1
1.086 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Astha Brata : Delapan Ajaran Jawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Astha Brata merupakan salah satu ajaran wayang untuk ratu-ratu (raja) Jawa agar mencapai “memayu hayuning Bawana” yang artinya keharmonisan dengan alam semesta. Astha sendiri berarti delapan sedangkan Brata berarti ajaran. Secara keseluruhan Astha Brata berarti delapan ajaran/watak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Astha Brata diceritakan oleh lakon (cerita) wayang Ramayana dan Mahabharata. Dalam Ramayana Astha Brata diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana dan Barata sedangkan dalam Mahabharata Astha Brata diajarkan oleh Begawan Kesawasidi, yang merupakan Kresna, pada Raden Arjuna. Astha Brata sendiri disimbolkan dengan bumi, api, air, angin, matahari, bulan, gunung, dan samudra.   Menurut Yasadipura I (1729 - 1803) watak-watak yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah : 1. Watak bumi (mahambeg mring kisma) yang berarti pemimpin tidak boleh congkak serta disenangi warga. 2. Watak air (mahambeg mring warih) yang berarti pemimpin harus...

avatar
OSKM18_16918092_Rizqi Samera Al Farizi
Gambar Entri
Beras Kencur Sebagai Obat Alami
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Beras Kencur Sebagai Pengobatan Alami Beras Kencur adalah salah satu minuman jamu herbal yang telah dikonsumsi oleh masyarakat terutama masyarakat Jawa sejak abad ke-17 Masehi. Disaat dahulu pengobatan dengan bahan-bahan kimia belum terlalu dikenal masyarakat Jawa, Jamu menjadi salah satu solusi pengobatan alami yang menggunakan rempah-rempah yang alami. Khasiat Beras Kencur sangatlah banyak, jikalau kita membuat daftar penyakit dan kegunaan lainnya oleh Jamu Beras Kencur berikut adalah listnya: Peningkat nafsu makan Menebalkan dinding lambung Penghilang pegal - pegal Penghilang rasa lelah Mengobati masuk angin Penghilang Nyeri Menghilangkan batuk Menyegarkan badan Menyegarkan tenggorokan Mengobati Diare Mengobati sariawan Obat pusing Mengobati Maag Mengobati Flu Membuat Suara Menjadi Prima Memang banyak sekali penyakit - penyakit yang bisa disembuhkan atau diredakan oleh Jamu Beras Kencur. Cara mengobati penyakit-penyakit diatas a...

avatar
OSKM18_16318002_Danke Danke Aziz
Gambar Entri
Sengkalan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sengkalan adalah angka tahun yang ditulis dengan menggunakan kata-kata yang memiliki karakter tertentu. Kata-kata tersebut biasanya disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah frasa atau kalimat. Adapun sengkalan yang tidak menggunakan tulisan, tetapi diwujudkan dalam wujud gambar disebut dengan sengkalan memet . Beberapa karakter atau kata yang digunakan dalam penulisan sengkalan menurut angkanya adalah sebagai berikut: 1 : kata “ siji ” dan sinonimnya, sesuatu yang berjumlah satu ( surya, Gusti, nabi , dsb), benda bulat ( Bumi , dsb), manusia, dan benda yang berjumlah satu 2 : kata “ loro ” dan sinonimnya serta semua yang berpasangan ( asta, karna, netra, dsb) 3 : kata “ telu ” dan sinonimnya, api, dan cahaya 4 : kata “ papat ” dan sinonimnya, air, dan kata-kata yang artinya membuat 5 : kata “ lima ” dan sinonimnya, angin, senjata, dan raksasa 6 : kata “ nem ” dan sinonimnya...

avatar
OSKM18_16518203_Raditya Adhidarma Nugraha
Gambar Entri
Mercon Bumbung
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Permainan ini dikenal dengan sebutan meriam bambu di sejumlah daerah di Indonesia. Namun di beberapa daerah lain, permainan ini biasa disebut dengan nama lain. Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, permainan ini disebut Mercon Bumbung. Permainan ini biasa dilakukan oleh para anak laki-laki pada saat Bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri. Permainan ini terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh orang Portugis pada saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke 6. Pada masa itu, para masyarakat tertarik kepada sebuah meriam yang dipakai oleh bangsa Portugis. Akhirnya, permainan ini pun diwujudkan dalam bentuk meriam yang terbuat dari bambu. Cara membuat: 1. Mula- mula sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5-2 meter atau 3-4 ruas dan diameter bambu berukuran 4 inci 2. Kemudian,permukaan batang bambu dilubangi dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Besarnya diameter lubang dikira-kira sebesar ibu        j...

avatar
OSKM_19818003_Haikal Sayyid Difa
Gambar Entri
Keindahan Hutan Pinus Mangunan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta, kota indah nan damai yang memiliki banyak tempat wisata didalamnya. Salah satu tempat tujuan wisata yang dapat memanjakan mata adalah Hutan Pinus Mangunan. Tempat ini berada di Desa Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, 24 km dari pusat kota Yogyakarta, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Pada mulanya hutan pinus ini hanyalah wilayah hutan yang dikelola oleh Perhutani, RPH Mangunan. Namun keberadaannya mulai dikenal sejak bermunculan foto-foto keindahan hutan pinus tersebut. Deretan pohon pinus yang tumbuh dengan rapi membuat pengunjung tertarik untuk mengunjunginya dan perlahan-lahan dibuka menjadi kawasan wisata oleh masyarakat sekitar. Di Hutan Pinus Mangunan, terdapat jalan setapak yang akan digunakan pengunjung untuk menyusuri keindahan hutan ini. Tak hanya menyajikan cantiknya deretan pohon pinus, pengelola juga menyediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh pengunjung, antara lain: 1.     Tempat Outbond...

avatar
OSKM18_19718092_Rani Candra
Gambar Entri
Bale Sigala-gala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Raden Pinten dan Raden Tangsen adalah ksatria kembar. Kembar rupa, suara, maupun pakaian. Itulah sebabnya mereka sering dipanggil dengan sebutan “Kembar”. Keduanya putra Prabu Pandudewanata (Raja Hastina) dengan Dewi Madrim, putri dari Negeri Mandaraka (adik Raden Narasoma/Prabu Salya). Raden Pinten dan Raden Tangsen merupakan bagian dari Pandawa, menempati urutan keempat dan kelima. Urutan selengkapnya sebagai berikut Raden Dwijakangka, Raden Bratasena, Raden Premadi, Raden Pinten, Raden Tangsen. Pandawa dari akar kata Pandu + Hawa, artinya Putra Pandu. Dalam lakon Bale Sigala-gala, usia Pinten dan Tangsen masih kanak-kanak. Mereka telah ditinggal wafat ayah dan ibunya. Selanjutnya mereka dalam asuhan Dewi Kuntitalibrata. Meskipun bukan anak kandungnya, namun Dewi Kunti sangat menyayangi mereka seperti menyayangi anak sendiri. Sepeninggal Prabu Pandu, negara Hastina diperintah oleh Prabu Destarata. Prabu Destarata ini berputra seratus orang yang disebut Kurawa....

avatar
OSKM18_16418025_Fredericus
Gambar Entri
Cara Memasak Sate Kere Khas Jogjakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Sate Kere Khas Jogjakarta   Sate kere merupakan salah satu makanan tradisional khas Jogjakarta. Disebut sate kere karena dalam bahasa Indonesia kere berarti miskin, karena sate ini tidak terbuat dari daging, melainkan terbuat dari tempe gembus atau gajih sapi yang memang harganya sangat murah jika dibandingkan dengan sate berbahan daging atau ayam. Walaupun berbahan dasar tempe atau gajih yang murah meriah, namun untuk urusan rasa sate kere tak kalah dengan sate daging. Mau tahu resep membuat sate kere khas Solo yang sangat terkenal ini ? Langsung saja kita simak resepnya. Bahan-bahan : 1. 300 gr tempe gembus/gajih sapi, potong dadu atau sesuai selera 2. 250 ml air kelapa 3. 2 lembar daun salam 4. 2 cm lengkuas, memarkan 5. 1 buah asam jawa 6. 100 gr gula merah, sisir 7. Minyak goreng secukupnya 8. Tusukan sate secukupnya Bumbu yang dihaluskan : 1. 5 butir bawang mer...

avatar
Oskm18_19718389_raffi alfarizi
Gambar Entri
Bregada Prajurit Keraton Ngayogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketika Kraton Yogya menguasai tanah Mataram sekitar tahun 1755 Masehi, pasukan atau bregada tempur dibentuk untuk berperang mengangkat senjata. Tetapi pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono III, prajurit tersebut dibubarkan oleh tentara Inggris. Baru mulai tahun '70-an, Bregada kembali dipergunakan untuk menjaga kraton serta muncul di upacara peringatan Jawa seperti Grebeg Mulud, dan kini masih bertahan sebagai simbol budaya. Setiap pasukan atau  bregada  dipimpin oleh perwira berpangkat  Kapten . Kecuali  bregada Bugis  dan  Surakarsa  yang dipimpin oleh seorang  Wedana .  Keseluruhan perwira dalam semua  bregada  dipimpin oleh seorang  Pandhega , kecuali  Bregada Wirabraja  dan  Bregada Mantrijero  yang langsung di bawah  Kommandhan . Prajurit Keraton Yogyakarta dapat dibagi ke dalam tiga kelompok. Prajurit yang dimiliki  Kepatihan , yaitu  Bregada Bugis . Prajuri...

avatar
OSKM18_16618265_AfiyaNS
Gambar Entri
Wayang Kulit Wahyu Makutharama
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prabu Druyudhana ( Suyudhana ) Raja Hastinapura sedang mengadakan siniwakan agung ( rapat paripurna ) yang juga dihadiri guru besar kerajaan, Resi Druna ( Durna ) dan Senapati Agung dari Awangga Narpati Basukarna ( Adipati Karna ), Patih Sengkuni dan para Kurawa, membicarakan tentang wangsit yang diterima Dewa melalui mimpinya akan turun wahyu Makhutarama di Kutharunggu. Kerajaan yang mendapat wahyu Makhutarama, akan menjadi negara yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, rakyatnya tidak akan menderita kekurangan apapun dan memperoleh perlindungan dari Hyang Maha Kuasa, demikianlah petunjuk dari Resi Druna ( Durna ). Sebagai murid dan sekaligus sebagai Raja, Prabu Druyudhana/Suyudhana, setelah mendengar petunjuk dari Guru Besarnya kemudian memerintahkan Senapati Agungnya Narpati Baskarna ( Adipati Karna ) untuk berangkat dan mendapatkan Wahyu Makhutarama di Pertapaan Kutharunggu. Narpati Basukarna ( Adipati Karna ) berangkat ke Pertapaan Kutharunggu disertai Sabregada (sepasuk...

avatar
Oskm18_16418018_gregorius