Ketan waluh adalah salah satu sebuah makanan yang memiliki citarasa yang sangat nikmat dan mempunyai tekstur yang sangat empuk ketika dinikmati, karena ketan waluh ini terbuat dari bahan dasar tepung ketan, santan, kelapa, labu, daun pandan dan bahan pelengkap yang lain-nya. ketan waluh ini sangat digemari sekali oleh semua para pencinta wisata kuliner mulai dari anak-anak, para remaja sehingga orang tua pun juga mempunyai makanan khas Bali ini. Dibawah ini terdapat resep jika Anda ingin membuatnya sendiri : BAHAN: 200 gr beras ketan putih 100 ml santan dari 1/4 btr kelapa 1 sdt garam 21br daun pandan, simpulkan 1/2 btr kelapa yang agak muda 1/2 sdt garam, ekstra 300 gr labu kuning 100 gr gula pasir untuk taburan Daun pisang untuk alas CARA MEMBUAT KETAN WALUH: 1. Sehari sebelumnya, cuci bersih beras ketan putih, lalu rendam selama semalam. Besoknya bilas beras ketan dengan air bersih. Lalu kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan selama 15 me...
Gunungan adalah sebuah gambar wayang yang menyerupai gunung. Di bawah gunungan ini terlihat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan juga perisai, gunungan ini memperumpamakan sebuah pintu gerbang istana sewaktu wayang main, gunung ini dipergunakan sebagai istana. Di sebelah atas gunungan terdapat sebuah pohon kayu yang dibelit seekor ular besar dan juga berbagai binatang hutan. Gambar di dalam gunungan ini keseluruhannya melukiskan sebuah keadaan di dalam hutan. Menurut riwayatnya, gunungan ini melambangkan keadaan dunia serta isinya. Sebelum wayang dimainkan, gunungan-gunungan ini ditancapkan di tengah-tengah kelir dengan cenderung sedikit ke kanan, yang berarti lakon wayang belum dimulai. Sesudah wayang ini mulai dimainkan, maka gunungan-gunungan ini akan dicabut dan dijajarkan di sebelah kanan. Gunungan ini juga dipakai sebagai sebuah pertanda akan bergantinya cerita atau lakon, untuk melakukan keperluan ini gununga...
Bahan-bahan 250 gr Dada ayam filet 50 ml Santan kental 50 ml Air putih 1 ruas Lengkuas geprek 3 lbr Daun jeruk 4 lbr Daun salam 2 btg Sereh ambil putihnya Bumbu halus : 5 bh Bawang merah 3 bh Bawang putih 1 ruas Kunyit bakar 5 bh Cabe merah besar 10 bh Cabe oren (bisa di + atw -) 1 bh Terasi bakar (me : skip) 2 sdm &nb...
Srombotan Klungkung - Bali Nama serombotan klungkung adalah nama untuk penyebutan makanan dari daerah Klungkung dengan isian berupa sayuran berisi aneka bumbu. Sayur yang kerap dijadikan sebagai serombotan adalah bayam, kangkung, terong bulat, buncis, kacang panjang, dan kecambah yang dimasak dengan cara direbus. Untuk mempermudah konsumen saat hendak memakannya, sayuran tersebut akan dipotong kecil-kecil dulu, baru di atasnya akan diberi bumbu. Bumbu-bumbu tersebut yang nantinya akan membuat rasa serombotan lebih bewarna dengan perpaduan rasa gurih dan pedasnya. Makanan khas Bali tersebut akan dibumbui dengan sambal nyuh, yaitu sejenis sambal yang dibuat menggunakan daging kelapa tua yang dibakar lalu diparut halus. Setelah diparut, kemudian akan dicampur rata dengan bumbu yang dihaluskan dari cabai, bawang putih, terasi, gula bali, dan garam. Lalu yang kedua ada bumbu bernama unyah sere limo, yang terbuat dari garam, terasi, cabai, dan perasan air jeruk. Bumbu ketiga a...
Rujak Kuah Pindang - Bali Namanya memang tidak setenar rujak-rujak lain, seperti rujak buah dan rujak sayur yang terlebih dahulu terkenal, namun rujak kuah pindang sangat dikenal di Bali, mengingat Bali adalah tempat yang hanya menyediakan makanan ini. Ciri utama dari rujak jenis ini adalah pada sambalnya, atau bisa disebut dengan kuahnya yang menggunakan kuah dari ikan pindang. Sedangkan untuk isiannya, normalnya sama dengan rujak-rujak lain, yakni hasil dari perajangan buah-buahan berupa mangga, nanas, mentimun, bengkoang, dan jambu air. Rasanya cukup pedas, mengingat kuahnya telah diberi cabai dan terasi sebagai bumbu dan ada sensasi segar dari buah-buahan. Ada cerita unik di balik nama rujak tersebut, karena sesungguhnya nama aslinya adalah rujak gelogor, bukan rujak kuah pindang. Nama kuah pindang sendiri yang menjadi sebutannya mungkin karena rujaknya disirami dengan kuah pindang sesuai tampilannya, sehingga masyarakat lebih mengenal dengan nama itu. Bila kamu tenga be...
Laklak - Bali Salah satu kue tradisional yang masih bertahan diantara jutaan kuliner modern di Pulau Dewata adalah makanan dengan nama laklak. Panganan ini dibuat menggunakan tepung beras, garam, santan, air daun suji, dan air daun pandan untuk dijadikan adonan. Penggunaan air dari daun pandan dan suji ternyata memiliki tujuan untuk menciptakan laklak dengan warna hijau dari bahan alami, sekaligus memberi rasa dan aroma pandan. Dari adonan tersebut, kemudian akan dimasukkan ke dalam cetakan loyang berbentuk setengah bola untuk nantinya dipanaskan. Sebenarnya sampai sini laklak sudah bisa dikonsumsi namun dengan rasa gurih dan tekstur yang lembut saja, sehingga akan diberi aneka topping agar rasanya lebih manis. Oleh karena itu, laklak matang akan ditaburi dengan gula aren yang telah direbus bersama parutan kelapa di atasnya. Pembuatannya memang terlihat gampang, namun bila tak telaten bisa-bisa laklak tidak mau mengembang. Jika ingin menikmati jajanan pasar dari Bali ini...
Sate Languan - Bali bahan yang biasa dipakai untuk membuat sate languan adalah daging ikan laut, khususnya adalah ikan tongkol yang juga punya rasa enak dan bergizi tinggi. Pembuatannya mirip dengan sate lilit normal, setelah ikan laut selesai digiling menjadi halus, selanjutnya adalah dengan menambahkan bumbu berupa garam, terasi, cabai, gula merah, bawang merah, jeruk limau, bawang putih, dan jenis rimpang-rimpangan. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan kemudian dicampur rata dengan daging sampai bumbu benar-benar meresap menyeluruh. Setelah proses ini, adonan sudah siap untuk dililit pada tusukannya yang dibuat dari pelepah kelapa yang berbentuk pipih. Baru setelah proses tersebut, sate bisa dipanggang dengan bara api sampai permukannya terlihat menghitam, tapi tidak hitam pekat, hanya sampai sedikit gosong. Untuk bisa mendapatkan sate languan, kunjungi saja daerah asalnya yaitu Desa Pesinggahan, Klungkung, karena di sana akan ada banyak warung-warung dengan sate languan s...
Lawar - Bali Nama lawar memang sangat identik dengan Bali, mengingat makanan ini dibuat dan ditemukan pertama kali di pulau tersebut. Lawar sendiri adalah masakan yang dibuat dari daging cincang bercampur dengan sayur dan bumbu tertentu. Bahkan beberapa jenis lawar, ada yang memakai darah dari hewan yang dipakai untuk membuatnya sebagai bumbu pendamping, seperti kuah. Makanan khas Bali lawar ini menggunakan daging sebagai bahan utama pembuatannya, walupun terkadang ada juga yang memakai nangka muda. Daging hewan yang kerap dipakai adalah daging babi dan ayam, sehingga untuk membedakan lawar itu dibuat dari apa, maka biasanya ditambah dengan nama daging dibelakangnya. Misalnya adalah lawar babi, yang dibuat dari daging babi dan lawar nangka yang dibuat menggunakan nangka. Tidak hanya lawar satuan saja, karena ada beberapa orang yang membuat lawar dari perpaduan bahan satu dengan bahan lainnya, misalnya mencampur daging babi dengan ayam, sehingga akan menimbulkan lawar jen...
Tipat Cantok - Bali Dari penamaannya, tipat berarti ketupat dan cantok berarti diulek atau diaduk, sehingga bila diterjemahkan, tipat cantok adalah olahan yang dibuat dengan ketupat lalu diaduk-aduk bersama bumbunya. Tidak hanya ketupat saja yang masuk dalam porsi tipat cantok, akan ada berbagai olahan sayur yang juga diaduk atau dicampur bersama bumbu-bumbunya. Dilihat dari penjabaran tersebut, mungkin ada yang menganggap tipat cantok adalah gado-gado yang telah dikenal masyarakat luas. Memang boleh dibilang ini adalah gado-gado-nya Bali, namun bila dilihat dari segi rasa, tentu akan sangat berbeda jauh dari gado-gado. Selain rasa, perbedaan yang menonjol adalah dari pembungkusannya, tipat cantok menggunakan janur, bukan dari daun pisang seperti lontongnya gado-gado. Untuk membuat bumbunya terkesan sangat sederhana, karena mirip dengan bumbu kacang pada umumnya, yaitu gula merah, cabai, garam, jeruk limau, kencur, dan pastinya kacang tanah. Kesemua bumbu tersebut akan dileb...