlah banyak, jikalau kita membuat daftar penyakit dan kegunaan lainnya oleh Jamu Beras Kencur berikut adalah listnya:

  1. Peningkat nafsu makan
  2. Menebalkan dinding lambung
  3. Penghilang pegal - pegal
  4. Penghilang rasa lelah
  5. Mengobati masuk angin
  6. Penghilang Nyeri
  7. Menghilangkan batuk
  8. Menyegarkan badan
  9. Menyegarkan tenggorokan
  10. Mengobati Diare
  11. Mengobati sariawan
  12. Obat pusing
  13. Mengobati Maag
  14. Mengobati Flu
  15. Membuat Suara Menjadi Prima

Memang banyak sekali penyakit - penyakit yang bisa disembuhkan atau diredakan oleh Jamu Beras Kencur. Cara mengobati penyakit-penyakit diatas adalah dengan meminum jamu beras kencur secara rutin 3 kali sehari sampai anda merasakan penyakit tersebut sudah hilang. Sedangkan untuk mendapatkan Jamu Beras Kencur tidaklah susah karena banyak sekali yang menjual jamu tersebut, tetapi untuk mendapatkan yang terbaik Jamu Beras Kencur ini dapat ditemui di Pasar Rejondani Jl. Palagan Tentara Pelajar, Tambak Rejo, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itu adalah alamat untuk mendapatkan beras kencur terbaik menurut narasumber saya. Jikalau anda ingin membuat Jamu Beras Kencur ini sendiri maka berikut adalah bahan-bahan dan langkah - langkah yang harus dilakukan:

Bahan :

  1. Beras 3/4 gelas
  2. Kencur secukupnya (1-2) buah
  3. Gula Jawa 1 s/d 2 potong
  4. Garam setengah sendok teh
  5. Cengkeh secukupnya
  6. Gula Pasir secukupnya
  7. Kayu Manis Secukupnya
  8. Air 1,5 Liter

Cara Pembuatan:

  1. Beras direndam 3 jam 30 menit lalu tiriskan
  2. Kupas kencur dan cuci hingga bersih
  3. Tumbuk beras, kayu manis dan cengkeh secukupnya hingga halus
  4. Rebus semua bahan yang ditumbuk menggunakan gula jawa dan gula pasir
  5. Aduk selama 30 menit
  6. Tunggu sampai mendidih lalu saring ke dalam gelas

Memang dalam pembuatan Jamu Beras Kencur tidak ada ilmu pasti dan anda harus bereksperimen untuk mendapatkan takaran dan hasil yang terbaik. Mungkin masih ada kekurangan dalam artikel ini tetapi yang penulis ingin sampaikan kepada pembaca adalah jangan terlalu banyak meminum obat-obatan kimia karena masih banyak pengobatan herbal alami yang dapat ditemukan dan dibuat sendiri untuk mengobati beberapa penyakit ringan.

OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Aktivasi BNIdirect bisnis
Alat Musik Alat Musik
Bali

Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.

avatar
Bungacentika baru
Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker