tahun baru
1.075 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Cepetan
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini bernama Tari Cepetan. Kata “ cepetan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ cepet” yang berarti setan atau makhluk halus yang dipercaya berkeliaran saat petang. Mengapa tarian ini bisa diberi nama Tari Cepetan? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakang atau asal usul tarian ini tercipta. Tarian ini awalnya berkembang di Kecamatan Karanggayam tepatnya mulai abad ke XIX. Pada zaman penjajahan Belanda, lahan-lahan di daerah ini banyak yang berubah menjadi onderneming — perkebunan luas yang dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Melihat tanah mereka direbut oleh pihak asing, warga sekitar tidak bisa tinggal diam. Akhirnya lahirlah tarian ini sebagai bentuk perlawanan non-fisik kepada penjajah. Warga bermaksud untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga tidak kerasan dan memilih unt...

avatar
OSKM18_16018090_Finka Lidya Wati
Gambar Entri
Gamelan Soepra
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Gamelan merupakan salah satu alat musik yang terkenal dari Jawa. Gamelan sering kita jumpai dalam acara-acara yang mengusung tema budaya seperti pagelaran wayang. Gamelan sendiri juga merupakan budaya bangsa Indonesia yang harus dijaga agar tetap ada. Namun untuk belajar gamelan tidaklah mudah karena tangga nada yang digunakan tidak sama seperti tangga nada musik modern seperti sekarang ini. Gamelan menggunakan tangga nada pentatonik yang terbagi menjadi dua yaitu slendro dan pelog . Untuk mengatasi hal itu, di Semarang terdapat sebuah gamelan unik yang bernama gamelan soepra. Apa itu gamelan soepra?? Yuk cari tahu lebih jauh. Gamelan soepra sekilas memang terlihat seperti gamelan pada umumnya, tidak ada perbedaan mencolok antara keduanya. Namun jika sudah dimainkan baru akan terasa perbedaannya yaitu, ada pada tangga nada yang digunakan. Tidak seperti gamelan biasanya, gamelan soepra menggunakan tangga nada kromatis sehingga menjadi lebih mudah dipelajari dan bisa memain...

avatar
OSKM18_16518349_DISMAS WIDYANTO
Gambar Entri
Asal Usul Kethek Ogleng
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Kethek Ogleng merupakan sebuah tari yang gerakannya menirukan tingkah laku kethek (kera). Tarian ini biasa ditarikan oleh masyarakat Desa Tokawi Kabupaten Wonogiri bertahun-tahun lamanya. Biasanya tarian ini dipentaskan pada waktu hajatan masyarakat setempat. Tarian Kethek Ogleng ini berasal dari sebuah cerita Kerajaan Jenggala dan Kediri. Raja Jenggala mempunyai seorang putri bernama Dewi Sekartaji dan Kerajaan Kediri mempunyai seorang putra bernama Raden Panji Asmorobangun. Kedua insan ini saling mencintai dan bercita-cita ingin membangun kehidupan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Hal ini membuat keduanya tidak dapat dipisahkan. Namun, raja Jenggala, ayahanda Dewi Sekartaji, mempunyai keinginan untuk menikahkan Dewi Sekartaji dengan pria pilihannya. Ketika Dewi Sekartaji tahu akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan ayahandanya-yang tentunya tidak dia cintai, dia diam-diam meninggalkan Kerajaan Jenggala tanpa sepengetahuan sang ayahanda dan seluruh orang di kerajaan. M...

avatar
OSKM_19918124_Nabila ITB_2018
Gambar Entri
Batik Tapak Kebo
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...

avatar
Oskm_16318094_alfianfani
Gambar Entri
Tedak Sinten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedak Sinten merupakan tradisi bagi bayi berusia 7 atau 8 bulan yang baru pertama kali belajar belajar. Tedak memiliki arti 'turun' atau 'injak' dan sinten yang berasal dari kata 'siti' yang berarti tanah maka dari itu tradisi ini dikenal juga sebagai tradisi turun tanah yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Tedak Sinten di laksanakan berdasarkan kalender Jawa dimana 1 bulan berarti 35 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang memeiliki 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Jadi, tedak sinten dilakukan ketika bayi kurang lebih berumur 245 hari dari hari kelahiran. Proses ini di mulai di pagi hari, di sediakan 7 jadah atau kue ketan yang memiliki warna berbeda dimulai dafri warna putih hingga hitam yang akan di tapaki oleh kaki anak sebagai simbol suatu harapan agar sang anak dapat melewati berbagai macam kesulitan setiap harinya dan  mengingatkan seberat apapun masalah nya pasti akan ada titik terang, Setelah itu, anak dituntun untuk menaiki...

avatar
OSKM18_16618061_Rezaldy
Gambar Entri
Segarnya Es Campur “Pak San” khas Cilacap
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

  Es campur “Pak San” merupakan kuliner pencuci mulut yang sangat legendaris di Kota Cilacap, Jawa Tengah. Ayah saya merekomendasikannya karena beliau sangat menyukai es campur ini sejak kecil. Bertahan puluhan tahun hingga sekarang, keunikan dan kesegaran dari kuliner ini sangat memikat penikmatnya. Kini lokasinya berada di Jalan Wiratno, yang sekarang telah dilanjutkan oleh putri dari Pak San yaitu Ibu Wagiah. Ciri Khas dan Keunikan Es Campur “Pak San” Bahan utama yang sangat membedakan es campur “Pak San” dengan es campur lainnya adalah adanya labu siam , atau yang sering disebut dengan waluh, yang dibuat manisan sehingga bentuknya seperti cendol dan berwarna hijau. Lalu dicampur dengan cendol putih, kelapa muda, dan kolang kaling. Bahan andalan lainnya adalah santan kenil , yaitu perasan parutan kelapa tua yang kental. Di atas itu semua, es parut pun diberikan cukup banyak dan dibentuk seperti kubah, serta diberi sirup ber...

avatar
OSKM18_16618193_Richelle Rosebing
Gambar Entri
Laden Manten/Nyinom
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Tradisi di pernikahan pasti ada dalam kehidupan di Indonesia dan merupakan tradisi yang sudah turun menurun dan salah satu tradisi dari jaman nenek  saya sampai sekarang adalah Nyinom sebagai wujud gotong royong masyarakat di daerah Sukoharjo. Nyinom adalah salah satu tradisi yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan, Nyinom/Laden Manten dari Bahasa Jawa ngeladeni yang berarti melayani dan manten artinya pasangan yang baru saja naik ke pelaminan, tradisi Laden Manten/Sinoman di Sukoharjo ini dilakukan oleh pemuda pemuda sekitar di dalam suatu kelompok masyarakat, tujuan tradisi ini adalah yang utama untuk menghindari pengeluaran yang berlebih untuk menyewa katering untuk melayani tamu dan bersosialisasi dengan pemuda pemuda lain dan agar suatu saat nanti salah satu pemuda lain mengadakan acara pesta pernikahan mereka para pemuda dengan senang hati membantu juga. Pada dasarnya sama dengan catering, intinya menyajikan makanan/minuman kepada tamu...

avatar
OSKM18 16818042 Helmi
Gambar Entri
Asal Mula Desa Candi Wulan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Alkisah berawal dari seorang pemuda bernama Soloboyo Parikesit yang merupakan putra dari nyai ratawalu dan ki parikesit. Soloboyo yang sudah berumur 30 tahun masih saja belum memiliki pasangan hidup karena tidak ada perempuan yang mau dengannya karena takut bila Soloboto tidak akan bisa menghidupi mereka nantinya karena Ia dilahirkan di keluarga yang sederhana. Karena itu, Soloboyo merantau keluar desa untuk mencari pasangan hidup yang dapat menerima dirinya apa adanya. Kemudian dia bertemu dengan seorang perempuan yg bernama Purnamasari. Purnamasari pun mau menjadi istri Soloboyo namun Ia meminta satu syarat. Ia meminta rumah dimana Ia bisa melihat bulan dengan jelas. Soloboyo pun pergi ke berbagai tempat untuk mencari tempat yang sesuai dengan permintaan Purnamasari itu, tetapi Ia tetap saja belum menemukannya. Kemudan suatu saat Ia lelah dan kemudian duduk di tengah-tengah perjalannya di suatu hutan untuk beristirahat. Soloboyo secara tidak sengaja memandangi langit dan sadar t...

avatar
OSKM18_16918185_CITRA PUTRA ARRAFIAN
Gambar Entri
Makna dan Filosofi Tembang Macapat
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Aturan khusus tersebut biasa disebut sebagai wewaton (guru/patokan). Dalam macapat terdapat 3 guru yakni guru gatra (banyaknya jumlah baris dalam satu bait), guru wilangan (banyaknya suku kata dalam setiap baris) dan guru lagu (jatuhnya suara vokal dalam setiap baris/ dhong-dhing ). Dalam perkembangannya tembang macapat mengalami perbedaan tafsir. Meski terdapat banyak perbedaan tafsir macapat, namun pada aturan-aturan baku tetap sama. Guru gatra, guru wilangan dan guru lagu semua tetap menggunakan patokan yang sama. Tembang macapat diyakini sebagian besar orang jawa sebagai kelompok tembang yang memiliki makna proses hidup manusia, proses dimana Tuhan memberikan r...

avatar
OSKM18_16418324_Widy Hanifianto