Pada zaman modern seperti sekarang ini, kebudayaan Jawa dianggap sudah ketinggalan zaman oleh sebagian generasi muda. Mereka menganggap kebudayaan Jawa sudah tidak relevan jika dibandingkan dengan era yang serba canggih saat ini. Saya telah mewawancarai beberapa rekan saya sesama mahasiswa baru di ITB.Hal pertama yang terlintas di benak mahasiswa ini tentang kebudayaan Jawa yaitu suka pakai blangkon dan medhok (berbicara dengan bahasa dan logat Jawa yang kental). Ada mahasiswa yang berpikiran lain, menurut mahasiswa ini kebudayaan Jawa dianggap jadul (jaman dahulu) atau ketinggalan jauh dari zaman sekarang. Namun, ada kesamaan hal yang terdapat dari mahasiswa yang saya wawancarai. Yaitu mereka menganggap kebudayaan Jawa sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Tapi, kali ini saya akan menyajikan suatu fakta menarik sekaligus membuat kita sebagai orang Indonesia bangga. Perusahaan LOCK&LOCK asal Korea Selatan berkolaborasi dengan Rumah Batik Danar Hadi meluncurkan hot&cool...
Sejarah Perjuangan Dan Peranan Ki Gede Sebayu Di Tegal 1586-1601 Ki Gede Sebayu atau bernama asli Maulana Muttaqinsebenarnya bukan orang asli Tegal melainkan keturunan asli dari Prabu Brawijaya ke-5 raja terakhir Mataram. Beliau adalah putera Pangeran Onje seorang Adipati Purbalingga yang merupakan bupati pertama dan sebagai pendiri Kota Purbalingga. Semenjak kecil Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wungut. Setelah Ki Gede Sebayu dewasa tahun 1549 Masehi oleh ayahnya disuwitakan dalam Kesultanan Pajang sebagai prajurit tamtama dalam Kesultanan Hadiwijaya. Di sanalah Ki Gede Sebayu memperoleh pendidikan keprajuritan dan ilmu kanuragan. Ketika sedang terjadi perebutan tahta, Ki Gede Sebayu meninggalkan Pajang. Beliau lebih memilih meninggalkan keraton dan berniat mencari guru baru untuk mendalami ajaran agama islam. Walaupun beliau sudah banyak mendalami pelajaran agama islam, tetapi beliau tidak sombong dan ingin terus mendalami ajaran agama islam. Pada tahun 1586 Ki Ge...
Tahu telur adalah salah satu makanan khas Kudus. Bila berjalan-jalan ke kota Kretek-Kudus, tentu saja ingin mencari kuliner khas kota tersebut. Selain sate kerbau, soto kudus, dan lentog masih ada satu kuliner yang wajib dicoba yaitu tahu telor. Tahu telor yang memakai bahan dasar kacang, kecap dan gula merah ini hampir mirip dengan pecel atau bumbu tahu petis. Namun yang membedakan tahu telor adalah sajian kuliner ini lebih lezat ditambah dengan sayur lengkap. Demikian juga dengan bahan dasar tahunya lebih empuk dan besar. Bisa memilih nasi atau lontong untuk menemani makan tahu telor asli dari Kudus. Yang membedakan kalau tahu telur dari Jawa Timur itu khasnya pedas, tapi kalau tahu telor khas Kudus ini terasa manis. Pelengkap tahu telur Kudus itu sendiri selain tahu yang digoreng dicampur telur juga dicampur sayur kol, toge dan seledri. Agar hidangan lebih menggugah selera makan diberi gimbal udang atau gorengan piya-piya dan bakwan. Sejumlah warung tahu telur khas Kud...
Kebudayaan khas daerah merupakan salah satu ikon unik untuk memaparkan ciri khas suatu daerah tersebut. Setiap daerah pada umumnya memiliki ciri khasnya tersendiri. Seperti di daerah kabupaten Kebumen yang memiliki ciri khas sebagai kota burung walet (atau orang setempat biasa menyebutnya dengan burung lawet). Kebumen merupakan penghasil sarang walet yang biasa digunakan untuk keperluaan obat – obatan, karena sarang burung lawet mengandung gliko protein yang berkhasiat memperbaiki daya tahan tubuh dan membersihkan paru – paru, serta mengandung grwoth factor yang memperbaiki regenerasi sel. Sarang burung walet banyak ditemukan di daerah pesisir pantai atau berada di dalam gua – gua yang ada di sekitar pantai. Oleh karena itu, Kebumen juga membangun Tugu Burung Lawet sebagai ikon kabupaten. Tidak ketinggalan juga, Kebumen juga menciptakan tarian burung lawet sebagai penjelas ikon Kebumen itu sendiri dan sebagai penambah semangat daerah setempat untuk memperkena...
Monumen perjuangan ini berada di Dukuh Posongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Monumen ini adalah saksi bisu dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, tepatnya ketika Belanda melaksanakan Agresi Militer Belanda Ke-2 pada tahun 1947. Saat itu terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia melawan pasukan Belanda (KNIL). Dalam pertempuran tersebut sebanyak 215 pejuang gugur, dua diantaranya adalah prajurit dari Pangkalan C.A.IV Tegal yaitu Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar. Kasmuri(53 th) menuturkan bahwa gugurnya kedua prajurit tersebut bermula pada saat keduanya sedang menaiki kereta api menuju Tegal setelah melaksanakan dinas di Surabaya. Kereta yang dinaiki oleh Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar dihadang oleh pasukan KNIL di sekitar Dukuh Posongan, penghentian tersebut terjadi karena disana sedang terjadi peperangan antara pejuangan dengan pasukan KNIL. Ketika itu mereka langsung turun dan ikut bergabung dengan pejuang untu...
Balakan terletak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Daerah itu disebut Balakan karena di tempat tersebut terdapat makam Ki Ageng Balak yang dijadikan tempat ritual sejak dahulu kala. Komplek pemakaman ini selalu ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah di setiap harinya yang bertujuan mencari penyelesaian atas masalah dalam kehidupan mereka. Konon katanya, banyak pengunjung yang berhasil dan sukses setelah menjalani ritual di tempat ini. Asal muasal tempat ini yaitu pada siang hari di musim paceklik, warga desa mendengar suara entah dari mana, yang berbunyi: “Yah mene kok golek uwi, kae lho openono panggonanku ono ngisor uwit serut, openono bleduge, panganen kanggo wong sak eyupen blarak. Aku putro wayah ratu ping rolas isih turun Majapahit” Yang kira- kira memiliki arti: “ Zaman sekarang kok cari susah, rawat saja tempatku di bawah pohon serut, bersihkan debunya, maka kamu tidak akan...
Sangro atau Masang Loro Petak umpet adalah suatu permainan tradisional di mana satu orang akan menjadi penjaga sebuah benteng sekaligus pencari teman-temannya yang bersembunyi dengan syarat jangan sampai benteng yang dia jaga kebobolan oleh teman-temannya yang bersembunyi. Namun, bagaimana dengan “Sangro” atau “Masang Loro”? Sangro atau masang loro adalah suatu permainan tradisional yang berasal dari beberapa daerah di Banyumas. Permainan ini memiliki inti permainan yang sama dengan petak umpet, namun memiliki perbedaan di beberapa hal. Perbedaan itu dapat dilihat dari jumlah orang yang berperan sebagai pencari, ada tidaknya benteng, cakupan wilayah untuk bersembunyi, dan cara menentukan orang yang akan menjadi pencari selanjutnya. Perincian perbedaan petak umpet dan sangro antara lain : Petak umpet ada sebuah benteng yang perlu dijaga sedangkan sangro tidak ada...
Wangsalan adalah budaya Jawa dalam bertutur kata sehari-hari di kalangan orang-orang Jawa. Wangsalan yaitu perkataan yang berupa teka-teki ( cangkriman ) yang akar jawabannya tidak diutarakan secara jelas, namun sudah terdapat pada kata kunci yang disampaikan sebelumnya. Wangsalan sering digunakan sebagai jembatan bermain kosa kata untuk menguji seberapa jauh pemahaman orang terhadap kosa kata dalam bahasa Jawa. Wangsalan memiliki berbagai macam jenis berdasarkan bentuk penuturannya. Yang pertama adalah wangsalan lamba , yaitu wangsalan yang akar jawabannya hanya satu saja. Kalimat teka-tekinya berupa satu kalimat yang terdiri dari frasa dan klausa. Frasa yang berada di awal merupakan kata kuncinya, sedangkan klausanya merupakan akar jawaban (teka-teki). Contohnya adalah “ Balung klapa, ethok-ethok ora ngert”i. Jawaban dari wangsalan tersebut adalah bathok. Bathok adalah kata lain dari balung klapa , sedangkan e thok -e thok menjadi akar dari...
Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Salah satu wujud dari kebudayaan adalah tradisi, suatu tata kelakuan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kabupaten Kebumen banyak memiliki tradisi yang unik di setiap daerahnya. Salah satunya adalah tradisi "puntuk" yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dilihat dari namanya, puntuk secara bahasa berarti bukit kecil atau gundukan tanah. Orang dahulu menamai tradisi ini karena tempat acaranya berada di bukit. Puntuk merupakan tradisi yang dilaksanakan pada saat hari kedua lebaran idul fitri atau sehari setelah melaksanakan salat ied. Pada pagi hari setelah subuh sebelum matahari terbit, orang-orang desa berbondong-bondong menaiki bukit sambil membawa bekal makanan. Setelah sampai di puncak semua orang berkumpul. Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang tetua desa atau kyai. Selanjutnya, orang-orang makan makanan yang telah mereka bawa. Tak...