Putu bumbung adalah salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang sangat khas dengan suara yang dikeluarkan saat proses memasak. Biasanya, putu bumbung yang dibungkus dengan daun pisang dijual oleh pedagang keliling dari rumah ke rumah. Namun kini di sejumlah tempat wisata sudah ada beberapa kios jajanan tradisional yang menjual putu bumbung. Harga satuan putu bumbung berkisar antara Rp 500,00 – Rp 1.000,00.
Makanan yang terbuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah ini sering disuguhkan dengan tambahan parutan kelapa di bagian atasnya. Paduan bahan-bahan ini memiliki cita rasa gurih di luar namun manis di dalam. Oleh karena rasanya yang unik dan berbeda dari jajanan tradisional lainnya, putu bumbung sudah mulai menyebar ke daerah-daerah negara lain yang berbatasan dengan Indonesia.
Cara membuat putu bumbung sangat unik. Tepung beras yang masih berupa butiran-butiran kasar dimasukkan ke dalam cetakan bambu berbentuk tabung tanpa tutup. Lalu pada bagian tengahnya diisi dengan gula merah dan bagian atasnya diberi tepung beras lagi sampai padat. Setelah itu, cetakan-cetakan bambu yang telah terisi ditancapkan di atas alat yang dapat mengeluarkan uap dari bagian bawahnya. Setelah kurang lebih 5 menit, uap yang lewat melalui celah-celah udara akan mengeluarkan suara seperti bunyi air dalam ceret yang sudah mendidih. Ini menandakan putu bumbung sudah matang dan siap disantap.
Pada era sekarang ini, kemunculan berbagai jenis makanan ringan membuat putu bumbung mulai tidak dikenali oleh anak-anak. Penyebab hal ini yaitu kurangnya rasa tanggung jawab kita untuk memperkenalkan budaya khususnya makanan tradisional kepada generasi penerus bangsa. Sesungguhnya, warisan budaya sangatlah penting karena di sanalah letak kekayaan dari suatu bangsa. Oleh sebab itu, sudah seharusnya generasi muda melestarikan dan mengenalkan warisan budaya ini kepada generasi selanjutnya.


Sumber gambar :
3.bp.blogspot.com
indonesianstreetfood.files.wordpress.com
-Intan Subadri-
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...