tahun baru
1.076 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Purworejo: PROSESI PETIK TIRTA (DESA JENAR LOR, KEC. PURWODADI)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

"Pethik Tirta" merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah "Pethik Tirta" berasal dari kata "Pethik" yang berarti "mengambil" dan "Tirta" yang berarti "air". Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra-Islam di Jawa. Penyelenggaraan upacara itu terkait dengan asumsi bahwa pada hakekatnya manusia memiliki sistem kepercayaan, yang merupakan sal...

avatar
OSKM18_16518166_Ahadi Ihsan
Gambar Entri
3 Macam Soto Khas Pekalongan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Selain terkenal dengan batiknya, Pekalongan juga memiliki berbagai macam soto yang sayang untuk dilewatkan. Berikut adalah 3 Macam Soto Khas Pekalongan. 1. Tauto Tauto pekalongan adalah soto dengan bumbu tauco. Soto asal pekalongan ini memang menggunakan tauco manis sebagai bumbunya. Untuk isinya tauto menggunakan daging sandung lamur, telur rebus dan emping. Sajikan dengan taburan bawang goreng, daun seledri, dan perasan air jeruk nipis. Penyajian tauto cukup sederhana, hanya berisi dengan bihun putih, daun bawang, bawang merah, dan kuah sotonya.  Setelah semuanya dicampur, baru kemudian ditambahkan dengan tauto nya, yaitu kedelai yang telah dimasak dan dihaluskan. Dengan tambahan bumbu kedelai ini, kuahnya bertambah harum dengan cita rasa yang khas. Rupanya hal inilah yang membedakan dengan soto-soto lainnya yang ada. Sebagai menu pelengkap biasanya tersedia tempe dan tahu goreng khas Pekalongan. 2. Pindang Tetel Pindang tetel adalah s...

avatar
OSKM_16118096_Atian Azizy
Gambar Entri
Keripik Puyur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

KERIPIK PUYUR Bahan baku slondok puyur adalah ketela pohon ( singkong ). Cara pengolahan sebagai berikut : a) Pertama ketela dikupas, pengupasan menggunakan alat seperti pisau kerok. b) Kemudian ketela yang telah dikupas dicuci bersih c) Selanjutnya ketela diparut. d) Hasil parutan ketela kemudian dibungkus karung dan dipres untuk dihilangkan kadar airnya. e) Setelah itu langkah selanjutnya adalah menepungkan atau membuat tepung dari parutan ketela yang telah dipres tersebut. Sambil dibersihkan sontrotnya ( urat-urat kayu ketela ). f) Kemudian dikukus dengan kukusan bamboo berbentuk kerucut, biasanya sekali kukus ada 6 tungku. g) Setelah dikukus langsung panas-panas dimasukkan dalam mesin penggiling berbentuk seperti getuk (untuk pembuatan puyur), kemudian hasilnya akan berbentuk lonjoran bulat. h) Setelah 2 - 3 hari baru bisa dipotong selanjutnya di jemur. i) Sedangkan untuk pembuatan slondok perbedaannya adalah setelah dikukus kemudian ditumplek masih dalam bentuk bucu, kemudian...

avatar
Oskm18_16918136_dionysius
Gambar Entri
Pesona Tari Bangilun
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Bangilun merupakan seni tari tradisional yang bersifat religius. Tari asal daerah Temanggung ini pada mulanya diciptakan dengan tujuan untuk menyebarkan agama islam lewat budaya.Tari Bangilun tercipta kira-kira tahun 1900 pada saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Bentuk dari tari Bangilun sendiri menyerupai tari Dolalak dari Purworejo dan tari Angguk dari Kulon Progo. Penari Bangilun terdiri dari Laki - laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun adalah celana panji, baju rompi, topi pet, properti dan pengaman berupa sabuk, sampur dan slempang. Pada perkembangannya, terdapat beberapa kelompok yang mengreasikan kostum tari bangilun sehingga terlihat lebih modern. Kostum tari bangilun modern memakai kain warna - warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru. Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug/jidor, terbang, saron, gong dan versi modernnya dapat ditambah dengan musik keybord. Bangilu...

avatar
OSKM18_16118021_Ulqi
Gambar Entri
Museum Mandala Bakti Semarang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Budaya dan masyarakat bagaikan kedua sisi uang logam. Kedua hal tersebut saling berkaitan dan menunjang eksistensi satu sama lain. Budaya merupakan hasil realisasi dari pola pikir manusia dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa seiring berkembangnya pola pikir manusia, budaya yang terbentuk pun juga akan berkembang yang berujung pada pergantiannya suatu era. Walaupun suatu budaya telah terganti, bukan berarti budaya tersebut langsung dilupakan begitu saja. Hal tersebut dipandang sebagai suatu histori masyarakat yang sangat berharga.    Bukti sejarah tersebut biasanya tersimpan rapi di sebuah museum, salah satu museum yang cukup historical adalah Museum Mandala Bhakti yang berada di Kota Semarang. Museum Mandala Bhakti bisa dikatakan sebagai museum yang cukup unik karena berdekatan dengan gedung bersejarah di Semarang, yaitu: Lawang Sewu. Bukan hanya itu, konon terdapat jalur bawah tanah yang dapat menghubungkan antara Lawang Sewu dan Mu...

avatar
OSKM18_19718153_angelica
Gambar Entri
Drumblek, Drumben Tradisional Salatiga
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Selain dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia, Salatiga juga identik dengan pertunjukan drumblek. Kesenian drumblek pertama kali muncul tahun 1986 di Desa Pancuran, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga dengan pencetusnya bernama Didik Subiantoro Masruri atau lebih akrab dipanggil dengan Didik Ompong. Ide kreatif Didik muncul ketika Desa Pancuran diminta untuk berpartisipasi mengikuti karnaval Hari Ulang Tahun ke-41 Republik Indonesia. Pertunjukan drumblek saat ini telah mengalami banyak modifikasi. Keunikan dari drumblek adalah penggunaan barang-barang bekas sebagai pengganti peralatan drumben, yaitu bambu, ember, drum, dan jeriken. Keberadaan drumblek tak luput dari perkembangan yang semakin meningkat dari hari ke hari. Kesenian itu kini telah berkembang hingga di seluruh wilayah Kota Salatiga, bahkan hampir setiap RT (Rukun Tetangga) memiliki grup tersendiri. Seperti halnya drumben, kostum yang dikenakan dalam kesenian drumblek j...

avatar
Oskm18_16418170_alfa
Gambar Entri
Tugu Muda Semarang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Tugu Muda merupakan sebuah monumen yang terletak di pusat kota Semarang. Tugu Muda berada di tengah persimpangan lima jalan utama, yaitu Jln. Pemuda, Jln. Pandanaran, Jln. Imam Bonjol, Jln. Mgr. Sugiyopranoto, dan Jln. DR. Sutomo, serta sebuah jalan kecil, yaitu Jln. Inspeksi. Di sebelah utara terdapat Gedung Pandanaran, di sebelah timur ada Lawang Sewu, di sebelah selatan menghadap Museum Mandala Bhakti, dan di sebelah barat ada Wisma Perdamaian. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada umumnya dan kota Semarang pada khususnya saat Pertempuran Lima Hari Semarang. Monumen ini sebenarnya mulai dibangun pada akhir tahun 1945 didekat Alun-Alun, namun karena kondisi Semarang yang masih kacau saat itu, pembangunan tidak selesai sampai tahun 1953. Lokasinya dipindah ke tempat terjadinya peristiwa pertempuran yaitu lokasinya saat ini, dan diresmikan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional oleh Ir. Soekarno, Preside...

avatar
OSKM2018_16218009_aulia Aulia Azizah
Gambar Entri
Mai Song
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Masyarakat Tionghoa pertama masuk ke Indonesia disebabkan oleh faktor-faktor antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut seperti keadaan di Tionghoa pada saat itu sangat tidak baik. Tionghoa merupakan daerah yang miskin sehingga banyak terjadi tindak kriminal, selain itu sering terjadi bencana kelaparan dan bencana alam. Hal ini didukung oleh pemerintah Tionghoa yang mengizinkan rakyatnya untuk bermigrasi. Keinginan mereka untuk bermigrasi juga didorong oleh transportasi di Tionghoa yang semakin lancar, contoh: kapal uap. Sedangkan faktor eksternalnya seperti ketertarikan masyarakat Tionghoa akan Indonesia karena kekayaan alamnya dan letak strategisnya sehingga memberi peluang cerah sehingga menarik orang-orang Tionghoa untuk datang dan membuka usaha di Nusantara. Saat masyarakat Tionghoa masuk ke Indonesia, secara tidak langsung membawa tradisi-tradisi yang sering mereka lakukan. Antara lain tradisi kelahiran, hari-hari besar, perkawinan serta kem...

avatar
Oskm18_16418191_gianvere
Gambar Entri
KERAJINAN ECENG GONDOK MENDUNIA
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

  Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif.Tak hanya sumber daya manusianya saja,tetapi juga sumber daya alam yang melimpah. Keistimewaan ini merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh negara tersebut.Bahkan tercatat bahwa hampir 8 hektar Negara Zamrud Khatulistiwa ini merupakan lahan pertanian.Dimana sebagian lahan tersebut digunakan para petani untuk menanam tanaman seperti salah satunya adalah eceng gondok. Tanaman Eceng Gondok merupakan salah satu jenis tumnuhan air yang mengapung yang berperan sebagai produsen pada ekosistem air tawar.Tanaman ini seringkali menimbulkan kerugian.Jika tidak benar benar di atasi dengan baik.Tumbuhan eceng gondok ini bisa menyebar keseluruh permukaan air dimana dapat mengganggu lalu lintas diperairan,dan dapat menyebabkan evaprotranspirasi yang berarti jumlah kehilangan air akan bertambah besar.Sebagai warga Indonesia yang memiliki inovasi dan kreatifitas yang sangat tinggi,warga dari d...

avatar
Meda