Sate lilit merupakan salah satu makanan khas Bali yang sangat lazim disajikan di setiap acara, baik upacara adat maupun acara biasa. Sate lilit ini biasanya disajikan untuk lauk nasi campur khas Bali, atau juga dihidangkan dengan ketupat dan sup ikan bumbu kuning serta plecing kangkung yang pedas. Sebenarnya, menu ini juga sering disajikan masyarakat muslim Bali yang merayakan Idul Fitri bersama keluarganya. Citarasa pedas dan bumbu rempahnya membuat sate ini mudah diterima oleh lidah masyarakat pendatang atau para pelancong yang berkunjung ke Bali. Disamping kelezatannya, ternyata sate lilit mempunyai beberapa makna budaya tersendiri bagi masyarakat Bali. Pertama, dilihat dari namanya. Sate lilit sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sate-sate lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Yang membuatnya berbeda adalah cara pembuatannya yang unik. Sesuai dengan namanya, sate lilit dibuat dengan cara melilitkan adonan daging ke sebuah batang kayu hingga lilitan...
TRADISI KEPEMIMPINAN DI DESA ADAT TAJEN, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN, BALI Desa Tajen adalah desa yang berada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia. Penduduk Desa Tajen berjumlah 2.921 jiwa terdiri dari 1.421 laki-laki dan 1.500 perempuan (Data tahun 2016). Ada dua sistem pemerintahan yang terdapat di Desa Tajen seperti umumnya desa-desa di Bali yaitu Desa Dinas Tajen dan Desa Adat Tajen. Desa Dinas Tajen merupakan perwakilan pemerintah Indonesia di Desa Tajen yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan dipilih secara demokratis setiap 5 tahun sekali. Sedangkan Desa Adat Tajen dipimpin oleh seorang Bendesa Adat yang hanya boleh dipilih dari keluarga yang mendirikan Desa Tajen pertama kali dan kepemimpinannya dapat berlangsung seumur hidup kecuali yang bersangkutan mengundurkan diri. Tugas Bendesa Adat Desa Tajen umumnya berkaitan dengan urusan suka dan duka masyarakat Desa Tajen seperti upacara persembahyangan, pernikahan...
Gender Wayang adalah salah satu instrumen yang berasal dari Bali dan termasuk Gamelan Bali. Gender Wayang biasanya digunakan pada saat mengiringi wayang kulit Bali, upacara potong gigi, upacara ngaben, ataupun upacara adat Bali lainnya. Dalam pembuatan gender digunakan berbagai bahan: bilahnya terbuat dari perunggu, tempat resonansinya terbuat dari bambu, pelawahnya terbuat dari kayu Dalam permainan lengkapnya. Gender Wayang biasa dimainkan oleh 4 orang, dimana ada sepasang Gender Wayang yg berukuran lebih besar yang disebut Pemade dan sepasang Gender Wayang yang berukuran kecil yang disebut Kantil. Biasanya Gender Wayang dimainkan dengan cara berpasangan, dimana 1 orang sebagai polos dan 1 orang lainnya sebagai sangsih. Musik yang paling sering dimainkan adalah Merak Angelo yang digunakan untuk mengiringi Tri Sandya (sembahyang yang dilakukan umat Hindu). Karena lagu tersebut termasuk lagu dengan melodi dan tempo yang bervariasi serta lembut untuk mengiringi Tri Sandya In...
Tari Kukupu (Kupu-kupu) adalah tarian yang menggambarkan keindahan seekor kupu-kupu. Referensi: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/11/tari-kupu-kupu-sejarah-gerakan-video.html?m=1 OSKMITB2018
Ritual atau upacara keagamaan merupakan suatu hal yang sudah melekat di dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dibuktikkan dengan adanya kepercayaan animisme dan dinamisme pada masa praaksara. Jadi, nenek moyang kita terdahulu sudah melakukan ritual-ritual pemujaan kepada roh orang yang sudah meninggal pada zaman megalithikum, dimana terdapat peninggalan sejarah berupa menhir, dolmen, sarkofagus, dan lain sebagainya yang sering digunakan sebagai media untuk melakukan ritual pemujaan. Nahh, tidak berhenti sampai disitu saja, upacara keagamaan juga masih ada sampai saat ini khususnya pada ajaran agama Hindu. Salah satu upacara keagamaan atau ritual agama hindu adalah potong gigi atau sering disebut dengan Metatah/Mepanes. Metatah adalah salah satu upacara manusa yadnya dalam agama Hindu untuk anak yang sudah meningkat dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, dan dilaksanakan pada saat masih hidup lebih tepatnya saat remaja atau sering dilaksanakan bersamaan dengan up...
Sekar Agung atau Kekawin merupakan syair jawa kuna yang digubah berdasarkan aturan metrum india. Sekar Agung merupakan salah satu dari empat jenis Sekar yang ada dalam Dharma Githa. Dharma Gita merupakan salah satu dari sekian ribu budaya yang ada di Bali. Dharma Gita juga merupakan salah satu media kesenian yang sangat menunjang pemahaman ajaran agama khususnya agama Hindu serta sebagai usaha meningkatkan kesucian rohani dan sebagai media kesenian. Dalam kakawin dikenal wirama. Susunan empat kalimat disebut Wirama .Tiap-tiap wirama dibentuk berdasarkan Wrtta Matra. Wrtta artinya banyak suku kata dalam setiap kalimat, Matra artinya pembangun Guru Laghu dalam satu baris kalimat. Guru adalah suku kata yang diucapkan atau dilagukan panjang atau berat sedangkan yang disebut dengan Lagu adalah suku kata pendek atau ringan. Guru disebut juga dengan suara Dirgha, lagu disebut juga hiswa. Kedudukan Guru dan Lagu di dalam sekar agung dapat dianalogikan dengan kedudukanguru dengan mur...
Bali merupakan daerah yang memiliki segudang budaya dan ilmu yang sampai sekarang ini masih erat dipegang oleh masyarakat di sana. Salah satu tradisi di Bali ialah "Upacara Potong Gigi". Yang terjadi di upacara ini adalah memotong atau mengikir 6 gigi bagian atas (4 gigi seri dan 2 gigi taring) dari masyarakat Bali yang sudah beranjak ke remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Upacara ini dilakukan bukan tanpa maksud dan tujuan. Masyarakat Bali percaya lewat upacara potong gigi ini, bisa mengurangi sifat-sifat yang tidak baik dalam diri manusia, seperti, dengki, serakah, sombong, dan lain-lain. Upacara ini dilakukan pada saat seseorang sudah beranjak remaja. Pada perempuan, dilakukan pada saat dirinya sudah mengalami menstruasi yang pertama. Sedangkan untuk laki-laki, dilakukan pada saat dirinya sudah mengalami perubahan suara. Tetapi acara ini tidak harus dilakukan saat itu juga dan upacara ini juga tidak diwajibkan, tergantung kemauan. Kenapa hanya gigi bagian atas saja yang...
Apa sih Upacara Potong Gigi dalam Budaya Bali? Potong gigi adalah salah satu upacara keagamaan Hindu, khususnua di Bali. Upacara tersebut diartikan sebagai pembayaran hutang oleh orang tua ke anaknya karena telah dapat menghilangkan ke-6 sifat buruk dari diri manusia (Sad Ripu). Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha / karma / perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia sendiri. Ke-6 jenis itu ialah : 1. Kama = Sifat nafsu indrita 2. Lobha = Sifat loba & serakah 3. Krodha = Sifat kejam & pemarah 4. Mada = Sifat mabuk & kegila-gilaan 5. Moha = Sifat bingung & angkuh 6. Matsarya = Sifat dengki & iri hati Potong gigi atau yang lebih dikenal dengan mesangih ini dapat dilakukan pada anak-anak yang telah mengalami pubertas. Tujuan dari mesangih ini adalah menghilangkan kotoran / Sad Ripu yang ada di dalam diri kita sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati. Dengan kata lai...
Pura Luhur Uluwatu sendiri berlokasi di desa Pecatu, kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.Salah satu Tempat Wisata di Kabupaten Badung Bali yang terkenal ini lokasinya berjarak sekitar 1 jam waktu perjalanan berkendara dari Ngurah Rai Airport. Pura Luhur Uluwatu berada di ujung sebelah barat daya pulau Bali, tepatnya di atas anjungan batu karang yang terjal serta tinggi dan menjorok ke laut .Pura ini terletak diatas tebing batu karang.Biaya masuk ke Pura ini sekitar 25 ribu.Pada saat datang ke Pura kita harus menggunakan baju yang tertutup,jika kita menggunakan celana pendek akan diberikan kain yang dijadikan seperti samping,sedangkan ada juga yang menggunakan selendang. Pura Uluwatu merupakan destinasi wisata yang indah,ketika kita masuk kita akan berjalan meelwati sebuah hutan yang terdapat banyak monyet,uniknya kita tidak diperbolehkan menggunakan barang mahal,seperti kacamata,handphone,dll. Terkadang topi pun diambilnya,Jika barang itu diambil oleh...