Budaya Indonesia
1.050 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Mirigambar
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Setelah keluar dari Kabupaten Blitar, perjalanan mudik dilanjutkan kembali menuju ke wilayah Kabupaten Tulungagung. Memasuki Kecamatan Sumbergempol, saya berusaha mengambil jalur ke kiri untuk mencari tempat istirahat ( rest area ) yang tidak terlalu ramai tapi mempunyai kisah arkeologis. Kurang lebih 5 kilometer, sampailah saya di sebuah candi bernama Mirigambar. Candi ini terletak di Dusun Gambar RT. 01 RW. 04 Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada sebelah tenggara lapangan Desa Mirigambar.   Menurut Suyoto, seorang juru kunci Candi Mirigambar, bahwa candi ini dulunya ditemukan oleh Rejosari pada tahun 1870. Pada waktu itu, Rejosari sedang membuka lahan untuk ditanami namun tiba-tiba menemukan tumpukan batu bata yang sudah tertutup tanah dan diselimuti oleh rerumputan. Setelah dibersihkan ternyata merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi.   Rejosari, atau biasanya disebut Mbah Josari,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Sanggrahan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Informasi keberadaan Candi Sanggrahan ini didapat dari Pak Suyoto, seorang juru kunci  Candi Mirigambar . Karena atas petunjuk Pak Yoto (nama panggilan dari Pak Suyoto), saya menyempatkan untuk menengok Candi Sanggrahan yang jaraknya berkisar 9 kilometer dari  Candi Mirigambar .   Sebenarnya tidak masuk catatan kunjungan dalam rangka mudik ke Solo, tapi karena waktunya masih memungkinkan saya menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Candi Sanggrahan terletak di Dusun Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di depan Warkop Candi dan Karaoke, yang kiri kanannya terdapat kolam ikan mas koi.   Berdasarkan informasi dari lokasi candi, soal kapan persisnya pembangunan Candi Sanggrahan masih belum diketahui dengan pasti. Selain tidak ditemukan angka tahun, keberadaan Candi Sanggrahan juga tidak termuat dengan jelas dalam prasasti atau naskah seperti Kakawin Negarakertagama. Berbed...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Hok Yoe Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Sewaktu pulang dari Surabaya menuju Solo dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nopol AD 5027 CS, saya berkesempatan mampir dan sekaligus melepas lelah sejenak di sebuah klenteng yang berada di pinggir jalan besar. Klenteng tersebut bernama Klenteng Hok Yoe Kiong.  Klenteng Hok Yoe Kiong merupakan tempat peribadatan umat Tridharma, yaitu Konghucu, Buddha dan Tao). Klenteng ini terletak di Jalan Raya Sukomoro No. 2, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di depan  Stasiun Sukomoro . Keberadaan klenteng ini tidak lepas dari peran pendirinya yang bernama Soen Boen Lee dari Kota Nganjuk. Sebagai seorang Tionghoa, ia membuat sebuah tempat pemujaan bagi Kongco Tik Tjoen Ong di rumahnya. Patung Kongco Tik Tjoen Ong dibawa ke Nganjuk dari Negeri Tiongkok sekitar tahun 1930-an. Seiring perjalanan waktu, rumahnya menjadi ramai karena begitu banyak warga Tionghoa yang ikut bersembahyang sehing...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Poo An Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Sewaktu perjalanan memasuki Kota Blitar, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah tempat peribadatan orang Tionghoa yang berada di sudut pertemuan antara Jalan Mawar dengan Jalan Merdeka. Tempat peribadatan tersebut merupakan bangunan kuno yang bernama Klenteng Poo An Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Merdeka No. 194 Keluranan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Provinsi JawaTimur. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara Pasar Legi, atau selatan Detasemen Kesehatan Wilayah 05.04.01 Poliklinik Kesehatan 05.09.03 Blitar.   Klenteng adalah nama yang biasa digunakan untuk menyebut tempat peribadatan dan kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa dan penganut ajaran Tridharma (Buddha, Tao dan Konghucu). Istilah ini hanya dikenal di Indonesia. Nama klenteng diambil dari suara yang terdengar dari genta yang dipukul dan menimbulkan bunyi teng, teng, teng. Akhirnya suara tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan klenteng.  ...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Tjoe Tik Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong merupakan salah satu situs bersejarah yang berada di Jl WR Supratman 10, Kelurahan Kampungdalem, Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini terletak strategis karena terletak tepat di tikungan jalan. Klenteng ini merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Tulungagung. Klenteng ini merupakan salah satu bangunan yang masih mempertahankan pengaruh arsitektur dari Tiongkok secara jelas. Nama Klentengnya adalah Tjoe Tik Kiong, terletak di Jalan Wage Rudolf Supratman No. 10 Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Jalur bus dari Tulungagung ke arah Surabaya akan melewati klenteng ini, letaknya juga berdekatan dengan hotel yang cukup besar, yakni Hotel Barata. Awalnya, bangunan klenteng ini masih sederhana. Didirikan tepat di depan Pasar Wage berbentuk menyerupai  pendopo . Namun, pada tahun 1865 klenteng tersebut dipindahkan ke sebelah utara dengan menempati lahan yang luasnya sekitar 6.000...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Sien Hien Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pada tahun 2013 saya pernah membocengkan anak perempuan melalui Jalan Sultan Agung ini untuk mengunjungi  Benteng Van Den Bosch  yang berada di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, namun tak terbayangkan jika di jalan yang kami lalui tersebut berdiri megah sebuah klenteng. Baru pada tahun 2015 ini ketika saya  mendapat libur panjang dari kantor, saya sempat mengunjungi klenteng tersebut. Klenteng tersebut bernama Klenteng Sien Hien Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Sultan Agung No. 76 Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di selatan Pasar Besar Ngawi ± 50 meter. Sesuai dengan  documentary board  yang ada di dinding, klenteng ini didirikan pada tahun 1892, dan kemudian berubah nama menjadi Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD). Lalu, klenteng ini pindah ke lokasi sekarang ini pada penanggalan 6 Sha Gwee 2530 atau bertepatan dengan 2 April 1979.   Klenteng ini memil...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Panitisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat panitisastra yaitu salah satu sastra piwulang  yang sebenarnya serat Nitisastra yang menggunakan bahasa Djarwa. Serat ini ketika tahun 1725 (1789M) dari bahasa Kawi disalin ke dalam bahasa Kawi-miring. Kemudian tahun 1735 (1808M),kemdian disusul kitab berbahasa Kawi-Djarwa. Setelah tahun 1746 (1819M),diubah ke dalam bahasa prosa oleh Raden Pandji Puspawilaga. Dibuat pada tahun 1843 pada zaman pemerintahan Sri Susuhunan P.B.VII.   Serat ini diedarkan di Surakarta,pada bait pertama tembang dhandhanggula menunjukkan asal muasalnya serat ini,yang berbunyi:   Makritya ring agnya narpasiwi,nular pralampitaning Sang Wusman,Ing  Surakarta wedhare, tata tri gora ratu ,Ri sangkala witning winarti, Nitisastra  inaran,winarnaeng kidung,kadi kadanging sarjawa,limaksana sasananing kang janmadi,adi yang kadriyana.   Yang artinya: akan mengerjakan perintah raja putra,meniru lambang-lambang sang wusman, di  Surakarta  terbabarny...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Pararaton
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Kitab Pararaton adalah kitab kuno yang pertama ditulis pada tahun 1535 Saka atau 1613 M, dan cukup dikenal masyarakat Indonesia. Banyak yang mengidentikkan Kitab Pararaton dengan kisah Ken Angrok. Pembuatan Kitab Pararaton itu memiliki motif yang hampir sama dengan kitab-kitab zaman dahulu seperti Babad Tanah Jawi, yaitu sebagai alat legitimasi kekuasaan. Raja sering mengidentikkan dirinya sebagai perwakilan atau pun reinkarnasi  dari dewa-dewa. Dengan cara seperti itu diharapkan rakyat akan tunduk dan merasa dalam pengayoman dewa-dewa. Secara umum isi Kitab Pararaton menceritakan cikal-bakal berdirinya kerajaan di Singasari yang dipimpin Ken Angrok. Berdirinya Kerajaan Singasari penuh dengan kisah-kisah tragis yang memakan korban. Berawal dari Tunggul Ametung yang melarikan Ken Dedes, diteruskan dengan kisah pembunuhan Mpu Gandring oleh Ken Angrok, yang kemudian berbuah kutukan pada anak cucu Ken Angrok dan tujuh raja pun akan mati karena keris Mpu Gandring. Setel...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Cemporet
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Karya besar pujangga Ranggawarsita memang banyak yang terkenal. Selain memiliki bobot yang berkualitas, kata-kata sastrawinya juga selaras dengan perkembangan zaman. Karya Ranggawarsita yang terkenal, antara lain: Jaka Lodhang, Pustaka Raja Purwa, Sabda Jati dan Hidayat Jati. Selain itu, ada juga Serat Cemporet.   Serat Cemporet lebih terkenal lantaran digubah memakai bahasa Jawa yang indah. Zaman dahulu, sebelum Jepang menjajah Indonesia, buku tersebut digemari banyak orang untuk bacaan, khususnya yang senang melantunkan  macapat . Namun demikian, juga tidak sedikit orang yang mencela kitab tersebut lantaran bahasa yang digunakan terlalu halus (bahasa sastrawi tinggi). Obrolan orang desa yang memakai bahasa tadi dianggap terlalu tinggi, sehingga terkesan dibuat-buat. Kesan itu pernah ditulis oleh Prof. Dr. R. Ng Purbacaraka dalam bukunya “ Kepustakaan Jawa ”. Tapi banyak juga orang yang setuju dengan pendapat tersebut karena karya sastra itu mempun...

avatar
Arum Tunjung