Bahan Bahan : 2 bh peuyeum agak besar 800 ml santan kental 1 sdm gula pasir 2 lbr daun pandan 200 ml air 6 blok gula merah Cara membuat : Panaskan air hingga didih Masukan daun pandan dan gula merah hingga mencair Masukan peuyeum sambil di potong² dan campurkan santan kental. Aduk pelan² agar santan tidak pecah kemudian masukan gula pasir hingga didih. Koreksi rasa Angkat dan sajikan SBITB-K25-Riry sumber : https://cookpad.com/id/resep/2643574-kolak-peuyeum-bogor
Ayam ketawa, Manugaga atau juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari kabupaten Sindrap, Sulawesi Selatan.[1][2]Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokoknya yang menyerupai bunyi tertawa manusia. Ayam ketawa merupakan hewan yang masuk dalam kategori unggas yang dilindungi, dikarenakan keberadaannya yang langka dan hampir punah.[3] Ayam ketawa ini dulu hanya dipelihara dan berkembang biak di lingkungan bangsawan Bugis sebagai simbol status sosial yang menggambarkan tentang keteguhan, kesuksesan, dan keberanian sehingga terkenal dengan istilah “Jantan“.[4][5] Ayam ini juga dipercaya oleh masyarakat setempat dapat mendatangkan keberuntungan.[6]
Indonesia merupakan negara yang luas dan terbagi menjadi beberapa kelompok pulau. Salah satu pulau yang ada di Indonesia ialah pulau Jawa. Di pulau Jawa, tepatnya bagian Barat terdapat satu kota yang bernama Bekasi. Nama Bekasi sendiri secara filosofis menurut Poerbatjaraka, berasal dari kata Chandrabhaga. Chandra berarti bulan sedangkan Bhaga memiliki arti bagian. Selanjutnya, kata Chandrabhaga berubah menjadi Bhagasasi, yang dalam pengucapannya sering disingkat menjadi Bhagasi. Akibat adanya pengaruh dan pelafalan yang menyesuaikan bahasa Belanda, akhirnya seringkali ditulis Becassie hingga saat ini (Adeng, 2014). Selain memiliki wilayah yang luas, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas dari kebudayaannya. Dimana salah satu aspek kebudayaan tersebut mengenai pengetahuan tradisional berupa makanan. Akibat perbedaan wilayah yang erat kaitannya dengan keadaan alam dan hasil dari sumber daya alam itu sendiri, menyebabkan tiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing. Hal i...
Kabupaten Karawang dikenal sebagai lumbung padi Indonesia, meski sekarang julukan tersebut mulai terganti dengan sebutan kota industri mengingat banyaknya kawasan industri yang dibuka di Karawang. Meski begitu, pemerintah dan masyarakat Karawang masih berupaya untuk mempertahankan gelar tersebut, begitu juga dengan luas sawah yang masih bertahan di kabupaten ini. Upaya ini pun masih diiringi dengan sebuah tradisi yang rutin dilakukan oleh beberapa pedesaan yang masih memiliki lahan pertanian dan perkebunan, yaitu tradisi hajat bumi. Terdapat sepuluh objek kebudayaan berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, antara lain: (1) tradisi lisan, (2) manuskrip, (3) adat istiadat, (4) ritus, (5) pengetahuan tradisional, (6) teknologi tradisional, (7) seni, (8) bahasa, (9) permainan rakyat, dan (10) olahraga tradisional. Tradisi hajat bumi di Karawang ini termasuk ke dalam objek kebudayaan ritus, yaitu tata cara pelaksanaan upacara atau kegiatan yang didasarkan p...
Benjang merupakan seni bela diri berasal dari Bandung, kemudian berkembang di sekitar Kecamatan Ujung Berung, Ciwaru, Cibolerang dan Cinunuk.Sudah dikenal oleh masyarakat sejak tahun 1820, dengan memiliki filosofis keislaman, benjang lahir di lingkungan pesantren hingga kemudian menyebar ke masyarakat luas. Biasanya Benjang digelar dalam rangka memperingati kegiatan spesial seperti, pernikahan, khitanan, maulid nabi dan hiburan lainnya. Benjang saat ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu benjang gelut, benjang helaran dan benjang topeng. Benjang Helaran merupakan seni pertunjukan tradisional dilakukan secara berkelompok berbentuk arak-arakan, mengandung unsure mistis didalam pertunjukannya, biasanya digunakan sebagai ritual sesuai dengan permintaan pelanggan seperti keselamatan dalam acara khitanan atau sebagai bentuk syukur perayaan ulang tahun. Seiring berkembangnya jaman, benjang helaran tidak hanya menampilkan kegiatan ritual namun juga diiringi dengan hiburan serta diiringi dengan...
Cimahi adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Kota ini baru diresmikan pada tahun 2004 setelah sebelumnya masuk ke dalam Kabupaten Bandung Barat. Tidak banyak ciri khas yang ada di Kota ini, mengingat bukan Kota Besar pada umumnya. Namun salah satu menarik di Kota Cimahi yaitu terdapat sebuah Kampung Adat yang di beri nama Cireundeu. Namun karena tidak dijadikan sebagai objek wisata oleh warga setempat, masih banyak yang belum mengetahui letak Kampung tersebut. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kotamadya Cimahi, Propinsi Jawa Barat. Cireundeu berasal dari nama “pohon reundeu”, karena sebelumnya di kampung ini banyak sekali populasi pohon reundeu. Pohon reundeu itu sendiri ialah pohon untuk bahan obat herbal, hingga kampung ini di sebut Kampung Cireundeu. Alasan Kampung Adat Cireundeu tidak memposisikan desanya sebagai tempat wisata bagi pengunjung, karena masyarakat di Kampung tersebut memilih untuk lebih fokus...
Sejarah soto di Indonesia itu berawal dari makanan khas Cina peranakan yang tinggal di Semarang yang namanya Caudo. Kemudian lebih populer dengan nama Soto. Salah satu pengaruh yang kental pada soto adalah bahan soun atau mie putih pada soto. Soto sendiri kalau dari segi kuah yang dipakai untuk air sotonya dibagi jadi dua macam soto yaitu soto bening dan soto kuah. Masakan soto pun masing-masing daerah memiliki ciri khas sesuai dengan nama soto khas suatu tempat. Soto merupakan kuliner khas Indonesia yang terjadi dari proses akulturasi budaya atau percampuran dari berbagai budaya yang kemudian menghasilkan sebuah kreasi menu baru. Pengaruh industrialisasi juga merupakan faktor yang membuat soto semakin populer dimana sebuah rasa otentik sebuah soto khas suatu daerah. Seperti halnya soto mie bogor ini yang menjadi salah satu kuliner soto favorit masyarakat Indonesia. Soto Mie Bogor merupakan campuran dari daging sapi, kikil, usus, urat, babat, risol, kentang atau lobak rebus, mie...
Sejarah Pawai Kuda Kosong bermula ketika seorang pimpinan Cianjur yaitu Raden Kanjeng Aria Wiratanurdatar yang merupakan Bupati Pertama di Cianjur (Dalem Cianjur). Saat itu daerah kasundaan di bawah pimpinan raja Mataram dan Cianjur harus selalu menyerahkan upeti ke Mataram. Upeti tersebut berupa 3 butir padi, 3 butir pedes (lada) dan 3 buah cabe rawit. Setelah berembuk, Dalem Cianjur mengirimkan perwakilan yaitu Aria Natadimanggala untuk menyerahkan, dan di setiap upeti yang diserahkan memiliki arti masing-masing dan Raja Mataram bisa memahami dan memberikan balasan berupa keris, kuda kerajaan dan juga pohon saparantu untuk dalem Cianjur. Akhirnya kuda tersebut dibawa pulang ke Cianjur dengan dituntun, tidak ditunggangi karena Aria Natadimanggala begitu patuh dan sangat menghargai bahwa kuda tersebut diberikan sebagai hadiah untuk kakaknya (Dalem Cianjur). Pada saat sampai di Cianjur, kuda tersebut diarah mengelilingi kota Cianjur dan menjadi sebuah kebanggan bagi Kabupaten Cian...
Diantara banyaknya budaya yang ada di tatar Sunda, angklung menjadi salah satu alat musik tradisional yang dikenal oleh banyak orang. Bahkan pada November 2010, UNESCO menetapkan angklung sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Lalu di tanah Sunda ini juga terdapat suatu kesenian yang menggunakan angklung dalam pertunjukannya bernama ‘angklung buncis’. Angklung buncis sendiri merupakan salah satu alat musik buhun (kuno) yang pada mulanya digunakan sebagai acara ritual menanam hingga memanen padi di tatar Sunda. Kesenian ini erat kaitannya dengan kepercayaan hadirnya sosok dewi Sri sebagai dewi Padi. Namun seiring berkembangnya zaman, kini angklung buncis dimainkan sebagai seni pertunjukan yang umumnya digunakan dalam acara penyambutan tamu. Bahkan saat ini beberapa sekolah telah memasukan angklung buncis dalam kegiatan ekstrakulikuernya. Penamaan angklung buncis berasal dari lirik lagunya yakni “cis kacang buncis nyengcle…” yang dimainkan saat pertunjuka...