Jika ingin menikmati nasi boran, hanya ada satu lokasi yang dapat dituju, yakni Lamongan, Jawa Timur. Di sini, penjaja nasi boran terkonsentrasi di satu pinggir jalan. Mereka duduk berjajar panjang. Masing-masing berada di belakang Boran. Tapi, apa itu Boran? Boran adalah sebuah perlengkapan dari anyaman bambu yang dijadikan tempat nasi. Nasi dikukus dengan dandang kemudian ditaruh di tempat nasi bernama boran ini, Oleh karena itu, makanan khas Lamongan ini pun lantas disebut dengan nama nasi boran. Ada dua keistimewaan yang tampak dan terasakan di malam gelap saat menyambangi lokasi penjual nasi boran. Keistimewaan pertama adalah panjang dan berjajarnya para penjual nasi boran yang duduk di satu pinggir jalan. Keistimewaan kedua, yang merupakan keistimewaan utama, yakni wadah tempat nasi dan lauk pauknya, terutama sambal dan bumbunya. Pelanggan nasi boran sendiri tidak melulu berasal dari warga Lamongan, dan sekitarnya. Banyak warga dari daerah lain merasa harus makan nasi bora...
Pecel tak bisa dipisahkan dari Jawa Timur. Ia menjadi bahan utama dari banyak sayur-sayuran yang dihasilkan provinsi ini. Sebut saja Pecel Madiun yang bumbunya cenderung manis dan menggunakan tauge pendek; pecel kediri dengan sambal tumpangnya; Pecel Surabaya yang kerap dipadupadankan dengan tempe kering, serundeng, sayur lodeh, tahu bacem, tempe bacem; atau Pecel Ponorogo. Meskipun memiliki banyak variasi, asal muasal pecel belum diketahui secara pasti. Para penjual tak bisa menjelaskan perihal makanan khas ini. Salah satu penyebabnya, barangkali, adalah mudahnya makanan berbahan baku sayuran ini tumbuh di manapun. Alhasil, ia dapat diproses oleh siapa saja tanpa memerlukan peralatan khusus. Pecel memang ada di mana-mana dan dapat disesuaikan dengan karakter setempat. Benang merah dari perbedaan pecel-pecel di berbagai daerah itu adalah bahannya yang menggunakan kangkung, kenikir, daun ubi, dan sayuran lain. Bahan-bahan ini lalu direbus lalu disiram dengan sambal kacang rasa ma...
Jawa Timur terkenal akan kuliner rujaknya. Salah satunya adalah Rujak Pasah. Rujak ini bisa dibilang cukup menyegarkan karena terdiri dari campuran buah-buahan yang diserut lalu disiram dengan saus kacang, seperti rujak pada umumnya. Bahan-bahan: 200 gram jeruk bali, kupas lalu suwir-suwir 100 gram bengkoang, diserut 1 buah ubi merah, diserut 2 buah kedondong, diserut 2 buah mentimun, buang bijinya lalu diserut 1 buah mangga mengkal, diserut Bahan Sambal Rujak: ¼ sendok teh garam ½ sendok teh terasi goreng 1 sendok makan air asam Jawa dari 1 sendok teh asam Jawa dengan 50 ml air 3 buah cabai rawit merah 50 gram nanas, diserut 50 gram kacang tanah digoreng 200 gram gula Jawa Cara Membuat: 1. Setelah buah-buahan dikupas dan dicuci, potong serta serut sesuai dengan instruksi di atas 2. Kemudian buat sambal dengan mengulek terasi bersama cabai rawit merah, garam dan gula Jawa. Tambahkan kacang tanah yang sudah digoreng atau disangrai. Uleg kasar 3. Tam...
Jaran Kencak adalah sebuah kesenian dari Lumajang, jawa Timur dengan menggunakan kelincahan seekor kuda yang di hias pakaian zirah perang khas jawa yang tersebar di Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Tengger. Sejarah Pada Awalnya Jaran Kencak di sebut dengan jaran kepang meskipun bukan terbuat dari anyaman bambu, karena pada saat itu tahun 1775 kuda yang di kendarai rombongan dari Ponorogo hendak mengirimkan delegasi ke bali, untuk menjalin persaudaraan kerabat dan keturunan saudara Batara Kathong dari kerajaan Majapahit yang mengungsi ke bali serta membawa berita bahwa kesultanan Mataram terbagi menjadi dua keraton yakni Yogyakarta dan Surakarta setelah perjanjian Giyanti di tahun yang sama . Namun ketika sampai di Lumajang, kuda yang di kenakan seragam zirah perang seperti di dalam pewayangan untuk dipersembahkan di bali memberontak kesana kemari dan menendang-nendang tiada henti melawan rombongan, hingga dibuat sebuah keputusan bahwa kuda dan beberapa pe...
Jika berkunjung di Desa Banjar Banyuwangi, Jawa Timur, Anda wajib menikmati kopi yang satu ini. Namanya Kopi Utek. Cara penyajiannya, kopi tanpa gula dan bongkahan gula yang ditempatkan di wadah terpisah. Cara menikmatinya, bongkahan gula nira digigit baru kopi diseruput. Minum kopi di desa pada pagi hari sudah menjadi tradisi sejak lama dan masih berlangsung hingga sekarang. Namun, karena Desa Banjar adalah penghasil gula nira, maka rasa manis yang biasanya menggunakan gula pasir diganti dengan gula nira. Pemilik Kafe Kopi Oseng Plantation yang berada di Desa Banjar mengatakan, ada keistimewaan tanaman kopi di daerah Banjar, yaitu letaknya di timur Gunung Ijen sehingga terkena sinar matahari langsung, serta mendapatkan uap air garam dari laut Selat Bali dan juga mineral belerang dari Gunung Ijen. "Keistimewaan itu yang membuat kopi dari daerah sini memiliki taste yang berbeda," ujarnya. Untuk menikmati secangkir Kopi Utek...
Tari Gandrung, atau biasa disebut saja dengan Gandrung Banyuwangi adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Banyuwangi. oleh karena tarian ini pulalah, Banyuwangi juga dijuluki sebagai Kota Gandrung, dan terdapat beberapa patung penari gandrung di setiap sudut kota. Menurut asal muasalnya, tarian ini berkisah tentang terpesonanya masyarakan Blambangan kepada Dewi padi, Dewi Sri yang membawa kesejahteraan bagi rakyat. Tarian ini dibawakan sebagai ucapan syukur masyarakan pasca panen dan dibawakan dengan iringan instrumen tradisional khas Jawa dan Bali. Tarian ini dibawakan oleh sepasang penari, yaitu penari perempuan sebagai penari utama atau penari gandrung, dan laki-laki yang biasa langsung diajak menari, biasa disebut sebagai paju. Sumber : www.perwakilan.jatimprov.go.id , Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur 2015
Merupakan jajanan khas yang dapat ditemukan di beberapa daerah di Pulau Jawa. Gandos terbuat dari adonan tepung beras dicampur santan kelapa ditambah garam secukupnya. Gandos dibuat di dalam cetakan Loyang khusus dan dipanggang menggunakan api superpanas yang terletak di bawahnya. Penggunaan garam dalam adonan kue membuat jajanan tradisional ini memiliki rasa yang dominan gurih. Dapat juga menambahkan sedikit taburan gula pasir di permukaanya untuk memberikan rasa manis. Kue Gandos memiliki perbedaan nama di beberapa daerah. Orang Surabaya menamakannya rangin , orang Jakarta mengistilahkan kue ini sebagai kue pancong , orang Bandung menyebutnya bandros , orang Bojonegoro mengatakan tratak jaran , dan orang Bali memberi nama daluman . Memiliki bentuk yang melengkung dengan ketebalan sekitar 2 cm. Bagian di dalam kue berwarna putih sedangkan pada permukaan kulitnya warna coklat terang. Rasa Gandos cukup gurih dan nikmat yang memberikan nuansa nostalgia pada saat memakan k...
Sale Pisang Anggur Khas Pacitan Sale Berbahan Dasar Buah Pisang yang Dibentuk Menyerupai Buah Anggur Sale Pacitan dikenal sebagai salah satu kuliner unik yang menarik untuk dinikmati. Kuliner yang memiliki bahan baku pisang ini ternyata sudah menjadi kuliner khas yang bisa menjadi alternatif oleh-oleh keluarga. Salah satu model Sale Pisang Pacitan , yakni Sale Anggur . Jika melihat dari namanya, mungkin akan mengira jika Sale ini berbahan dasar buah anggur. Tapi jangan salah, Sale Anggur ini bukanlah sale berbahan dasar buah anggur seperti namanya melainkan sale yang berbahan dasar buah pisang yang dibentuk menyerupai buah anggur dan dikemas dengan kertas krep warna warni, lalu diberi lapisan plastik bening lagi, hal tersebut dilakukan agar terlihat menarik, dan selanjutnya Sale Anggur yang sudah dilapisi plastik dirangkai dan terlihat seperti untaian buah anggur. Proses pembuatan Sale Anggur pun tak rumit. Sale Anggur dibuat dengan bahan pisang a...
Pada Jaman Dahulu, Di Kediri ada sebuah kerajaan besar. Kerajaan Medang namanya. Rajanya bernama Prabu Airlangga. Prabu Airlannga berasal dari Pulau Bali. Ia adalah seorang putra raja di Bali. Ia menjadi Raja Medang setelah menikah dengan Putri Raja Medang. Saat usia Prabu Airlangga sudah tua, Ia ingin menjadi pertapa. Tahta Kerajaan Medang akan di serahkan pada Putri Permaisurinya yang hanya seorang. Ia putri yang cantik jelita. Namanya Dyah Sangramwijaya. Dyah Sangramwijaya menolak keinginan Ayahanda nya. Ia tidak punya keinginan menjadi Raja. Yang menjadi keinginan Dyah Sangramwijaya adalah menjadi seorang pertapa. Ia lalu meminta restu ayahanda nya menjadi pertapa di Goa Selomangleng ( Di Kaki Gunung Klotok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Ia pun mengubah namanya menjadi Dewi Dewi Kilisuci. Prabu Airlangga lalu berkeinginan menyerahkan tahta kerajaan pada putranya yang berasal dari selir ( Istri tidak resmi ). Kebetulan sekali, Ia memiliki dua putra dari selir. Ke...