wayang
670 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Seren Taun Khas Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Hai , nama saya Alya. Saya akan membahas tentang adat ritual Sunda yang biasa disebut Seren Taun. Seren Taun adalah kebudayaan yang berasal dari suku Sunda yang memiliki makna “Seren” yang berarti serah dan “Taun” yang berarti tahun. Sehingga bermakna serah terima dari tahun yang lalu ke tahun yang akan datang , menunjukkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas semua hasil pertanian yang mereka dapatkan. Upacara ini masih sangat dihormati dan dilakukan sampai saat ini. Saya sempat belajar tentang banyak kebudayaan Sunda di sekolah saya saat berada di kelas 12. Guruku, Bu Dini menjelaskan bahwa upacara ini dilakukan dengan mengharapkan hasil panen yang lebih baik lagi ke depannya, bukan hanya suatu perayaan saja. Ritual dilakukan dengan cara mengambil air suci dari tujuh mata air yang telah dikeramatkan, lalu disatukan ke dalam satu wadah dan didoakan , lalu dicipratkan ke seluruh orang yang hadir agar membawa berkah. Kemudian , mereka melakukan...

avatar
OSKM18_19718073_Alya
Gambar Entri
Kesenian Tarling #DaftarSB19
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Sejarah Lahirnya Tarling DaftarSB19 Tarling berasal dari kata gitar dan suling. Kalau mendengar kata gitar tentu bukan alat musik asli dari Indonesia. Karena gitar berasal dari Eropa dan masuk ke Indramayu melalui jalan perdagangan di Bandar Cimanuk atau Pelabuhan Cimanuk. Belanda berkuasa di Muara Cimanuk dengan membangun Stasiun kereta terakhir di Paoman berasal dari kata Pa Omahan yang artinya Pemukiman, Gudang Beras Bramasta di Bawah Randu Gede Sebelah Timur Sungai Cimanuk dan Sebelah barat pusat pemerintahan Belanda pada abad 16. Saat itu Belanda memperkenalkan irama stambul setelah sebelumnya membawa tanjidor (jidur) selama beberapa ratus tahun. Dikisahkan pada masa penjajahan Belanda mendekati akhir kekuasaannya, ada seorang bangsa Belanda yang memiliki gitar yang terjatuh dan rusak. Kemudian gitar tersebut dibetulkan oleh kalangan masyarakat pribumi ahli kayu di desa Kepandean Indramayu yang merupakan nenek buyutnya Pak Sugra, warga Desa Kepandean, yang hingga akhir...

avatar
OSKM18_16318055_Mohammad Ibnun Naja
Gambar Entri
Taman Krida Budaya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Taman Krida Budaya        Taman Krida Budaya Jawa Timur adalah tempat khusus yang diperuntukkan sebagai tempat apresiasi budaya-budaya Jawa Timur. Di tempat ini seringkali ditampilkan berbagai seni Jawa Timur-an antara lain wayang, sendra tari, pentas musik gamelan, reog ponorogo dan masih banyak lagi. Tidak hanya digunakan sebagai tempat apresiasi seni, kadangkala tempat ini juga digunakan untuk tempat ibadah  sementara seperti Shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain tempat ibadah, tempat ini juga seringkali digunakan untuk gedung serbaguna seperti tempat pameran dan tempat resepsi pernikahan. Lokasi dari Taman Krida Budaya yaitu di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang terkenal sangat strategis sehingga cukup mudah dijangkau dan banyak modal transportasi umum.      Taman Krida Budaya memiliki bentuk arsitektur yang dominan sentuhan khas daerah jawa timur-an seperti atap Joglo, pendopo dll....

avatar
OSKM18_16518178_Muhammad Hifzhuddin Rashif
Gambar Entri
Keraton Kanoman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1510 Saka oleh Sultan Kanoman I yang merupakan keturunan ke-7 dari Sunan Gunung Jati atau Syarief Hidayatullah. Tahun berdirinya tertulis dalam bentuk prasasti yang terdapat pada pintu Pandopa Jinem. Di sana terpahat gambar Surya Sangkala dan Chandra Sangkala yang jika diartikan menjadi matahari (angka 1), wayang darma kusumah (angka 5), bumi (angka 1), dan bintang kemangmang (angkal 0). Kesultanan Kanoman lahir dari keinginan Sultan Banten Ki Ageung Tirtayasa yang menobatkan dua orang pangeran dari Putra Panembahan Adining Kusuma (Kerajaan Mataram) untuk memerintah di dua kesultanan. Pangeran Badriddin Kartawijaya memerintah di Kesultanan Kanoman dan diberi gelar Sultan Anom. Sementara itu, Pangeran Syamsuddin Martawijaya memerintah di Kesultanan Kasepuhan dengan gelar Sultan Sepuh. Di antara keraton-keraton yang lain, Keraton Kanoman bisa dikatakan sebagai pusat peradaban Kesultanan Cirebon. Di keraton ini, tersimpan penin...

avatar
OSKM18_16618405_Christlay Sunardi
Gambar Entri
Wayang Cepak Cimindi
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Wayang Khas Cimahi yang Tidak Diketahui Khalayak Luas, Wayang Cepak Cimindi.   Sebagaimana wayang Golek, wayang Cepak diyakini menjadi media penyebaran agama Islam. Seiring perkembangan jaman wayang cepak kini sudah jarang sekali ditemui dalam sebuah pertunjukkan, baik itu pada acara ruatan, sunatan, apalagi kawinan, padahal dahulu pada masa dekade 70-an masih sering dijumpai pergelaran wayang Cepak di sekitar Cimahi. Keadaan ini mengkhawatirkan sekali bagi perkembangan seni budaya Sunda yang seharusnya kita gali, kembangkan, dan kita lestarikan, sehingga bagi generasi muda masih bisa mengenalinya, jangan sampai generasi muda tidak tahu wayang cepak, atau mungkin asing dengan kesenian khas Jawa Barat sejenis wayang golek ini. Pada masa lalu, ketika wayang cepak ini berkembang di Cirebon dan sekitarnya, masyarakat pada masa itu menggelar pertunjukan wayang Cepak untuk menyambut para mualaf,  sebagai sarana  Cepak selaindakwah agama Islam. Pada masa mo...

avatar
OSKM18_19818031_Aliza
Gambar Entri
Cupu Panjalo
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Dalam adat istiadat Jawa banyak di ketahui beragam pusaka warisan leluhur, salah satunya yaitu Cupu, yang diberi nama Cupu Panjalo. Orang-orang Yogyakarta telah demikian familiar tentang pusaka ini lantaran tuahnya yang terkenal keramat. Dalam satu tahun sekali, kain pembungkus cupu di buka serta nampak sinyal tanda zaman sebagai peringatan untuk anak turun serta orang-orang yang meyakini. Ketenaran cupu tak lepas dari ketepatan perkiraan atau ramalan seperti ada dalam deskripsi yang tertoreh diatas lembaran kain mori pembungkusnya. Menurut kisah leluhur, Cupu Ponjolo berjumlah tiga buah, diketemukan di laut oleh Kyai Panjolo yang tengah menjala ikan di laut. Oleh orang-orang Desa Mendak, Girisekar, Panggang, Gunung Kidul diakui bisa memberikan perlambang (pertanda) serta ramalan perihal hari esok desa itu. Ketiga buah cupu ditempatkan didalam kotak serta dibungkus dengan beberapa ratus lapis kain mori, disimpan di ruang spesial. Waktu upacara Cupu Ponjolo, bungkus kai...

avatar
OSKM18_19818100_Muhammad Mufid Irfan Farras
Gambar Entri
DEGUNG ALAT MUSIK TRADISIONAL BANDUNG
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Degung merupakan alat musik khas daerah Sunda yang sebenarnya hampir sama dengan Gangsa (Jawa Tengah), Gong (Bali) atau Goong (Banten) yaitu alat musik semacam Gamelan, Gamelan yang merupakan sekelompok waditra dengan cara membunyikan alatnya kebanyakan dipukul. dikatakan Degung berasal dari Ratu Agung atau Temenggun sedangkan kata gung dalam bahasa Sunda diartikan dengan kedudukan tempat yang tinggi atau terhormat, sehingga degung memiliki arti dalam adat Sunda sebagai sesuatu yang agung dan terhormat. Degung sendiri biasanya dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung jug...

avatar
OSKM_16518378_Raihan Faturrahman
Gambar Entri
Permainan Melempar Kertas khas Kebumen, Umbul
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Sebelum berkembangnya teknologi, bangsa Indonesia masih menggunakan permainan-permainan tradisional menggunakan bahan dasar sederhana, yaitu kertas. Dengan menggabungkan seni wayang dan budaya permainan khas Jawa Tengah, permainan umbul merupakan permainan dengan budaya Indonesia yang kuat karena keunikkannya. Umbul lebih terkenal di kalangan anak kecil sehingga sedikit kurang dikenal oleh orang dewasa.   Diambil dari bahasa Jawa, Umbul memiliki arti yaitu “melempar kertas”. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu dengan melempar gambar-gambar tokoh wayang yang terbuat dari kertas dengan ukuran 4x6cm. Ada sekitar 50 tokoh wayang yang dapat dipakai dengan 2-4 pemain. Dengan masing-masing pemain memilih 2-3 tokoh wayang, gambar wayang yang kemudian dilempar ke atas bersama-sama dengan satu orang yang ditunjuk untuk melempar. Dilihat dari gambar mana yang jatuh ke tanah (posisi gambar), wayang dengan posisi telentang itulah yang menang. Permainan yang cuku...

avatar
Oskm18_fitb_bella
Gambar Entri
Festival Gunung Slamet (FGS)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Festival Gunung Slamet (FGS) merupakan perayaan yang setiap tahun (biasanya pada bulan september) digelar di lereng gunung slamet, tepatnya di desa Serang, Purbalingga. Sejak tahun 2015, pemerintah kabupaten purbalingga telah mendorong penyelenggaraan festival ini demi melestarikan nilai-nilai budaya dan kesenian yang ada di sekitar lereng gunung Slamet. Hingga saat artikel ini dibuat, FGS sudah dilaksanakan 3 kali dan akan diselenggarakan untuk ke 4 kalinya pada tanggal 27-29 september 2018 nanti. Festival Gunung Slamet diselenggarakan dalam 3 hari. Rangkaian acara hari pertama diantaranya pawai ta'aruf, festival rebana, lomba MTQ, dan Sholawatan. Kemudian pada hari kedua akan diadakan ritual pengambilan air sikopyah, ruwat bumi, dan pagelaran wayang kulit pada malam harinya. Pengambilan air sikopyah merupakan salah satu rangkaian acara penting dalam festival ini. Ritual ini adalah salah satu bentuk pelestarian budaya yang ada di lereng Gunung Slamet sejak zaman dahulu. Ritual...

avatar
Oskm18_16918189_priyo