Anak
5.725 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hantaran Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

  Hantaran Pamanggia Marapulai Adat Minangkabau memiliki keunikan tersendiri dalam menyelenggarakan prosesi pernikahan. Salah satunya adalah Manjapuik Marapulai atau Mamanggia Marapulai (Memanggil / menjemput calon pengantin pria). Terdapat beberapa prosesi sebelum manjapuik marapulai dilaksanakan. Prosesi tersebut antara lain : 1. Rombongan penjemput Marapulai berangkat menuju rumah calon pengantin pria bersama-sama sambil membawa berbagai macam perlengkapan. Perlengkapan itu biasa disebut hantaran pamanggia marapulai. Hantaran pamanggia marapulai terdiri atas beberapa macam makanan seperti :  a . Apik Ayam b. Bareh Rendang c. Pangek Padeh Dagiang d. Nasi Lamak Sagantang Sipuluik e. Paragede Hias f. Lauak goreng hias  g. Kue pengantin tigo tingkek h. Raga-raga i. Kundua Ukia j. Siriah Carano Biasanya rombongan juga membawa pakaian untuk calon pengantin dan beberapa barang yang sudah menjad...

avatar
OSKM18_16918262_M. Iqbal Alfarizi
Gambar Entri
Khatam Qur'an? Mari Bersyukur dengan Tradisi Nemo #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indonesia sangat kental akan budaya yang beragam. Mulai dari budaya yang sudah terkenal hingga budaya-budaya yang belum terekspos media. Salah satunya adalah Tradisi Nemo. Mungkin sahabat budaya jarang mendengar atau asing dengan tradisi ini bukan?  Tradisi ini sering dilakukan di Desa Cirebon Girang, Kabupaten Cirebon. Cirebon Girang adalah sebuah desa yang terletak di sebelah selatan kota Cirebon, tepatnya di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Desa ini terkenal akan wisata religinya selain tradisi Nemo terdapat juga makam-makam peninggalan kerajaan Islam zaman dahulu. Masyarakat sekitar Cirebon Girang juga sangat religius dan telah mengajarkan anak-anaknya untuk membaca dan menulis Al-Qur’an sejak dini oleh sebab itu mereka mengadakan sebuah tradisi sebagai wujud syukur masyarakat Cirebon Girang karena anak mereka telah khatam Al-Qur’an. Tradisi ini disebut tradisi Nemo, dimana para orang tua dan panitia tradisi khataman di Cirebon Girang...

avatar
OSKM18_16618102_Dhea Jaen
Gambar Entri
Asal Mula Danau Sipinggan dan Danau Silosung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Konon dahulu ada dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya mempunyai sebuah tombak pusaka. Sesuai dengan adat, jika orang tua meninggal maka tombak pusaka jatuh ke tangan anak yang tertua, yaitu Datu Dalu.   Suatu ketika Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi hutan. Datu Dalu meminjamkan tombak itu kepada adiknya dengan syarat tombak itu harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Begitulah ketika Sangmaima sampai di kebunnya dia melihat seekor babi hutan yang sedang merusak tanamannya.   "Babi hutan, sialan! Kerjanya merusak tanaman orang!" rutuknya. Tanpa berpikir panjang ia melemparkan tombak pusaka tepat mengenai lambung babi hutan itu. Babi hutan itu masih sempat melarikan diri. Sangmaima berusaha mengejar, tetapi yang dia temukan di semak-semak hanya tombaknya saja sedangkan mata tombaknya masih melekat di lambung babi hutan itu.   Sangmaima segera pulang, melapor pada abangnya. Di...

avatar
OSKM18_FITB_Harlen Munthe
Gambar Entri
Ritual Kematian Orang Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Kematian. Satu kata yang identik dengan kesedihan dan air mata, serta biasanya dihindari manusia untuk diperbincangkan.  Namun, sebenarnya itulah yang ditunggu-tunggu manusia yang sadar bahwa tanpa kematian tidak ada proses pada kehidupan yang kekal dan abadi. Kehidupan terdiri dari dua kutub pertentangan, antara “hidup” dan “mati”, yang menjadi paham dasar manusia sejak masa purba sebagai bentuk dualisme keberadaan hidup hingga masa kini (Sumardjo,2002:107). Kematian merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia. Maka kematian pada dasarnya adalah hal yang biasa, yang semestinya tidak perlu ditakuti, karena cepat atau lambat akan menjemput kehidupan dari masing-masing manusia. Namun, wajar bila kematian bukan menjadi keinginan utama manusia. Berbagai usaha akan selalu ditempuh manusia untuk menghindari kematian, paling tidak memperlambat kematian itu datang. Idealnya kematian itu datang pada usia yang sudah sangat tua. Pada masyarakat Batak, k...

avatar
OSKM18_FITB_Fajar siboro
Gambar Entri
Kirab Budaya Syukuran Banyu Desa Pluneng
Ritual Ritual
Jawa Tengah

     Pluneng merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Di Pluneng terdapat empat sumber mata air yang diberi nama Umbul Tirto Mulyono atau Umbul Gedhe, Umbul Tirto Mulyani, Umbul Dawe, dan Belik Sawahan Ngemplak. Umbul Tirto Mulyono biasa juga disebut Umbul Lanang yang artinya laki-laki. Dahulu, hanya ada satu Umbul, yaitu Umbul Tirto Mulyono yang digunakan laki-laki serta perempuan untuk berenang. Namun, atas perintah Sunan Pakubuwono X, para perempuan kemudian dipisahkan untuk berenang di Umbul Tirto Mulyani.  Untuk sejarahnya sendiri, memang belum diketahui secara lengkap asal usul umbul ini.     Kirab Budaya Syukuran Banyu Pluneng ini diawali dengan para warga yang berbondong-bondong menyerahkan tumpeng dan hasil bumi di Balai Desa Pluneng. Para warga berjajar, sementara anak-anak menggunakan kostum dan pakaian adat Jawa. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan arak-arakan hasil bumi dan tu...

avatar
OSKM18_16618084_Hafidh Setiawan
Gambar Entri
Tong Malia Tong
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keunikan dan keanekaragaman budaya. Salah satunya adalah beragam jenis permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu senggang mereka. Dahulu banyak sekali jenis permainan yang sering dimainkan anak-anak saat berkumpul dengan teman sebaya mereka. Permainan tradisional sangat populer pada masanya. Selain untuk mengisi waktu senggang, permainan tradisional menjadi sarana hiburan yang murah meriah dan memiliki banyak manfaat dalam membangun karakter anak juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, mungkin di masa sekarang cukup jarang kita melihat anak-anak yang bermain permainan tradisional. Untuk itu, mari kita ingat kembali salah satu permainan tradisional berikut. Tong malia tong merupakan salah satu lagu permainan tradisional Sunda. Permainan ini ramainya dimainkan oleh sekitar lima orang anak atau lebih. Permainan ini hampir sama seperti halnya permainan 'ucing...

avatar
OSKM18_19818124_Melinda Anggraeni
Gambar Entri
Legenda Lau Kawar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu, hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut, Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran ‘Gendang Guro-Guro Aron’, musik khas masyarakat Karo. Pada pesta yang hanya dilaksanakan seta...

avatar
OSKM18_FTSL_Nito Sahputra Zebua
Gambar Entri
Desa Pancasila
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Desa Pancasila. Begitulah sebutan yang sering disematkan pada Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Karena di desa inilah terdapat toleransi beragama yang sangat kuat dari masyarakatnya. Di desa ini ada 3 tempat beribadah yang saling berjejer. Yaitu masjid, pura, dan gereja. Namun masyarakat desa yang memeluk berbagai agamapun tetap rukun dan damai. Masyarakat Hindu Bali sering berkunjung ke desa ini pada acara keagamaan. Begitupun sebaliknya, masyarakat Desa Balun berkunjung ke Bali pada upacara keagamaan lainnya. Toleransi keagamaan yang diperlihatkan di desa ini contohnya, saat peringatan hari besar hindu, masyarakat yang beragama islam membantu keamanan desa. Dan sebaliknya. Begitupun dengan agama lain yang ada di desa ini. Berbicara mengenai Desa Balun (orang Jawa Timur membaca ‘Mbalun’), maka akan mengarah kepada seorang tokoh pendiri desa ini. Menurut cerita rakyat yang berkembang di daerah Lamongan, Desa Balun didirikan oleh seorang be...

avatar
OSKM_16318149_Rachmita Hardilayanti
Gambar Entri
Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, Seni Sunda di tengah Kota Bandung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, merupakan salah satu destinasi bagi para pecinta seni. Di kampung ini banyak seni seni yang dipamerkan kepada para pengunjung. Mulai dari Mural, Wayang, Sablon, Kerajinan Kayu, dan lain-lain. Kampung ini digagas oleh Rahmat Jabaril, salah satu penduduk dan merupakan seorang seniman. Pada awalnya kegiatan seni ini hanya sebuah hobi. Belum ada yang memiliki galeri khusus untuk mewadahi karya seni tersebut. Lalu, masyarakat sekitar berinisiatif menjadikan kampung ini menjadi lading pekerjaan dan mengembangkan karya seni ini lebih meluas. “Pada awalnya saya Cuma berdua dengan orangtua saya, kesini-kesini makin banyak. Kita ingin mempertahankan seni-seni yang ada. Bagaimana karya seni ini mau maju kalau perut senimannya lapar.” Ujar Nanang, salah satu pendiri kampung ini. Beliau fokus di bidang Seni Wayang.             Dengan adanya kampung ini warga sekitar menjadi turut a...

avatar
OSKM_(16618092)_Thoriq Abidin