Seniman yang bernama Kiyang Geliduh berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali merupakan pencipta dari Jegog pada tahun 1912. Kesenian Jegog adalah alat musik berupa gamelan yang memiliki suara nyaring dan merdu dan berbentuk besar dan khas. Jegog terbuat dari bambu besar yang memiliki diameter 18 cm, ketebalan sekitar 2 cm, dan panjang bisa mencapai 3 m. Selain bentuk gamelan yang besar, yang membuat gamelan ini unik adalah posisi penabuh ketika memainkannya. Penabuh tidak memainkannya dengan posisi duduk bersila, melainkan duduk di atas kursi bahkan berdiri karena ukuran gamelan yang lebih tinggi.
Gamelan Jegog biasa difungsikan sebagai pengiring tari khas daerah Jembrana yang bernama Tari Jegog. Iringannya juga sering dimainkan saat tradisi Makepung dan atraksi pertarungan Jegog Mebarung. Jegog Mebarung merupakan sebuah pementasan seni Jegog dengan tabuh mebarung, pertarungan antarpenabuh, yang biasa diikuti oleh dua sampai tiga kelompok Jegog, dalam Bahasa Bali disebut Jegog Barung Dua atau Jegog Barung Tiga. Masing-masing kelompok Jegog biasanya membawa 20 penabuh.
Pada saat Mebarung, masing-masing Jegog mengawali dengan Tabuh Terungtungan dengan makna mengungkapkan rasa terima kasih dan hormat kepada para penonton dimana masing-masing kelompok diberi durasi waktu selama 10 menit. Tabuh Terungtungan terdengar sangat merdu dan suaranya lembut dengan irama yang mempesona sebagai gambaran keindahan alam Bali. Atraksi Jegog Mebarung dimulai setelah Tabug Terungtungan dengan masing-masing penabuh memukul Gamelan Jegog versamaan antarkelompok Jegog yang satu dengan lawannya. Penabuh memukul Gamelan Jegog dengan pukulan yang keras sehingga mengeluarkan suara yang gaduh dan terkadang penonton mengalami kesulitan membedakan suara lagu musik antarkelompok. Kerasnya pukulan penabuh, tidak jarang menyebabkan Gamelan Jegog pecah dan suaranya menjadi serak. Pecahnya Gamelan Jegog membangunkan semangat dari kelompok Jegog lawan menyoraki sehingga menjadi sangat riuh dan menari-nari sambil berteriak yang kadang menimbulkan emosi bagi si penabuh Jegog. Penentuan pemenang Jegog Mebarung tidak berdasarkan hasil penilaian juri melainkan penilaian dari para penonton. Ketika penonton mendengar suara Jegog yang lebih dominan dan merdu, maka kelompok itulah yang menjadi pemenangnya. Hadiah yang biasanya diberikan berupa suatu kebanggan bagi kelompok Jegog tersebut.

#OSKMITB2018
Sumber artikel:
https://www.kintamani.id/menikmati-keindahan-kesenian-jegog-seni-gamelan-khas-jembrana-002176.html
http://www.isi-dps.ac.id/berita/gamelan-jegog/
Sumber gambar:
http://panduanwisata.id/2014/11/27/menyaksikan-kesenian-jegog-di-desa-sangkaragung-bali/
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...