Kemerdekaan Indonesia
1.343 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Munjungan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Dari tinjauan kebahasaan, istilah munjung atau ngunjung memiliki arti mengunjungi, menghadiri atau dalam bahasa agama berziarah. Munjung secara bahasa berarti juga memuja atau melakukan persembahan. Istilah lain yang juga merupakan perkembangan makna dan memiliki arti sama adalah sedekah makam. Namun, bagi masyarakat Leuwimunding, Majalengka, istilah yang telah lazim penyelenggaraan ritual ini disebut munjung. Ritual munjung secara teknis dilakukan dengan melakukan ziarah ke makam para leluhur. Karena kondisi geografis pemakaman di desa ini memiliki lima area pemakaman, penyelenggaraan munjung dipusatkan di lima tempat tersebut. Istilah pemakaman di desa ini banyak juga yang menyebut maqbaroh, sebuah istilah serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti sama dengan tempat kubur atau pemakaman. Kelima tempat itu adalah kompleks pemakaman Jagakerti, Cibatur, Caruy, Karamat, dan Pengkeur Masjid (di sebelah belakang masjid).   Semua tempat yang men...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kraton Kasepuhan Cirebon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Cirebon merupakan salah satu kota yang ada di wilayah Jawa Barat. Letaknya berada di pesisir pantai utara bagian ujung timur, dan lebih dekat ke wilayah Jawa Tengah  ketimbang  ke arah ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung karena memang letaknya berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sehingga, di Cirebon tidaklah mengherankan bila di daerah tersebut ditemui sejumlahnya masyarakatnya ada yang menggunakan bahasa Sunda maupun bahasa Jawa. Inilah salah satu yang membentuk kekhasan Cirebon sesuai dengan istilah Cirebon itu sendiri.   Istilah Cirebon, yang termaktub dalam naskah  Carita Purwaka Caruban   Nagari  yang disusun oleh Pangeran Arya Carbon pada tahun 1720, disebutkan berasal dari kata Caruban kemudian Carbon dan akhirnya menjadi Cirebon. Awalnya Cirebon hanya merupakan sebuah tempat pemukiman beberapa keluarga yang dikenal dengan nama Tegal Alang-alang, yang kini menjadi Lemahwungkuk. Karena letaknya yang tidak begitu jauh dari la...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
KISAH PUTRI DINASTI MING, TAN HONG TIEN NIO - 陈凤珍娘, ISTRI SUNAN GUNUNG JATI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Seorang putri muda yang elok, pernah berlayar jauh dilautan, memburu kekasih hatinya dari Cina ke Nusantara. Dia pernah meninggalkan kisah indah romantis sebagai istri ulama tinggi di Tanah Jawa, SUNAN GUNUNG JATI, yang menjadikannya NYI ONG TIEN dengan gelar PUTRI LARAS SUMANDING di Keraton Kasepuhan Kesultanan Pakungwati Cirebon sekitar 600 tahun yang silam. PUTRI LIE ONG TIEN - 李凤珍 ATAU PUTRI TAN HONG TIEN NIO -陈凤珍娘   merupakan putri dari salah satu kaisar dari DINASTI MING . Kisah Cinta Putri Ong Tien telah melegenda sehingga masuk dalam lingkaran keluarga kesultanan Cirebon dan menjadi bagian penyebaran Islam di Jawa Barat.   Sebelum Dinasti Ming berdiri, banyak pejabat tinggi muslim asal Arab dan Asia Tengah yang duduk di pemerintahan Dinasti Yuan, antara lain SAI DIAN CHI atau SAYIDINA SYAMSUDDIN...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH KI RANGGA GADING DARI KARANGNUNGGAL
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Karangnunggal adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dahulu kala, ketika Tasik masih merupakan “dayeuh” (kota) Sukapura, ada seorang bernama Ki Rangga Gading. Ia sangat sakti. Tapi ke saktiannya disalahgunakan untuk merampok dan mencuri. Ki Rangga Gading tidak pernah tertangkap, karena ia bisa mengubah badannya menjadi binatang, pohon, batu, atau air.   Suatu ketika,  Ki Rangga Gading  mencuri kerbau lima ekor. Pencurian itu sengaja dilakukan di siang hari untuk pamer kesaktian. Warga sekampung pun beramai-ramai memburunya. Karena ketinggian ilmu Ki Rangga Gading, ia mengubah kaki-kaki kerbau menjadi terbalik, sehing ga jejak telapak kaki kerbau berlawanan arah. Warga yang mengikuti jejak itu tertipu. Mereka semakin menjauh dari kerbau-kerbau itu.   Warga memutuskan mengejar ke pasar. Sebab Ki Rangga Gading pasti akan menjual kerbau itu ke pasar. Tetapi dasar Ki Rangga Gading, ia men...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tugu Ploklamasi Karawang
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Tugu Proklamasi Rengasdengklok   berdasarkan catatan sejarah sangat erat kaitannya dengan Peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, tepatnya di rumah seorang Tionghoa yang bernama Djiaw Kie Siong. Sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945. Monumen Kebulatan Tekad Tugu Perjuangan Rengasdengklok  dibangun pada tahun 1950....

avatar
Oskm_16018016_m.luthfi ibrahim
Gambar Entri
Lepet Kuningan - Makanan Khas Tanah Sunda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Lepet adalah sejenis makanan khas Jawa Barat. Lepet ini sendiri berasal dari Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sumedang. Lepet terbuat dari beras ketan yang ditambahkan kacang tanah sebagai isian, biasanya dibungkus dengan daun janur. Selain menggunakan kacang, isian lepet juga dapat divariasi dengan mengganti kacang tanah menjadi jagung atau jenis kacang-kacangan yang lain. Lepet masih dapat kita jumpai di seluruh daerah Jawa Barat, walaupun umumnya banyak dijual di daerah Kuningan dan Sumedang. Konon, orang Sumedang biasa memakan lepet ini dengan didampingi dengan tahu Sumedang yang juga makanan khas dari daerah tersebut.   Berikut merupakan resep lepet yang dapat dijumpai di tanah Sunda. Bahan: Beras ketan putih 1/2 kg Parutan kelapa 1/2 butir Kacang tanah atau kacang tolo (optional) 1 sendok teh garam Daun janur Tali pengikat (bambu tali / rafia)   Cara Membuat: Beras ketan dicuci bersih dan dan rendam...

avatar
OSKM18_16018060_Jessica Belicia Cahyono
Gambar Entri
Situs Budaya Dayeuhluhur Sumedang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Situs Dayeuhluhur berada di Kabupaten Sumedang berupa Makam Raja dan Bangsawan Kerajaan Sumedang Larang. Disini terdapat makam raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, yaitu Prabu Geusan Ulun putra dari Pangeran Santri. Prabu Geusan Ulun juga mendapat gelar jabatan 'Nalendra' dari Kerajaan Padjajaran atau bisa dibilang sebagai penerus sah dari Kerajaan Padjajaran. Selain makam Prabu Geusa Ulun, disini juga terdapat napak tilas dari "Kandaga Lente" atau dalam Bahasa Indonesia bisa disebut Patih Kerajaan Sumedang Larang sendiri, yaitu Eyang Jaya Perkasa (Mama Jaya Perkosa). Napak tilasnya berupa sebuah batu di puncak bukit. Eyang Jaya Perkasa menjabat sebagai patih pada masa Prabu Geusan Ulun dan kemudian mengundurkan diri setelah perang dengan Kerajaan Cirebon. Konon katanya, Mbah Jaya Perkasa wafat tanpa meninggalkan jasad, dalam ajaran Hindu disebut "Moksa", dalam Bahasa Sunda " Ngahyang". Dan ada beberapa larangan ketika hendak mengunjungi napak tilasnya, salah satunya yaitu ti...

avatar
Oskm18_16718422_lathif
Gambar Entri
Tugu Lele Bekasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Patung Lele dan Kecapi, atau yang biasa disebut sebagai Tugu Lele, dicanangkan pada tahun 1995 saat Bupati Mochammad Djamhari, satu tahun sebelum Kabupaten Bekasi diresmikan menjadi Kota Bekasi. Tugu tersebut didirikan di Jalan Insinyur H. Juanda Blok A No.1, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat; Atau sebutan tempat yang lebih populernya Simpang Bulan-Bulan. Patung Lele ini disematkan buah kecapi pada tengah tugu tersebut sehingga secara resmi, penamaan kurang populer, disebut sebagai Patung Lele dan Kecapi. Akan tetapi, Tugu Lele hanya berdiri selama 7 tahun. Pada tahun 2002, Tugu Bekasi dibakar habis oleh sejumlah orang.   Mengapa Tugu Lele Bekasi Dibakar Oleh Massa Organisasi Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB), dan beberapa orang Bekasi merasa bahwa patung tersebut tidak mencerminkan masyarakat Bekasi. Lele dipercaya sebagai hewan yang tamak. Ikan lele adalah pemakan segala yang rakus, bahkan memakan kotoran hewan lain, sehingga tak layak menjad...

avatar
OSKM18_16518103_HARDY
Gambar Entri
Toge Goreng dari Bogor
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Tauge goreng atau yang lazim disebut toge goreng , hidangan khas Bogor ini ternyata memiliki sejarah yang erat dengan etnis Tionghoa di "Kota Hujan". Menurut pengamat sejarah Tionghoa di Bogor, Mardi Liem, dalam sepiring toge goreng bogor, hampir semuanya menggunakan istilah hokyan. Saat ia telusuri pun ternyata kemunculannya berasal dari perdagangan Tionghoa. Mardi mengatakan mulai dari tauto atau tauco yang merupakan fermentasi kedelai, lalu mi, dan tauge, semuanya berasal dari istilah hokyan. "Saya menduga itu lahir dari pola pergaulan Tionghoa dengan Eropa. Di Eropa itu kan punya spaghetti dengan pasta tomatnya yang luar biasa masam. Menu tersebut dibawa ke Indonesia, seiring perniagaan Tionghoa," untuk lidah orang Tionghoa, masam tomat itu itu dirasa tidak cocok. Terlebih untuk lidah peranakan saat dibawa ke Indonesia, yang telah bercampur selera lokal. "Di Chinanya pun mereka buat hal yang sama sebelum dibawa. Mereka punya mi yang seperti spaghetti, lalu tauto yang asam, t...

avatar
OSKM18_16418251_Faiz