Alat Musik
Alat Musik
Alat Musik Bali Bali
Gerantang
- 31 Mei 2018

Gerantang memiliki susunan atas beberapa potongan bambu yang tersusun berderet dan digunakan dengan 2 alat pemukul khusus seperti contoh Gambang (alat musik dari Jawa) tetapi alat musik Gerantang memakai bambu.

Alat musik tradisional ini asalnya dari Bali cukup sering dipakai pada kegiatan gamelan atau angklung. Pada daerah Jawa Barat alat ini disebut calung, jelas pastinya terdapat perbedaan antara alat musik tradisional Bali dan Jawa.

Alat musik Gerantang digunakan pada pentas seni Cupak Gerantang.

Cupak Gerantang merupakan cerita 2 orang tokoh kakak beradik yang mempunyai nama Cupak dan Grantang. Yang semuanya memiliki sifatnya masing-masing seperti Cupak mencerminkan semua sifat buruk manusia, sedangkan Gerantang kebalikannya, ia mencerminkan sifat baik di diri manusia.

Untuk membuat alat musik tradisional ini, diperlukan bambu, gergaji, parang, amplas (penghalus) dan beberapa benda tambahan seperti contoh obeng atau palu, Bahan bambu untuk gerantang sekitar 1 sampai 3 ruas dan mempunyai panjang 45 ~ 95 cm.

Pada bilah bambu tersebut berilah lubang, mungkin berkisar seperempat bagian bambu sebagai tempat untuk mendapatkan suara yang diinginkan.

Panjang bungbung gerantang sekitar sati ruas sampai dengan tiga ruas, atau kurang antara 45 cm sampai 95 cm dari nada tertinggi sampai nada rendahnya. Alat yang perlu disiapkan sebagai pembuat adalah gergaji sebagai pemotong , parang untuk menebas, dan pengutik sebagai penghalusnya.

 

Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-bali/

 

 

 

---------------------------

 

 

 

https://qlapa.com/blog/info-lengkap-alat-musik-bali

Gerantang terbuat dari bambu. Instrumen ini terdiri atas beberapa potongan bambu yang disusun berderet dan dimainkan dengan menggunakan 2 alat pemukul khusus, mirip seperti gambang (alat musik dari Jawa). Gerantang cukup sering digunakan dalam pementasan gamelan atau pertunjukan angklung. Di daerah Jawa barat, instrumen seperti ini disebut calung.

Selain itu, instrumen gerantang juga digunakan dalam pentas seni Cupak Gerantang. Sebuah kesenian yang menceritakan dua tokoh kakak beradik bernama Cupak dan Gerantang. Cupak mencerminkan sifat buruk manusia, sedangkan Gerantang sebaliknya.

Detail Spesifikasi gerantang
Panjang bambu untuk membuat gerantang sekitar satu sampai tiga ruas (kira-kira 45 cm hingga 95 cm). Terdapat lubang di sekitar seperempat bagian bambu untuk menghasilkan suara. Panjang bungbung gerantang berkisar antara satu ruas sampai dengan tiga ruas, atau antara 45 cm sampai 95 cm dari nada tertinggi hingga terendah.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah