Ketan waluh adalah salah satu sebuah makanan yang memiliki citarasa yang sangat nikmat dan mempunyai tekstur yang sangat empuk ketika dinikmati, karena ketan waluh ini terbuat dari bahan dasar tepung ketan, santan, kelapa, labu, daun pandan dan bahan pelengkap yang lain-nya. ketan waluh ini sangat digemari sekali oleh semua para pencinta wisata kuliner mulai dari anak-anak, para remaja sehingga orang tua pun juga mempunyai makanan khas Bali ini.
Dibawah ini terdapat resep jika Anda ingin membuatnya sendiri :
BAHAN:
200 gr beras ketan putih
100 ml santan dari 1/4 btr kelapa
1 sdt garam
21br daun pandan, simpulkan
1/2 btr kelapa yang agak muda
1/2 sdt garam, ekstra
300 gr labu kuning
100 gr gula pasir untuk taburan
Daun pisang untuk alas
CARA MEMBUAT KETAN WALUH:
1. Sehari sebelumnya, cuci bersih beras ketan putih, lalu rendam selama semalam. Besoknya bilas beras ketan dengan air bersih. Lalu kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan selama 15 menit hingga setengah matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan. Kupas bersih labu kuning lalu potong dadu 1 cm, sisihkan. Campur kelapa parut muda dengan garam, aduk hingga rata, sisihkan.
2. Parut kasar kelapa yang agak muda, campurkan dengan garam ekstra. Sisihkan. Siapkan panci agak besar, masukkan beras ketan kukus, santan, garam dan daun pandan. Panaskan dengan api kecil. Masak sambil diaduk hingga santan terserap habis dan beras ketan menjadi aron. Jangan lupa untuk terus mengaduk beras ketan saat direbus bersama santan agar tidak berkerak dan gosong di bagian dasar panci.
3. Siapkan dandang, beri air secukupnya. Lalu panaskan hingga mendidih. Alasi dengan daun pisang. Tuang beras aron ke dalam dandang panas, beri kelapa parut yang telah dicampur sedikit garam, dan potongan labu di atasnya. Kukus selama 30-35 menit atau hingga beras ketan benar-benar matang. Angkat.
4. Siapkan Beberapa wadah saji atau piring hidang, alasi dengan daun pisang. Tuangkan ketan kelapa di atasnya, lalu taburi dengan gula pasir. Sajikan segera panas-panas;
TIPS:
* Ketan ini cocok pula disajikan dengan kinca (air gula merah) dengan mendidihkan 200 ml air bersama 1 lbr daun pandan dan 150 gr gula merah yang telah disisir atau diiris tipis. Didihkan hingga mengental.
* Bila suka, Anda bisa menambahkan jagung pipilan sebagai campuran ketan. Kukus berbarengan dengan ketan dan kelapa.
• Porsi: 4 porsi • Persiapan memasak: 15 menit • Lama memasak: 50 menit
• Kalori: 280,8 kal • Protein: 5,7 gr • Lemak: 6,8 gr • Karbohidrat: 49,2 gr
Sumber :
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...