tahun baru
1.076 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Klenteng Tjoe Hwie Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Semula Lasem merupakan pelabuhan yang ramai, dan pernah menjadi Kabupaten Lasem. Namun, keberadaannya mula digantikan oleh Rembang, setelah VOC memindahkan pelabuhan dan ibu kotanya ke Rembang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perlawanan yang dilakukan oleh orang Tionghoa pada waktu.   Seiring itu, banyak juga orang Tionghoa yang juga berpindah ke Rembang untuk mengadu nasib di Rembang yang bergeliat ekonominya. Seperti halnya dengan Lasem, di Rembang juga masih banyak ditemui rumah dengan arsitektur tradisional Tionghoa, dan kota ini juga mempunyai dua klenteng kuno. Salah satunya adalah Klenteng Tjoe Hwie Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Pelabuhan No. 1 Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini menghadap ke laut atau muara Sungai Karanggeneng.   Berdasarkan catatan sejarah, klenteng ini dibangun pada tahun 1841 oleh  Kapitein Lie. Awalnya klenteng ini didirikan di Desa Jangkungan, K...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Tjoe An Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Satu lagi klenteng tua yang berada di Lasem yang akan saya kunjungi setelah  Klenteng Gie Yong Bio  dan  Klenteng Poo An Bio . Klenteng ketiga ini berada tak jauh dari jalan Pantai Utara (Pantura) Rembang, dan merupakan klenteng yang tertua yang berada di Lasem. Namanya adalah Klenteng Tjoe An Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Dasun No. 19 Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara rumah kuno Lawang Ombo atau sebelah timur Sungai Lasem.   Banyak orangtua setempat mengatakan bahwa klenteng ini sudah ada sejak abad ke-15, tapi tidak ada bukti tertulis mengenai hal itu. Hilangnya bukti awal pendirian sebuah klenteng disebabkan karena klenteng (terutama di daerah pantai utara Jawa) sering mengalami berbagai peristiwa ‘jatuh bangun’, akibat pertikaian sosial. Sehingga sebuah klenteng sering rusak atau dirobohkan kemudian dibangun kembali setelah ke...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Poo An Bio
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Klenteng tua kedua yang saya kunjungi di Lasem adalah Klenteng Poo An Bio. Klenteng ini terletak di Jalan Karangturi VII No. 13-15 Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah timur Gedung Balai Kedamaian atau Vihara Maha Karuna.   Klenteng ini diperkirakan berdiri pada tahun 1740. Pada saat itu, permukiman orang Tionghoa yang semula berada di sekitar Sungai Lasem dan sekitar jalan arteri barat-timur, berkembang dan terus meluas ke selatan sampai Sungai Kemendung, Desa Karangturi. Di sebelah utara Sungai Kemendung inilah, Klenteng Poo An Bio didirikan karena keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari komunitas Tionghoa.   Sebuah kebiasaan para moyang orang Tionghoa yang merantau ke luar negeri, mereka selalu membawa patung Kong Tik Cun Ong. Orang Tionghoa percaya, Kong Tik Cun Ong adalah dewa yang suka melindungi orang yang sedang merantau. Patung itu tidak hanya disimpan tapi dipuja. Termasu...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Gie Yong Bio
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pulang dari Surabaya ke Solo mencoba jalur Pantura memang cukup jauh, namun juga mengasyikkan. Lelah, ya jelas! Tapi lelah itu terobati manakala menemukan bangunan  lawas  yang bisa ditulis untuk mengisi blog. Kali ini pengin ke Lasem.   Pada waktu memasuki Lasem, suasana Tiongkok memang sudah terasa. Bangunan khas Tiongkok banyak ditemui di Lasem hingga gang-gang kecil. Pantas bila Lasem ditetapkan sebagai Kota Pusaka di Kabupaten Rembang karena memiliki kekhasan bangunan Tiongkok tersebut, dan ada juga yang menyebutnya dengan  Le Petit Chinois  atau Tiongkok kecil.   Seperti biasa, bila memasuki kawasan dengan nuansa Tiongkok, saya akan menanyakan keberadaan klenteng. Di Lasem, klenteng yang pertama kali mudah ketemu adalah Klenteng Gie Yong Bio karena dari tepi jalan raya arah Rembang (dulu dikenal sebagai  Grotepostweg  – Jalan Raya Pos) terdapat papan penunjuknya. Klenteng ini terletak di Jalan Babagan No. 7 Desa Bab...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Cariyos Dajjal Utawi Kadis Kawandasa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Naskah Hadist ini merupakan tulisan kuadratik tua di Kraton Surakarta, ditulis dalam aksara Jawa namun dengan bahasa Arab dan dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Jawa pada tiap barisnya. Naskah ini ditulis di Surakarta pada tahun 1845 sebanyak 45 halaman dengan ukuran naskah 31 x 20 cm.   Isi naskah tersebut yakni tentang perkataan Abdullah kepada Nabi Muhammad tentang hari kiamat yang didahului dengan kelahiran Dajjal-Laknat. Kemudian diskusi tentang 40 tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi. Selain itu, juga terdapat penjelasan arti tulisan pada tubuh manusia, serta bagaimana mengobati orang yang kesurupan dengan membaca tulisan tersebut.   Sumber: Kekunaan.blogspot.com  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Legenda Gunung Kemukus
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

akam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah, dianggap bertuah. Tiap hari makam ini didatangi banyak orang. Selain ziarah, Anda bisa mengukur kekuatan jantung dengan menapaki anak tangga menuju makam. Gunung Kemukus (GK) terletak di Kabupaten Sragen. Bisa dicapai dengan menggunakan bis, naik dari terminal Tirtonadi Solo, jurusan Solo-Purwodadi, lalu turun di Barong. Dari situ, tinggal naik ojek menuju puncak bukit. "Sekarang ini Waduk Kedungombo lagi kering. Jadi bisa langsung ke lokasi makam Pangeran Samudro. Tidak perlu menyeberang pakai perahu," kata Surti, penjaja bakso di areal parkir mobil kawasan objek wisata GK. Namun, bila datang ke sana pada musim penghujan dan air waduk sedang penuh-penuhnya, Anda harus menyeberang dengan perahu motor. GK sendiri merupakan kompleks makam Pangeran Samudro dan ibunya, Ontrowulan. Kompleks ini tepat berada di puncak bukit setinggi 300 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini terdiri dari bangunan utama berbentuk ruma...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Babad Pekalongan & LEgenda Bahu Rekso
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

mataram islam 1613-1645) di kisahkan tentang negri mataram yang damai dan sejahtera pada masa kepemimpinan raja SULTAN AGUNG HANYONGKRO KUSUMO yang kekuasaanya mencakup seluruh pulau jawa, sumatra, bali dan pulau pulau lainnya. Pada waktu itu bangsa belanda dan portugis telah masuk dan menginjakkan kaki di tanah jawa, karena belanda masuk pada tahun 1596. Yang tepatnya semenjak kerajaan demak belnada sudah ada di tanah jawa. Babat tanah PEKALONGAN bermula dari kisah seorang pemuda yang bernama JOKO BAHU putra tunggal KI-AGENG CEMPALUK yang ingin mengabdikan diri di kerajaan mataram. Dia "joko bahu" berasal dari sebuah desa kecil yang bernama kesesi atau asal dari kata "kasisian" yang artinya pengasingan. Karena Ki ageng cempaluk adalah punggawa mataram yang karena kesalahan apa lalu dia diasingkan dan membangun padepokan didesa tersebut. Yang letaknya antara lain di hulu kali comal. Konon kesaktian ki cempaluk ini sudah terdengar lama dan menjadi buah bibir di kraton matar...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Serat Darmo Gandhul
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Cerita berdirinya Negara Islam di Demak, hancurnya Negara Majapahit, dimana saat itulah awal mula masyarakat Jawa meninggalkan agama Buda [Shiwa Buddha] dan berganti memeluk agama Islam.) Prosa dalam bahasa Jawa kasar. Diambil dari catatan induk asli peninggalan K.R.T. Tandhanagara, Surakarta. Diterjemahkan dan diulas kedalam bahasa Indonesia oleh Damar Shasangka (DS, http://www.superkoran.info/content/view/2840/88888889/ ) Tergerak dan terdorong hati ini, setelah mengetahui cerita indah, dari Kyai Kalamwadi (Kalam = Ucapan, Wadi = Rahasia), yang dulu pernah berguru menimba ilmu kepada Raden Budi (Buddhi = Kesadaran), mentaati dan menuruti, apa yang selalu diperintahkan oleh guru, setia menjalankan petunjuk, tekadnya sudah tiada lagi keraguan lahir maupun batin, memuja guru bagaikan dewa itu sendiri. Apapun petunjuk Raden Budi (Buddhi = Kesadaran) sangat jernih, dijunjung dan diresapi didalam hati, benar-benar dihargai lahir maupun batin, tiada peduli walau harus ha...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Desa Siawarak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Desa Siwarak terletak di kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Desa ini berdiri jauh lebih dahulu dibanding kabupaten Purbalingga, yaitu kira-kira berumur 300 tahun. Luas desa Siwarak 672,65 hektar. Siwarak ini berada di daerah dataran tinggi dengan keadaan curah hujan yang cukup tinggi pula.  Sepanjang jalan menuju Siwarak maupun jalan-jalan yang ada di sekitar Siwarak tumbuh berbagai macam tanaman dan pepohonan. Di desa Siwarak ini juga terdapat sebuah obyek wisata terkenal yaitu “Goa Lawa”. Siwarak yang cukup luas wilayahnya terbagi menjadi  4 dusun, yang masing-masing dusun mempunyai luas wilayah yang bervariasi dan dengan presentasi kepemilikan tanah 45% setiap kepala keluarga. Selain itu, Siwarak memiliki 41 rukun tetangga dan 10 rukun warga. Jumlah penduduk desa ini sekitar 6796 jiwa dengan rasio perbandingan laki-laki lebih besar dari pada perempuan, yaitu dengan selisih kurang lebih 300 jiwa, dan dengan jumlah penduduk asli 90% dan penduduk pen...

avatar
Deni Andrian