Musik
109 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hari Raya Saraswati
Ritual Ritual
Bali

Mungkin banyak orang diluar masyarakat Hindu hanya mengenal Hari Raya Nyepi atau Galungan saja. Padahal Umat Hindu memiliki beberapa Hari Besar Keagamaan lainnya, termasuk didalamnya Hari Raya Saraswati. Hari Raya Saraswati? Apa itu?       Masyarakat Hindu memprecayai bahwa Hari Raya Saraswati merupakan hari ilmu pengetahuan, dimana Sang Hyang Widhi telah menciptakan ilmu pengetahuan bagi umat manusia supaya bisa menyelaraskan dirinya dengan alam. Hari Raya Saraswati ini dirayakan oleh penganut Hindu di Indonesia setiap 210 hari sekali atau setiap 6 bulan, yang dalam sistem perhitungan kalender Jawa hari raya ini jatuh pada hari Sabtu.       Kata Saraswati sendiri berasal dari bahasa Sangsekerta yang memiliki makna mengalir. Sehingga dalam penguraiannya lebih jauh lagi, Saraswati memiliki makna air yang mengalir dari ketinggian menuju danau atau kolam. Kata Saraswati dalam Veda memiliki arti merupakan mantra pujaan. Banya...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Daul Kombo
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Bali

Musik daul Kombob merupakan salah satu iringan muasik dari  Kabupaten Pamekasan, Madura , kita akan dibuat terkesima, tidak saja karena keindahan bunyinya yang rampak dan enerjik, tapi juga karena keunikan instrumennya yang dibuat dari barang-barang bekas. Misalnya, drum bekas, ban mobil bekas, kentongan kayu ( tok-tok ), serta bangkai truk yang hanya diambil kerangkannya. Namun demikian, kendati terbilang sederhana tapi musik perkusi ini sangat digemari masyarakat Pamekasan, juga daerah lainnya. Hampir bisa dipastikan, setiap dusun di Kabupaten Pamekasan memiliki kelompok Dual Kombo yang siap ditampilkan di berbagai event. Daul Kombo awalnya berasal dari musik patrol yang biasa dimainkan untuk membangunkan orang saur pada bulan Puasa. Namun dalam perkembangannya, musik yang semula dimainkan dengan menggunakan alat-alat kentongan bambu, botol air mineral, kaleng bekas dan lain-lain tersebut, kemudian digarap ulang menjadi sebuah ensambel perkusi yang lebih kreatif. C...

avatar
Yeni27naibaho
Gambar Entri
3 - Aksara Bali
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

 Aksara Bali, dikenal juga sebagai hanacaraka, adalah salah satu aksara tradisional Nusantara yang berkembang di Pulau Bali, Indonesia. Aksara ini umum digunakan untuk menulis bahasa Bali dan bahasa Sanskerta. Dengan sedikit perubahan, aksara ini juga digunakan untuk menulis bahasa Sasak yang digunakan di Lombok. Aksara ini berkerabat dekat dengan dengan aksara Jawa.   Aksara Bali masih diajarkan di sekolah-sekolah Bali sebagai muatan lokal, namun penggunaannya terbatas pada lingkup yang sempit. Dalam penggunaan sehari-hari, sebagian besar aksara Bali telah tergantikan dengan huruf Latin.   Aksara Bali adalah sebuah abugida. Tiap hurufnya merepresentasikan sebuah suku kata dengan vokal /a/ atau /É™/ di akhir kata yang dapat diubah dengan penggunaan tanda baca. Aksara ditulis tanpa spasi (scriptio continua).   Aksara Bali memiliki 47 huruf. Bahasa Bali murni dapat ditulis dengan 18 huruf konsonan dan 7 vokal saja, sementara terj...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tari Durga Mahisasura Mardini
Tarian Tarian
Bali

Tari Durga Mahisasura Mardini adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali. Tarian ini merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kisah Durga Mahisasura Mardini yang tertulis didalam lontar Siwagama. Naskah klasik tersebut berkisah tentang suatu peristiwa pada saat dewa-dewi di surga kewalahan dalam menghadapi serangan Raksasa Rakta. Melihat keadaan tersebut, Dewa Syiwa memerintahkan kepada Dewi Durga untuk menghabisi Raksasa Rakta dengan memakai senjata dewata nawasanga. Tokoh Dewi Durga Mahisasura Mardini didalam berbagai penampakan, baik itu dalam lukisan, candi, ataupun arca, selalu diwujudkan sebagai perempuan yang mempunyai tangan banyak dan menunggangi binatang harimau. Sementara, senjata dewata nawasanga didalam kepercayaan Hindu Bali merupakan manifestasi dari 8 (delapan) arah mata angin (delapan dewa) dengan Dewa Syiwa sebagai pusatnya. Berkat senjata dewata nawasanga, Raksasa Rakta itupun akhirnya tewas walau sempat menjelma menjadi kerbau yang sangat...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kesenian Reak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Kesenian Reak merupakan sebuah kesenian dengan perpaduan antara reog, angklung, kendang, dan topeng yang berasal dari daerah Jawa Barat.  Disebut kesenian Reak karena saat pertunjukan reak ini berlangsung akan terdengar suara eak-eakan (dalam bahasa Sunda) dari para pemainnya. Salah satu kesenian Reak yang ada di Jawa Barat yaitu dari daerah Rancaekek, Bandung. Kelompok yang masih melestarikan budaya kesenian Reak di Rancaekek adalah kelompok Sinar Karuhun, yang dicetuskan oleh Aki Sarta pada tahun 1926. Abah Danu, merupakan orang yang menggantikan Aki Sarta sebagai ketua dan dianggap menjadi sesepuh dari kelompok Sinar Karuhun. Namun karena usianya yang sudah senja, posisi sebagai ketua, Abah Danu berikan kepada anak adiknya yang lebih muda. "Abah megang sebagai ketua di kesenian ini dari tahun 1959, tapi sekarang diturunkan ke adik Abah, karena tahun 2000-an Abah sakit," ujarnya. Saat ditemui di kediamannya, beliau menceritakan perjalanan kesenian...

avatar
Vitussekti
Gambar Entri
Gerantang
Alat Musik Alat Musik
Bali

Gerantang memiliki susunan atas beberapa potongan bambu yang tersusun berderet dan digunakan dengan 2 alat pemukul khusus seperti contoh Gambang ( alat musik dari Jawa ) tetapi alat musik Gerantang memakai bambu. Alat musik tradisional ini asalnya dari Bali cukup sering dipakai pada kegiatan gamelan atau angklung. Pada daerah Jawa Barat alat ini disebut calung, jelas pastinya terdapat perbedaan antara  alat musik tradisional Bali  dan Jawa. Alat musik Gerantang digunakan pada pentas seni  Cupak Gerantang . Cupak Gerantang merupakan cerita 2 orang tokoh kakak beradik yang mempunyai nama  Cupak  dan  Grantang.  Yang semuanya memiliki sifatnya masing-masing seperti Cupak mencerminkan semua sifat buruk manusia, sedangkan Gerantang kebalikannya, ia mencerminkan sifat baik di diri manusia. Untuk membuat  alat musik tradisional  ini, diperlukan bambu, gergaji, parang, amplas ( penghalus ) dan beberapa benda tamb...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tarian Baris Kraras
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Tari Baris Kraras merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bali, tepatnya dari Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.  Tarian ini termasuk tari wali, yaitu tarian upacara atau tarian sakral yang ditampilkan dalam upacara adat dan agama Hindu di Bali.  Tarian ini biasanya dipentaskan di area terdalam suatu pura (jeroan).  Tarian Baris Kraras merupakan tari Wali yang dipentaskan dalam upacara Piodalan atau Pujawali atau Aci Tulak Tunggul di Pura Taman Ayun yang jatuh pada hari Selasa Kliwon wuku Medangsia atau setiap 210 hari (enam bulan). Tari Baris adalah tarian yang menggambarkan ketangkasan pasukan, sesuai dengan namanya baris yang berasal dari kata bebaris yang dapat diartikan sebagai pasukan.  Oleh karena itu, tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit.  Hal unik dari tarian ini adalah iringannya menggunakan musik vokal dan busana yang digunakan terbuat dari pelepah pisang dan daun pisang tua (kraras) yang dihiasi dengan hiasa...

avatar
OSKM_16218137_Monica Mayrene Kurniawan
Gambar Entri
Kesenian Tektekan
Alat Musik Alat Musik
Bali

Sejarah munculnya kesenian Tektekan dimulai dari daerah Kerambitan, Tabanan yang bertujuan untuk mengusir roh jahat yang menyebabkan wabah penyakit. Pada saat itu didaerah tersebut terkena wabah penyakit yang diyakini sebagai penyakit nonmedis oleh warga didaerah tersebut. Bahkan wabah tersebut dapat membuat banyak warga meninggal dunia. Lalu mereka pun membunyikan benda benda yang menghasilkan bunyi yang keras seperti kaleng, kulkul, besi untuk menghilangkan rasa takut. Lalu kulkul yang dipilih dan dipercayai bisa mengusir roh jahat yang menyebabkan wabah penyakit. Tektekan secara etimologi berasal dari kata "Tek" karena bunyi yang didominasi dengan suara tek tek tek. Tektekan ini dimainkan menggunakan alat sederhana yaitu kentongan atau di Bali disebut dengan kulkul,lalu memainkannya dengan cara dipukul menggunakan kayu kecil. Kesenian tektekan ini dimainkan oleh 30-40 orang dengan ritme seperti suara pementasan kecak. Tektekan biasanya dipadukan dengan alat musik tradisional B...

avatar
OSKM18_16018290_Sani Oktaviani
Gambar Entri
Kesenian Jegog
Alat Musik Alat Musik
Bali

Seniman yang bernama Kiyang Geliduh berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali merupakan pencipta dari Jegog pada tahun 1912. Kesenian Jegog adalah alat musik berupa gamelan yang memiliki suara nyaring dan merdu dan berbentuk besar dan khas. Jegog terbuat dari bambu besar yang memiliki diameter 18 cm, ketebalan sekitar 2 cm, dan panjang bisa mencapai 3 m. Selain bentuk gamelan yang besar, yang membuat gamelan ini unik adalah posisi penabuh ketika memainkannya. Penabuh tidak memainkannya dengan posisi duduk bersila, melainkan duduk di atas kursi bahkan berdiri karena ukuran gamelan yang lebih tinggi.  Gamelan Jegog biasa difungsikan sebagai pengiring tari khas daerah Jembrana yang bernama Tari Jegog. Iringannya juga sering dimainkan saat tradisi Makepung dan atraksi pertarungan Jegog Mebarung. Jegog Mebarung merupakan sebuah pementasan seni Jegog dengan  tabuh mebarung , pertarungan antarpenabuh, yang biasa diikuti oleh dua sampai tiga kelompok Jegog, dalam Bahasa Bali diseb...

avatar
OSKM_19918023_Kadek