Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Tengah Pekalongan
Babad Pekalongan & LEgenda Bahu Rekso
- 14 Juli 2018

mataram islam 1613-1645) di kisahkan tentang negri mataram yang damai dan sejahtera pada masa kepemimpinan raja SULTAN AGUNG HANYONGKRO KUSUMO yang kekuasaanya mencakup seluruh pulau jawa, sumatra, bali dan pulau pulau lainnya. Pada waktu itu bangsa belanda dan portugis telah masuk dan menginjakkan kaki di tanah jawa, karena belanda masuk pada tahun 1596. Yang tepatnya semenjak kerajaan demak belnada sudah ada di tanah jawa.

Babat tanah PEKALONGAN bermula dari kisah seorang pemuda yang bernama JOKO BAHU putra tunggal KI-AGENG CEMPALUK yang ingin mengabdikan diri di kerajaan mataram. Dia "joko bahu" berasal dari sebuah desa kecil yang bernama kesesi atau asal dari kata "kasisian" yang artinya pengasingan. Karena Ki ageng cempaluk adalah punggawa mataram yang karena kesalahan apa lalu dia diasingkan dan membangun padepokan didesa tersebut. Yang letaknya antara lain di hulu kali comal. Konon kesaktian ki cempaluk ini sudah terdengar lama dan menjadi buah bibir di kraton mataram. Maka tanpa banyak pertimbangan sultan agung menerima bakti joko bahu

Namun sudah menjadi sarat mutlak, setiap prajurit yang hendak mengabdi kepada negara harus melalui tiga tahap pendadaran atau uji kesetiaan pada negara terlebih dahulu. Termasuk kemampuan mengatasi masalah dan olah keprajuritannya. Maka pendadaran tahap pertama yang diberikan sultan adalah: membendung kali sambong, karena setiap musim kemarau selalu saja sawah-sawah rakyat disepanjang aliran sungai itu selalu kekeringan. dan dengan membendung kali sambong di KABUPATEN BATANG diharapkan air dapat naik dan mengairi sawah-sawah disekitar tempat itu sehingga hasil panen akan meningkat. Dan itu adalah salah satu kebijakan raja mataram untuk meningkatkan kemakmuran negrinya di bidang pertanian. Sedang Kali sambong sendiri terkenal angker, dan sudah beberapa kali di lakukan pembendungan namun selalu gagal dan gagal.

Berangkatlah joko bahu untuk membendung kali sambong, dengan perbolehkan membawa beberapa orang prajurit. Al-kisah setelah pembendungan dimulai sedikit demi sedikit. Ditengah berlangsungnya proyek pembendungan terjadilah keanehan-keanehan yaitu: setiap pagi ketika para prajurit hendak melanjutkan pekerjaannya mereka yang belum selesai itu, ia selalu mendapati tanggul yang mereka kerjakan kemarin telah rontok dan bubar kembali. Kejadian itu terus berulang-ulang sampai tiga hari berturut-turut. Tentu saja hal itu membuat joko bahu menjadi bingung bukan kepalang. Al-kisah joko bahu melakukan tapa brata dan bertemu dengan siluman yang menunggui kali itu, siluman itu konon adalah welut putih.terjadi tawar-menawar kepentingan antara kedua belah pihak namun tak ada mendapat kata sepakat alias buntu, maka terjadilah perkelahian sengit antara dua belah pihak konon akhirnya di menangkan joko bahu.

Keberhasilan joko bahu menjalankan tugasnya ini di sambut gembira oleh sultan agung. Lalu datanglah pendadaran tahap kedua yakni membuka lahan baru di tepi pantai utara sebelah kabupaten batang, yakni alas GAMBIRAN atau sekarang gambaran, Waktu itu alas gambiran adalah alas yang sering dihindari oleh para rombongan pedagang yang melakukan pejalan jauh karena keadaannya yang angker dan tak tersentuh. dulu para rombongan pedagang yang melakukan pejalan jauh lebih memilih lewat daerah sebelah selatan yang lebih aman.

Karena konon setiap orang yang masuk kehutan gambiran pasti dia hanya akan berputar-putar didalamnya dan tak pernah bisa kembali keluar lagi dengan selamat, begitupun yang di alami para prajuritnya joko bahu yang di suruh memasuki hutan itu dan mereka tak kembali lagi. Mereka hanya berputar-putar tak tentu. Kemudian al-kisah joko bahu melakukan tapa brata yaitu tapa ngidang atau meniru sifat kidang. akan tetapi joko bahu tetap tak mampu untuk mengalahkan raja siluman penunggu hutan itu. maka dengan sigap joko bahu segera pulang ke padepokan kesesi untuk mengadukan hal tersebut pada ki ageng cempaluk dan atas saran ki ageng cempaluk, joko bahu di sarankan untuk melakukan "tapa ngalong" tapa brata yang menirukan posisi kalong, yaitu dengan tidur kaki dengan menggantung di pohon tiap siang selama 40 hari "kemudian tempat dimana joko bahu melakukan tapa ngalong itu kini disebut PEKALONGAN" ( Kata-kata "pe" yang menandakan sebuah tempat kalong adalah dimana joko bahu melakukan tapa kalong) setelah empat puluh hari berlalu, seselesailah tapa-ngalongnya, singkat cerita joko bahu dapat mengalahkan raja siluman itu dan bisa melanjutkan menebang kayu-kayu disitu tanpa ada satu hambatanpun sampai selesai dan dapat pulang ke mataram dengan membawa hasii.

Tentu saja kabar baik ini membuat hati sultan agung gembira. dan konon setelah joko-bahu sowan ke mataram, dan sultan agung langsung menganugrahkan gelar adipati dengan julukan KI-BAHU REKSO dan sekaligus menetapkan di daerah kendal. mulailah sejak saat itu dia menjabat adi pati kendal.

akan tetapi cerita tak berakhir sampai di situ karena masih ada tugas yang terbengkalai, yaitu pendadaran tahap ke tiga. Maka belumlah sempurna bahu rekso menjadi adi pati kalau belum menjalankan tugas ketiga yaitu ia di tugaskan untuk melamarkan seorang putri cantik dari kali salak yang konon bernama nyi rantang sari. betapa untung tak dapat diraih, malang tak dapat di tolak, nyi rantang sari yang hendak dipersembahkan sultan agung justru jatuh cinta pada bahu rekso dan tak mau dibawa untuk di persembahkan ke mataram. Maka timbulah inisiatif dari bahu rekso Untuk mengganti dengan seorang putri yang tak kalah cantiknya yaitu endang kalibeluk, seorang putri anak penjual srabi di desa KALI BELUK (sampai sekarang penjual srabi itu masih karena diturunkan secara turun temurun) akan tetapi sungguh sial, setelah disandingkan dengan sultan agung endang kalibeluk tak kuasa menahan luapan kegembiraannya dan akhirnya dia mengaku kalau dirinya bukan rantang sari yang dimaksud sultan agung. Hal ini tentu membuat sultan marah besar. Dia merasa telah di tipu oleh bahu rekso. Akan tetapi keputusan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada bahu rekso, dapat di cegah oleh patih SINGARANU dan dia menyarankan agar sultan mengganti saja tugas pendadaran ketigannya dengan tugas yang sangat berat agar bahu rekso terbunuh dengan sendirinya.

Maka sultan agung menugaskan bahu rekso tugas yang sangat berat yaitu menyerang belanda di JAYA KARTA "sekarang jakarta" maka singkat cerita berangkatlah bahu rekso menyiapkan armada perang menuju jayakarta. Dia memilih melewati jalur laut, atas saran ki cempaluk sebap jalan darat konon senjata pusaka apapun akan hilang tuah atau kesaktiannya jika melintasi kali ci-pamali brebes. Bahu rekso mempersiapkan tentaranya di sebuah desa yang bernama KETANDAN namun nama desa itu sekarang lebih di kenal WIRADESA "wira" artinya prajurit , "desa" itu kampung jadi wira-desa adalah perkampungan prajurit dari situlah bahu rekso bertolak ke jayakarta. Di jayakarta konon pasukannya dikumpulkan di sebuah daerah yang sekarang bernama MATRAMAN yang artinya mataram-man dan membendung sungai ciliwung hingga jendral RAVELES meninggal terserang malaria. Akan tetapi belanda tak kehabisan akal mereka membakar lumbung-lumbung makanan tentara mataram sehingga mereka kehabisan perbekalan dan bahu rekso menderita kekalahan.

dan Kekalahan itu membuat bahu rekso tak berani pulang ke kadipaten kendal dia memilih mendirikan kraton kekadipatenan yang letaknya di sebelah selatan wiradesa tepatnya yang sekarang bernama desa kadipaten (yang artinya di situ pernah akan di jadikan kadipaten) namun kabar tersebut terendus oleh raja mataram dan akhirnya mataram mengutus seorang pendekar dari CHINA yang bernama TAN JIN KWEN yang kemudian diangkat dan di tetapkan sebagai adipati pekalongan yang pertama setelah berhasil menyingkirkan bahu rekso.


CATATAN B :

Asal usul Pekalongan Asal usul nama Kota Pekalongan sebagaimana diungkapkan oleh masyarakat setempat secara turun temurun terdapat beberapa versi. Salah satunya disebutkan adalah pada masa Raden Bahurekso sebagai tokoh panglima Kerajaan Mataram. Pada tahun 1628 beliau mendapat perintah dari Sultan Agung untuk menyerang VOC (Vereenigde Oost Indishe Compagnic / Perserikatan Maskapai Hindia Timur) di Batavia. Maka ia berjuang keras, bahkan diawali dengan bertapa seperti kalong / kelelawar (bahasa Jawa : topo ngalong) di hutan Gambiran (sekarang : kampung Gambaran letaknya disekitar jembatan Anim dan desa Sorogenen). Dalam pertapaannya diceritakan bahwa Raden Bahurekso digoda dan diganggu Dewi Lanjar beserta para prajurit siluman yang merupakan pengikutnya. Namun semua godaan Dewi Lanjar beserta para pengikutnya dapat dikalahkan bahkan tunduk kepada Raden Bahurekso. Kemudian Dewi Lanjar, yang merupakan utusan Ratu Roro Kidul memutuskan untuk tidak kembali ke Pantai Selatan, akan tetapi kemudian memohon ijin kepada Raden Bahurekso untuk tinggal disekitar wilayah ini. Raden Bahurekso memenuhi permohonan ini bahkan Ratu Roro Kidul juga menyetujuinya. Dewi Lanjar diperkenankan tinggal dipantai utara Jawa Tengah. Konon letak keraton Dewi Lanjar dipantai Pekalongan sebelah sungai Slamaran. Sejak saat itu, daerah tersebut terkenal dengan nama Pekalongan.

Dalam versi lain disebutkan bahwa nama Pekalongan berasal dari istilah setempat HALONG - ALONG yang artinya hasil yang berlimpah. Jadi Pekalongan disebut juga dengan nama PENGANGSALAN yang artinya pembawa keberuntungan. Nama Pengangsalan ini ternyata juga ada dalam babad Mataram (Sultan Agung) , yaitu :

"Gegaman wus kumpul dadi siji, samya dandan samya numpak palwa, gya ancal mring samudrane, lampahe lumintu, ing Tirboyo lawan semawis, ing Lepentangi, Kendal, Batang, Tegal, Sampun, Barebes lan Pengangsalan. Wong pesisir sadoyo tan ono kari, ing Carbon nggertata".

Artinya : "senjata-senjata telah berkumpul jadi satu. Setelah semuanya siap, para prajurit diberangkatkan berlayar. Pelayarannya tiada henti-hentinya melewati Tirbaya, Semarang, Kaliwungu, Kendal, Batang, Tegal, Brebes dan Pengangsalan. Semua orang pesisir tidak ada yang ketinggalan (mereka berangkat menyiapkan diri di Cirebon untuk berangkat ke Batavia guna menyerbu VOC Belanda)".


CATATAN C :

Konon, Pekalongan berdiri pada saat di desa Kesesi ada seorang terpandang dan sakti bernama Ki Ageng Cempaluk. Ia mempunyai putra bernama Raden Bahu. Pada waktu itu kerajaan Mataram amat jaya dan Ki Ageng Cempaluk menyuruh putranya untuk mengabdi kepada raja Mataram, yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Entah apa kesalahan yang diperbuat oleh Raden Bahu sehingga sang Raja menghukumnya dengan membuka hutan Gambiran. menurut cerita hutan itu amat lebat dan dihuni oleh mahluk jahat. Karena ini Raden Bahu bertapa menggelantung seperti kelelawar atau kalong. Maka tapa seperti itu disebut tapa ngalong. Setelah bertapa, Raden Bahu berhasil membuka hutan, dan menjadikan 'kota' yang ramai yang dikenal dengan nama kota Pekalongan.

Tetapi ada cerita lain, bahwa pekalongan itu berasal dari A Pek Along An. Yang artinya penangkapan ikan laut. Rupanya sejak abad 17, belanda masuk ke Pekalongan, Pekalongan begitu kaya akan ikan laut.

Pekalongan yang dalam sejumlah tulisan disebut berdiri pada jaman sultan Agung dari kerajaan Mataram, walaupun masih ada kemungkinan keberadaan Pekalongan sebagai sebuah wilayah hunian telah terjadi jauh sebelumnya.

Di wilayah ini, sejak abad 19 telah terjadi perkembangan desain batik yang paling dinamis. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas sosial yang terjadi di wilayah itu. Betapa tidak, bayangkan hampir seluruh corak ragam asing muncul dalam desain batik Pekalongan. batik dari wilayah ini sangat kosmopolitan. Corak ragam khas India, Turki, Persia, China dan Belanda terlihat mencolok dalam wilayah batik Pekalongan, bahkan menjelang tahun 1940 di Pekalongan mucul batik dengan gaya Jepang, yang disebut batik Java Hokokai.

Dalam buku Batik Fabled Cloth Of Java, disebutkan bahwa batik telah diperdagangkan di wilayah ini mulai tahun 1840, tetapi kemungkinan ini bisa lebih awal lagi. Hanya sejak saat itu, dapat disebutkan bahwa di wilayah ini telah berkembang perdagangan batik yang pesat. Kalangan pedagang keturunan, terutama keturunan Cina dan Arab yang banyak tinggal di wilayah pesisir terdorong untuk menjadikan batik sebagai komoditas dagang. Perkembangan yang dipicu oleh hilangnya kain asal di India dan munculnya pasar baru seiring dengan munculnya sejumlah kelas menengah baru di wilayah Indonesia sebagai akibat pemberlakuan kebijakan tanam paksa (cultivation system) oleh Belanda. Kalangan pedagang ini pada awalnya hanya memesan batik pada pengrajin batik yang saat itu banyak tersebar di desa-desa. Konon praktek pemesanan batik oleh kalangan keturunan asing kepada pengrajin yang ada di wilayah pedesaan ini telah berlangsung sejak sebelum VOC.

Meminjam kacamata Heringas dan Veldhuisen, batik pesisir terbagi menjadi delapan model : 1. Batik pesisir tradisional yang merah biru 2. Batik hasil pengembangan pengusaha keturunan, khususnya Cina dan indo Eropa 3. Batik yang dipengaruhi kuat oleh Belanda 4. Batik yang mencerminkan kekuasaan kolonial 5. Batik hasil modifikasi pengusaha Cina yang ditujukan untuk kebutuhan kalangan Cina 6. Kain panjang 7. Batik hasil pengembangan dari model batik merah biru 8. Kain adat

Sampai dengan hari ini Pekalongan dikenal sebagai kota penghasil batik dengan ciri-ciri motif flora, fauna, dan sebagian geometris, warna-warni, disain batik tidak terpaku dengan pakem, seperti pada batik Solo dan Jogjakarta. Pengaruh budaya Cina, Arab, indo eropa dan bagaimana penduduk pribumi menemukan cara baca baru terhadap osmose budaya itu menghasilkan ciri batik Pekalongan mutakhir.

Batik telah menjadi masa lalu, masa kini dan masa depan masyarakat Pekalongan.

Foto Berbagi kisah cerita dan pengetahuan.

 

Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=711153302306686&id=703110633110953&substory_index=0

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum