Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kirab Pusaka Kabupaten Tegal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ada hal yang unik di Desa Danaraja, salah satu desa yang terletak di bagian selatan kabupaten Tegal. Peninggalan bersejarah dari Ulama Syekh Maulana Mahgribi saat menyebarkan ajaran Islam di wilayah Desa Danaraja Kecamatan Margasari merupakan bukti masuknya Islam di wilayah Kabupaten Tegal, bahkan hampir setiap tahun usai menjalankan sholat Idul Adha atau yang dikenal dengan Lebaran Haji di gelar acara Kirab Pusaka oleh masyarakat setempat. Sebuah bangunan masjid, piring panjang (sebuah piring yang dapat menampung hampir 20 ltr beras yang sudah masak) yang menjadi peninggalannya beliau juga meninggalkan pusaka kitab yang terkenal yaitu "Kitab Rambang" sebuah kitab yang terbuat dari daun serta bertuliskan sangsekerta, namun yang menjadi keanehan masyarakat sekitar makna yang tersirat dalam kitab tersebut setiap tahunnya dapat berubah. "Acara ini hanya menjadi agenda di desa, sebenarnya masyarakat Desa Danaraja menginginkan acara ini masuk dan menjadi agenda di pemerintah daerah s...

avatar
Oskm18_16418195_annisa
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
Kelezatan Putu Bumbung yang Patut Disanjung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Putu bumbung adalah salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang sangat khas dengan suara yang dikeluarkan saat proses memasak. Biasanya, putu bumbung yang dibungkus dengan daun pisang dijual oleh pedagang keliling dari rumah ke rumah. Namun kini di sejumlah tempat wisata sudah ada beberapa kios jajanan tradisional yang menjual putu bumbung. Harga satuan putu bumbung berkisar antara Rp 500,00 – Rp 1.000,00. Makanan yang terbuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah ini sering disuguhkan dengan tambahan parutan kelapa di bagian atasnya. Paduan bahan-bahan ini memiliki cita rasa gurih di luar namun manis di dalam. Oleh karena rasanya yang unik dan berbeda dari jajanan tradisional lainnya,  putu bumbung sudah mulai menyebar ke daerah-daerah negara lain yang berbatasan dengan Indonesia. Cara membuat putu bumbung sangat unik. Tepung beras yang masih berupa butiran-butiran kasar dimasukkan ke dalam cetakan bambu berbentuk tabung tanp...

avatar
OSKM18_16718049_Intan Subadri
Gambar Entri
Tari Buto Lawas
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis.  Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas  dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini.   Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...

avatar
Oskm18_16918108_abyan
Gambar Entri
Mengkudu
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Morinda citrifolia atau lebih dikenal sebagai mengkudu adalah tanaman kaya khasiat yang bisa dijumpai hampir di seluruh Indonesia. Tanaman yang dibawa oleh bangsa Polinesia ini memiliki beragam nama: di Jawa Tengah buah ini dikenal dengan nama pace atau kemudu, sementara di Jawa Barat lebih dikenal dengan nama cengkudu. Beragam studi di zaman modern menunjukkan bahwa buah mengkudu mengandung gizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selain itu, buah mengkudu juga mengandung beragam senyawa yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tak ayal jika sejak zaman dahulu, mengkudu sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai keperluan pengobatan. Mengobati penyakit gondok Gondok adalah penyakit yang disebabkan oleh pembengkakkan kelenjar tiroid. Cara mengatasinya bisa dengan mengalungkan buah mengkudu yang masih mengkal, ditambah dengan mengonsumsi buah...

avatar
OSKM18_16718107_Kefira
Gambar Entri
Nginang
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Di beberapa daerah Indonesia, terutama di daerah pedesaan, banyak warga yang masih melakukan kegiatan “nginang”. Nginang merupakan kegiatan mengunyah injet. Nginang memang lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang relatif tua atau generasi lama. Namun, kegiatan ini terus diturunkan dan masih sering dilakukan hingga saat ini sehingga nginang menjadi salah satu kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia. Di daerah Kopeng, Jawa Tengah, banyak warga yang masih melakukan kegiatan nginang. Mereka menggulung serpihan kapur dan gambir dengan menggunakan daun sirih atau disebut juga sebagai injet. Warga biasanya memetik sendiri daun sirih yang akan digunakan. Mereka mendapatkan kapur dan gambir dengan cara membeli pada penjual yang ada. Injet tersebut dikunyah sampai menjadi lembut, menghasilkan warna merah kekuningan pada gigi. Setelah injet dikunyah sampai lembut, warga biasanya menambahkan tembakau kering, seperti bahan untuk mengisi rokok. Tembakau tersebut lal...

avatar
OSKM_16718379_Audrey Xaveria
Gambar Entri
'Sate Kudus'
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sate merupakan makanan khas Indonesia yang sering kita temui di berbagai daerah Indonesia. Sate ini adalah potongan – potongan daging yang ditusuk dengan menggunakan tusukan kayu kemudian dibakar di atas arang dengan diolesi bumbu – bumbu khas daerah masing – masing. Sate ini biasanya disajikan bersama bumbu kacang dengan bawang merah dan cabai yang dipotong – potong dan tidak lupa dimakan bersama nasi agar menambah karbohidrat. Sate di masing – masing daerah memiliki ciri khas dan keunikannya masing – masing. Seperti halnya sate yang akan saya kenalkan ini. Sate ini dipanggil oleh masyarakat di Kudus, Jawa Tengah sebagai sate kerbau atau sate kebo. Disebut begitu karena sate ini menggunakan daging kerbau. Ini sudah merupakan tradisi dari salah satu wali songo yang berada di Kudus yaitu Sunan Kudus yang meminta masyarakat untuk tidak menyembelih sapi untuk menghormati pemeluk agama Hindu yang mensucikan hewan sapi sehingga terjadi ha...

avatar
Oskm18_16018116_mayladara ITB_2018