Kain Tenun Kajang Ammatoa Suku Kajang adalah salah satu suku yang tinggal di pedalaman Makassar, Sulawesi Selatan. Secara turun temurun, mereka tinggal di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Bagi mereka, daerah itu dianggap sebagai tanah warisan leluhur dan mereka menyebutnya, Tana Toa.Tanah Toa adalah desa di kecamatan Kajang , Kabupaten Bulukumba , Sulawesi Selatan , Indonesia . Desa ini dihuni oleh suku Kajang . Secara administratif Desa Tana Toa adalah satu dari sembilan belas desa yang ada dalam lokasi kecamatan Kajang, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desa Tana Toa adalah desa tempat komunitas masyarakat adat Kajang yang masih erat dalam menjaga dan melindungi peradaban mereka sampai yang sampai hari ini masih di pertahankan.Secara keseluruhan Luas lokasi desa Tana Toa ini yaitu 331,17 ha, baik yang terhitung lokasi Kajang dalam ataupun Kajang luar. Serta dari 331,17 ha tersebut, kurang lebih 9...
SIRI’ itu bersifat abstrak, SIRI’ tidak dapat dilihat tapi hanya bisa dirasakan. Konsep SIRI’ itu adalah pertahanan harga diri. Ada empat tiang SIRI’: Asseggekkeng, Awaraningeng, Agettengeng, Amaccangeng. “macca na malempu,awaraningeng na magetteng”. Itu artinya “seseorang yang pintar dan jujur serta dia berani dan teguh pada pendirian”. Orang Bugis Makassar rela mati karena mempertahankan SIRI’,sebab dia berpendapat bahwa mati karena mempertahankan SIRI’ itu adalah kematian yang manis dan bersantan. Pada tahun 1980an, ada seorang haji yang sangat terkenal dan di segani oleh masyarakat sekitarnya.dengan berani membunuh istrinya karena berselingkuh. Menurut iya, istrinya itu sudah tidak punya harga diri lagi. Dia itu sudah menjadi tau-tau,atau bisa juga disebut dengan binatang yang bermuka manusia. Haji ini tidak melarikan diri,dia tidak takut dipenjara karena ia merasa...
Kesok-kesok adalah nama instrumen gesek berdawai satu dari Sulawesi Selatan yang dimainkan secara vertikal sambil duduk oleh satu orang sambil bernyanyi atau bertutur Menurut Ensiklopedi Musik Indonesia dan salah satu referensi lainnya, kesok-kesok bisa jadi merupakan instrumen tertua dan paling sederhana (primitif) di Sulawesi. Alat musik ini biasa digunakan dalam salah satu tradisi seni khas Sulawesi yang disebut sinrilik . Pemainnya biasa disebut sebagai pasinrilik . Di masa awal kelahirannya sekitar abad ke-15, sinrilik biasa digunakan sebagai penyampai pesan raja dari istana. Di masa-masa berikutnya sinrilik mulai menyajikan kisah epik seputar hikayat dan legenda yang dinyanyikan semalam suntuk. Cerita sinrilik tersusun secara puitis, yang didalamnya disisipkan humor dan kritik sosial. Kesenian ini dimainkan secara spontan dan terbuka kemungkinan bagi penonton untuk berkomentar, sehingga ada unsur interaktif dan improvisasi dalam penuturannya. Musik kesok-k...
Kue Bolu mungkin menjadi salah satu kue yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Jenis kue bolu inipun bermacam-macam, mulai dari bolu cokelat sampai bolu pisang semuanya menjadi kue yang paling dicari oleh penggemar kue ini. Salah satu jenis kue bolu yang paling dicari adalah bolu peca, kue bolu khas Makassar. Bolu peca adalah kue khas masyarakat Bugis. Kue ini biasanya disajikan saat acara-acara resmi yang diadakan Suku Bugis seperti pernikahan. Rasanya yang manis membuat kue ini begitu nikmat saat lidah kita mencicipinya. Bolu Peca memiliki tekstur yang lembut saat berada di mulut kita. Campuran gula merah merah yang berada didalamnya menjadikan kue ini terasa sangat manis. Gula merah ini juga menjadi ciri khas dari kue yang terbuat dari bahan utama tepung ketan putih ini. Bagi Anda penggemar kue bolu, bolu peca wajib menjadi salah satu target buruan Anda. Rasanya yang enak dengan gula merahnya yang khas menjadikan bolu peca menjadi salah satu kue yang paling di car...
Tampilan sambal khas Makassar ini mirip dengan serundeng. Cocok untuk teman nasi panas. Bahan: 100 g ikan gabus asin 10 butir bawang merah 3 siung bawang putih 200 g kelapa setengah tua, parut memanjang 15 buah cabai merah keriting, iris halus 7 lembar daun jeruk, iris halus 2 tangkai seledri, iris halus 1 sdt gula pasir 1 sdt garam Pelengkap: Buras1) Cara Membuat: Masukkan ikan gabus ke dalam food processor. Proses hingga halus. Sisihkan. Ulek bawang merah dan bawang putih dengan cobek hingga agak kasar. Sisihkan. Di dalam wajan, campur ikan gabus, ulekan bawang, kelapa, cabai, daun jeruk, seledri, gula pasir, dan garam. Sangrai di atas api kecil hingga menguning dan harum. Angkat. Sajikan disertai pelengkap. 1)Buras: Disebut juga burasa, sejenis lontong, namun dibungkus pipih. Dimasak di dalam santan hingga cita rasanya lebih gurih diban...
Resep Panada Bahan Adonan roti: 250 gram tepung terigu 2 sdm gula pasir 1 sdt yeast butiran 1⁄2 sdt garam 1 butir telur ayam 25 ml air hangat 100 ml santan hangat Isi: 250 gram daging ikan tongkol,kukus, suwir halus 1 sdm minyak goreng 250 ml santan 20 helai daun kemangi 1 lembar daun pandan, iris halus Haluskan: 2 buah cabai merah 4 butir bawang merah 2 siung bawang putih 2 butir kemiri 1⁄2 sdt ketumbar 1 sdt gula pasir 50 gram tomat merah, cincang Cara Membuat: Campur yeast dan air hingga larut dan berbuih. Campur tepung terigu, telur, larutan yeast,gula dan garam. Aduk hingga rata. Uleni sambil tuangi santan hingga terbentuk adonan yang licin, tidak lengket di tangan. Bulatkan dan diamkan pada suhu ruangan selama 1 jam hingga mengembang dua kali semula...
Budaya yang hilang, budaya yang terlupakan atau budaya yang tak diwariskan? Entah apa yang mendorongku mengambil laptop dan kembali menuliskan berbagai kata. jariku menekan satu persatu huruf tanpa tahu sebenarnya apa yang ingin aku tuliskan, yang ku tahu adalah aku mempunyai janji untuk seseorang, ikut partisipasi dalam kegiatan yang ia akan laksanakan sehingga membuatku kembali menulis, kembali meletakkan jari-jariku diatas keyboard untuk kembali menggeluti hobby yang sulit sekali tersalurkan ini, selama beberapa bulan aku tak lagi melakukannya, bangku perkuliahan seperti menyita semua waktuku sehingga membuatku kehilangan kesempatanku untuk kembali menuangkan segala inspirasiku dalam tulisan. Jariku tak lagi seperti menari-nari diatas keyboard seperti orang-orang mengatakannya, majas yang paling sering ku dengar. ku tahu kemampuanku yang cetek membuatku harus berpikir lamban ketika menuangkan segala sesuatunya, ditambah aku baru kembali untuk kegiatan menulis....
Manre-Anre di Tanah Jatie Pangkajene dan Kepulauan atau dikenal dengan Pangkep, merupakan miniatur Negara Indonesia menurut kacamata Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Mengapa demikian ? karena kondisi geografis wilayahnya yang terdiri atas wilayah pegunungan, daratan dan lautan (kepulauan). Pangkep juga adalah kabupaten yang berhasil merukunkan dua suku dari dua kerajaan besar, Bugis (Bone) dan Makassar (Gowa). Jika diperhatikan dari segi tradisi dan budaya, maka kondisinya sama dengan yang berlaku di dua suku itu. Baik itu pada tradisi perkawinan, hukum, adat istiadat dan lain sebagainya. Hingga kini, Pangkep mencatatkan diri masih menjalankan tradisi utama dalam menjalani kehidupan sosial budayanya. Salah satunya “Mappalili” atau acara turun sawah. Namun, di daerah ini terdapat dua versi yang berbeda dalam pelaksanaannya. Pertama, Labakkang. Di mana suku dan tradisi yang berlaku di sini adalah suku Makassar. Dalam pelaksanaan mappalili ini...
Kapurung (Pugalu) Kapurung adalah salah satu makanan olahan khas dari Sulawesi Selatan yang terbuat dari sagu. Makanan yang mirip cendol dengan ukuran yang lebih besar, berkuah sayur dan campuran ikan ini merupakan kuliner khas dari daerah Palopo (dan pemekarannya; Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara). Di daerah asalnya kapurung disebut juga Pugalu . Kapurung sangat nikmat disantap selagi panas dan hangat sebab bila telah dingin sagunya akan mengeras. Proses pembuatan kapurung cukup mudah yakni sagu ditaruh dalam sebuah baskom kemudian ditambahkan air panas sembari mengaduk-aduknya hingga seluruh adonan sagu bercampur air. Sagu yang awalnya masih berbentuk tepung akan berubah menjadi kental layaknya lem. Warnanya pun akan berubah tergantung pada jenis sagunya. Adonannya terus diaduk hingga tidak ada lagi sagu yang masih berupa tepung. Adonan kapurung dibentuk bulat (tidak utuh) sebesar kepala sendok makan dengan cara kedua sumpit bambu ( pidui’ ) mengambil beberapa bag...