Ritual Bakar Tongkang atau singkatnya dalam Bahasa Hokkien dikenal sebagai Go Gek Cap Lak (Tanggal 16 bulan 5) adalah sebuah ritual tahunan masyarakat di Bagansiapiapi yang telah terkenal di mancanegara. Bakar Tongkang menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu dan salah satu wisata andalan Bumi Lancang Kuning. Di Riau, festival tahunan ini menjadi salah satu destinasi andalan dan masuk 10 besar agenda wisata Kementerian Pariwisata. Ritual ini sudah berlangsung selama 134 tahun silam. Seperti namanya, rangkaian dalam ritual ini berupa kegiatan membakar kapal yang disebut tongkang. Bakar tongkang berasal dari negara Cina. Ritual ini diawali karena adanya tuntutan kualitas hidup yang lebih baik di Negara Cina. Etnis Tionghoa dari Provinsi Fujian di Cina memulai perantauan menuju lautan dengan sebuah kapal kayu yang sederhana. Di saat mereka dalam keadaan bimbang mereka meminta pertolongan kepada dewa Kie Ong Ya untuk memandu mereka menuju suatu daratan. Suatu malam,...
(sumber foto: rimanews.com) Bakar Tongkang adalah tradisi yang berasal dari Bagansiapiapi. Tradisi ini diadakan pada tanggal enam belas bulan lima pada penanganggalan Tiongkok. Perayaan ini juga biasa disebut Go Gek Cap Lak, yaitu bahasa Hokkiennya tanggal tersebut. Perayaan ini diadakan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Dewa Ki Hu Ong Ya (Ong Ya Kong). Ada kisah di balik ritual pembakaran Tongkang. Pada zaman dahulu, pelaut yang berasal dari daratan Tiongkok berlayar dengan kapal kayu (Tongkang). Dalam perjalanan, mereka tersesat dan berdoa kepada Ong Ya Kong agar mereka dapat berhenti di sebuah tempat dengan selamat. Doa mereka terjawab. Mereka menemukan sumber cahaya yang berasal dari pulau yang telah memiliki penduduk. Sebagai ucapan terima kasih kepada Ong Ya Kong, mereka membakar kapal mereka sebagai sesajen dan hal tersebut diturunkan kepada anak-cucu mereka. Terdapat prosesi dalam ritual pembakaran Tongkang. Proses ritual biasanya diawali...
Kiam ke adalah kue khas daerah Bagansiapiapi di Riau. Namun tidak seperti kue pada umumnya, kiam ke adalah kue asin yang terbuat dari bubur dan sagu (rata-rata sekarang menggunakan tepung beras) yang ditaburi berbagai bumbu. Biasanya kue ini juga dilumuri dengan kuah cabai. Tunggu, kok aneh sih? Memangnya ada kue seperti ini? Sebenarnya, meskipun secara teknis kiam ke adalah kue, pada saat dimakan rasanya lebih mirip cimol yang dibumbui ebi (udang kering) dan kacang tanah. Perlu diakui, penamaannya sebagai "kue" asin memang sedikit menyesatkan. Dulu, kaum peranakan tionghoa di Bagansiapiapi merasa sayang untuk membuang makanan sisa, terutama bubur yang belum habis. Alhasil tercetuslah ide untuk memblender bubur berlebih tersebut, kemudian dicampur dengan tepung sagu, sehingga bubur sisa dapat di"daur-ulang" menjadi makanan lain. Namun seiring berjalannya waktu, tepung beras yang semakin aksesibel perlahan-lahan menggantikan bubur yang diblender sebagai bahan utama, s...
Siapa yang tidak kenal dengan masjid? Tempat orang Islam menjalankan ibadahnya 5 kali sehari dan konon menjadi tempat awa mula peradaban menurut orang Islam. Sekarang sudah banyak masjid-masjid yang dibangun dengan desain modern oleh para arsitek zaman sekarang dan bahan bangunan yang familiar kita ketahui. Pada saat ini, apakah kalian tahu masjid-masjid zaman dahulu ketika tidak ada semen yang menjadi bahan perekatnya adalah putih telur? Salah satunya adalah masjid ini.. Masjid Sultan Riau, berada di pulau Penyengat kota Tanjung Pinang didirikan pada tahun 1832 pada pemerintahan Tuan Muda VII Raja Abdurrahman. Pada awal mula berdirinya masjid ini dibangun oleh rakyat dengan bangunan sederhana dari kayu. Karena tidak mencukupi lagi area untuk solat bagi orang islam setempat, maka atas perintah Raja abdurrahman masjid ini diperluas. Yang unik dari pembagunan ini adalah memakai putih telur sebagai pengganti semen, situasinya juga zaman dulu ya nggak ada semen... Pada proses pe...
SELEMBAYUNG PENGERTIAN Selembayung disebut juga “ selo bayung “ dan “tanduk buang” adalah hiasan yang terletak bersilangan pada kedua ujung perabung bangunan.pada bangunan balai adat melayu ini setiap pertemuan sudut atap di beri selembayung yang terbuat dari ukiran kayu. Biasanya terdapat di perkantoran, gedung pemerintahan, dan juga rumah adat. Selembayung berasal dari kebudayan suku Melayu Riau yang kehidupannya sangat akrab dengan sungai dan air. Hiasan bersilang itu sendiri berasal dari kayu bersilang yang terdapat diperabung sampan guna menahan atap sebagai tempat bernaung. Diujung lentik atap itulah yang disebut selembayung. Kultur yang digunakan adalah kultur air. Dewasanya, selembayung kini digunakan di rumah-rumah adat sebagai suatu ciri budaya Riau. Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung. Pada saat ini, banyak terdapat modifikasi selembayung yang diubah karena di tuntut oleh disain arsitektur bangunan. Namun ternyat...
Sirih adalah tanaman asli Indonesia yang merupakan tanaman khas provinsi Kepualauan Riau. Masyarakat Kepulauan Riau sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit. Walaupun demikian tanaman sirih banyak dijumpai di seluruh Indonesia, dimanfaatkan atau hanya sebagai tanaman hias. Sirih ada dua, ada sirih merah dan sirih hijau. Kedua sirih tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak antara lain untuk kecantikan, kesehatan tubuh, dan lainnya. Berikut adalah manfaat dari sirih merah dan hijau, Daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir , pinang , tembakau dan kapur Dapat digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka) Sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gu...
Bagi masyarakat Melayu rumah bukan saja sebagai tempat tinggal di mana kegiatan kehidupan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tetapi juga menjadi lambang kesempurnaan hidup. Beberapa ungkapan tradisional Melayu menyebutkan rumah sebagai “Cahaya Hidup di Bumi, Tempat Beradat Berketurunan, Tempat Berlabuh Kaum Kerabat, Tempat Singgah Dagang Lalu, Hutang Orang tua kepada Anaknya”. Langkah pertama yang dilakukan sebelum mendirikan rumah adalah melakukan musyawarah, baik antarkeluarga maupun dengan melibatkan anggota masyarakat lain. Biasanya dalam musyawarah, dijelaskan tentang segala pantangan dan larangan, serta adat dan kebiasaan yang harus dilakukan dengan tertib. Pengerjaannya ditekankan pada asas kegotong-royongan yang disebut batobo , besolang, bepiari , atau betayan . Seseorang yang mendirikan suatu bangunan tanpa mengadakan musyawarah dapat dianggap sebagai orang yang “kurang adab” atau “tak tahu adat”. Bangunan yang didirikan tanpa musya...
Kisah Punai Anai (https://dongengceritarakyat.com) Punai Anai adalah seorang anak yang berasal dari keluarga yang terbilang mapan dan berada meski ia mempunyai enam saudara kandung. Kedua orangtua Punai Anai sangat memercayai ramalan Datuk ahli nujum. Apa pun yang diucapkan Datuk ahli nujum mereka percayai sebagai sebuah kebenaran. Pada suatu hari kedua orangtua Punai Anai kembali mendatangi Datuk ahli nujum. Mereka bertanya perihal nasib mereka dan juga tujuh anak mereka di kemudian hari. Dengan menggunakan tempayan, air, dan sembilan jeruk limau serta mantra-mantra saktinya, Datuk ahli nujum mencoba meramal. Hasil ramalannya kemudian disampaikannya kepada kedua orangtua Punai Anai. Katanya, “Kalian dan juga enam anak kalian akan bernasib mujur. Sangat beruntung, malah. Hanya seorang anak kalian saja yang tidak akan bernasib baik.” “Siapa anak kami yang tidak bernasib baik itu, Datuk?” “Punai Anai,”jawab Datuk ahli nujum. &ld...
Bahan-bahan 250 gr nangka muda, potong2 1/4 kg ayam, potong kecil2 3 cm kunyit, memarkan 1500 cc santan (3/4 butir kelapa tua) 4-5 btg serai, memarkan 3 lembar daun salam 1 lembar daun kunyit 3 lembar daun jeruk 1 bh asam kandis 1/2 sdt gula 2 sdt garam Bumbu yang dihaluskan : 15 btg cabe merah 15 siung bawang merah 3...